|
Keadaan eksternal yang diinformasikan oleh media
atau jaringan personal digambarkan oleh Trevor Bently (
dalam Creativity; McGraw –Hill: 1997) dalam bentuk
tulisan berikut: “THEOPPORTUNITYISNOWHERE”
Untuk membaca dengan benar tulisan di atas
dibutuhkan penguasaan bahasa yang meliputi tata bahasa,
kalimat dan kata agar persepsi yang diperoleh tidak
salah atau tidak bertentangan dengan apa yang dibutuhkan
oleh keadaan. Orang boleh membaca "The
Opportunity Is No Where" yang berarti bahwa
persepsi orang tentang keadaan eksternal adalah krisis
yang sama sekali tidak menyimpan peluang atau solusi.
Memperhatikan kenyataan di lapangan ternyata jumlah
pembaca kelompok ini bisa dikatakan dominan. Sebabnya
tidak lain adalah penguasaan bahasa dan tata bahasa
keadaan yang minim
sehingga gagal menyusun partikulasi kalimat
keadaan. Sebaliknya orang juga bisa
memilih untuk membaca "The Opportunity Is Now
Here" yang artinya peluang atau solusi itu ada
di balik krisis asalkan bisa membacanya dengan jeli.
Inilah sebenarnya yang dilihat oleh Inul dan teamnya.
Ironisnya jumlah pembaca kelompok ini hanya sedikit.
Padahal hampir semua orang
menginginkan pilihan bacaan kedua ini tetapi
prakteknya justru berbalik memilih yang pertama. Itulah gambara bahwa satu
tulisan yang disusun dengan jumlah karakter yang sama
dapat dibaca dengan dua model bacaan yang menghasilkan
dua persepsi yang berbeda. Kalau sudah sampai ke
perbedaan persepsi berarti akan menghasilkan sikap
mental yang berbeda
yang berarti juga akan membuat tindakan hidup
tidak sama. Oleh karena itu membaca merupakan instruksi
kemanusiaan yang pertama kali dikeluarkan. Sebab membaca
merupakan pintu tunggal bagi kita untuk mengetahui
sesuatu di samping
membaca juga akan mendorong untuk memilih
bagaimana membaca dengan benar sehingga menghasilkan
kesimpulan yang diharapkan. Atas dasar ini, membaca
berarti punya tingkatannya sendiri. Kalau dikelompokkan,
kemampuan orang dalam
membaca keadaan dapat digolongkan menjadi dua yaitu:
-
Kemampuan membaca Tangible
materials (materi yang bisa
dilihat dan disentuh)
-
Kemampuan membaca Intangible
materials (materi yang tidak kasat mata dan tidak
dapat tersentuh)
Membaca materi yang bisa
disentuh oleh indera fisik dapat dilakukan oleh sebagian
besar manusia dan memang inilah jalan yang harus
ditempuh lebih dulu sebelum mengasah kemampuan untuk
membaca materi yang tidak bisa disentuh atau tidak
tertulis. Dan rasanya kebutuhan pengetahuan yang
diperoleh dari materi tangible sudah bisa
dipenuhi oleh hampir semua orang dari semua tingkatan.
Tetapi kebutuhan untuk
mendapatkan pengetahuan yang diperoleh dari materi
intangible dapat dikatakan baru
dipenuhi oleh sebagian kecil orang. Padahal kalau
dilihat bagaimana dunia bekerja, materi yang intangible
justru sering menjadi faktor-penentu yang membedakan
antara ada peluang atau tidak ada peluang di balik
situasi yang berkembang.
Atau dengan kata
lain ada ‘hidden connecting’ (hubungan
terselubung) yang menghubungkan antara satu obyek
dengan obyek lain dan berpengaruh kuat terhadap kualitas
keputusan hidup dalam hal
identifikasi persoalan dan tindakan solusi.
Identifikasi masalah yang
dihasilkan dari
membaca intangible material dan hidden
connecting akan mengarah pada penemuan
fakta optimal yang berbeda dari kebanyakan orang
yang mendasarkan keputusan hidupnya pada ‘personal
feeling’ (perasaan pribadi) atau ‘rule
of habit’ (kebiasaan) masa lalu. Dengan
fakta optimal yang diperoleh maka bentuk
partikulasi persoalan menjadi jelas dan mudah untuk
dirumuskan skala prioritas penyelesaiannya. Pada tingkat
tindakan, keputusan yang didasarkan pada fakta optimal
kemungkinan besar akan menjadi
akhir dari masalah yang bisa berarti peluang.
Kalau tidak bisa langsung menjadi peluang, sedikitnya
keputusan itu menjadi tindakan penyelamat darurat,
tindakan adaptive atau tindakan korektif dari
keadaan. Ini berbeda dengan keputusan yang semata
didasarkan pada personal feeling atau rule of
habit masa lalu yang lebih banyak menggunakan
senjata kayu: mematahkan atau dipatahkan. Padahal
mematahkan bukan akhir dari persoalan begitu juga
dipatahkan.
|