INFORMASI PSIKOLOGI ONLINE
 
 



Anak & Balita
Remaja
Dewasa
Lanjut Usia
Keluarga
Pengembangan Karir
Sosial & Budaya
Wirausaha
Masalah Psikologis Dalam Organisasi
Manajemen SDM
Ruang Konseling
Komunitas
  Komentar Anda
     
  Tentang Kami
     
  Hubungi Kami
     
     
     
     
 

 



 

Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAPZA

Dalam percakapan sehari-hari, sering digunakan istilah narkotika, narkoba, NAZA maupun NAPZA. Secara umum, kesemua istilah itu mengacu pada pengertian yang kurang-lebih sama yaitu penggunaan zat-zat tertentu yang mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan ketergantungan (adiksi). Namun dari maraknya berbagai zat yang disalahgunakan di Indonesia akhir-akhir ini, penggunaan istilah narkotika saja kurang tepat karena tidak mencakup alkohol, nikotin dan kurang menegaskan sejumlah zat yang banyak dipakai di Indonesia yaitu zat psikotropika. Karena itu, istilah yang dianggap tepat untuk saat ini adalah NAPZA : narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Beberapa jenis NAPZA yang populer digunakan di Indonesia :

  • Putau : tergolong heroin yang sangat membuat ketergantungan, berbentuk bubuk.

  • Ganja : berisi zat kimia delta-9-tetra hidrokanbinol, berbentuk tanaman yang dikeringkan.

  • Shabu-shabu: kristal yang berisi methamphetamine.

  • Ekstasi: methylendioxy methamphetamine dalam bentuk tablet atau kapsul.

  • Pil BK, megadon dan obat-obat depresan sejenis.

Pada awalnya, zat-zat ini digunakan untuk tujuan medis seperti penghilang rasa sakit. Namun apabila zat-zat ini digunakan secara tetap, bukan untuk tujuan medis atau yang digunakan tanpa mengikuti dosis yang seharusnya, serta dapat menimbulkan kerusakan fisik, mental dan sikap hidup masyarakat, maka disebut penyalahgunaan NAPZA (drug abuse).

Salah satu sifat yang menyertai penyalahgunaan NAPZA adalah ketergantungan (addiction). Misalnya heroin yang ditemukan oleh Henrich Dresser tahun 1875, digunakan untuk menggantikan morfin dalam pembiusan karena diduga heroin tidak menimbulkan ketergantungan. Padahal – keduanya berasal dari opium – heroin justru menimbulkan ketergantungan yang sangat kuat. Sejarah juga menunjukkan bahwa banyak tentara Amerika pasca perang Vietnam menjadi ketergantungan heroin karena zat ini sering digunakan sebagai penghilang rasa sakit selama perang berlangsung.

Ciri-ciri ketergantungan NAPZA:

  • Keinginan yang tak tertahankan untuk mengkonsumsi salah satu atau lebih zat yang tergolong NAPZA.

  • Kecenderungan untuk menambah dosis sejalan dengan batas toleransi tubuh yang meningkat.

  • Ketergantungan psikis, yaitu apabila penggunaan NAPZA dihentikan akan menimbulkan kecemasan, depresi dan gejala psikis lain.

  • Ketergantungan fisik, yaitu apabila pemakaian dihentikan akan menimbulkan gejala fisik yang disebut gejala putus zat (withdrawal syndrome).(rt)

______________________


Copyright (c) 2000, e-psikologi.com. All rights reserved
Situs ini didesain oleh e-psikologi.com