INFORMASI PSIKOLOGI ONLINE
Home
 
 

Masalah Kita

>>Cinta pandangan pertama

>>Gimana sih mesti mulai?

Analisa Pakar

   >>Apa itu CINTA

Artikel Lain:

>>>Perilaku Konsumtif Remaja

>>>Perkelahian Pelajar

>>>Harga Diri Remaja

>>>Remaja dan Agama

>>>Perilaku Seksual Pranikah

>>>Remaja & Napza

>>>Remaja & Tokoh Idola

>>>Seputar Masalah Remaja

>>>Explorasi Diri Lewat Internet

>>>Gaya Hidup Remaja

Tentang Kami

Saran

 


Masalah & Solusi


Analisa Pakar  


Tanya:

Saya nih sedang suka sama cewek, tapi sebenarnya dia kakak kelas saya. Saya kelas satu SMU, dia kelas tiga. Dia tuh baek sekali sama saya, suka minjemin buku dan bilangin gimana ngadapin guru yang rese’. Gimana nih Kak, apa boleh saya pacaran sama cewek yang lebih tua? Terus satu pertanyaan lagi. Saya tuh gampang sekali suka sama cewek. Jatuh cinta pada pandangan pertama, gitu kali. Apakah hal ini wajar? Eh, terus satu pertanyaan lagi dong. Apakah di usia saya ini sudah wajar untuk pacaran?

I, 16 thn


Jawab:

Hallo I.

Seharusnya perbedaan usia tidak menjadi kendala untuk menciptakan hubungan yang sehat. Baik sebagai teman maupun dalam konteks pacaran dan pernikahan. Hanya saja kadang-kadang ada anggapan bahwa pria harus lebih tua (paling tidak seusia) dari pasangannya. Anggapan ini muncul biasanya karena sebab-sebab psikologis dan budaya.

Umumnya (jadi nggak harus semua), cewek secara psikologis lebih cepat matang, paling tidak emosinya. Hal ini menyebabkan pasangan yang lebih muda kadang-kadang tidak dapat menyamakan “ritme” emosinya. Sebab lainnya adalah karena ada tradisi bahwa pria merupakan kepala keluarga. Dianggap sewajarnyalah sebagai kepala keluarga pria lebih tua.

Nah, I. Sekali lagi apa yang saya sampaikan itu adalah anggapan. Jadi belum tentu benar. Tapi bisa juga benar, tergantung dari keyakinan dan pengalaman kamu. Menurut saya, yang penting sekarang ini kamu alami dulu segala macam pengalaman bergaul dan perasaan2 yang menyertainya. Terbuka saja terhadap banyak pengalaman, sambil terus mencari pandangan mana yang lebih cocok buat kamu. Terbuka juga dengan pertemanan dari berbagai macam usia, suku, agama, kondisi ekonomi dsb.

Terus mengenai ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ [cihuy, kayak di film2]. I, kamu taunya bahwa kamu jatuh cinta dari mana? Mungkin kamu tertarik oleh penampilan fisik dari yang kamu “jatuh cintai” itu. Dalam hal ini wajar saja bila seseorang tertarik pertama kali pada penampilan fisik [bukannya ada pepatahnya juga: dari mata… ke mana tuh?]. Tapi tidak berarti ketertarikan fisik sudah menandakan cinta [kamu baca deh artikel  tentang cinta]. Kadang2 memang seseorang mulai tertarik setelah melihat secara fisik. Tapi tidak selalu seperti itu. Ada juga yang sampai menikah setelah lama surat2an [atau imel atau chating], dan jatuh cinta sebelum melihatnya.

Jadi I, wajar saja kalau kamu tertarik dengan cewek pertama kali dari ciri2 fisiknya. Dan memang ada yang beranggapan bahwa ‘tertarik’ itu sudah sama dengan jatuh cinta. Nah, kamu sendiri bagaimana?

Mengenai usia pacaran, wah ini sulit. Sulitnya karena masing2 orang dan keluarga punya aturan dan batasan sendiri. Orang tua kamu sendiri gimana? Apa mereka melarang kamu pacaran? Belum lagi faktor ekonomi [emang pacaran murah J] dan pemanfaatan waktu belajar yang sering dijadikan alasan orang tua untuk melarang anaknya pacaran.

Kadang2 remaja seusia kamu ingin pacaran karena melihat teman2 lain sudah pacaran [atau juga dari televisi]. Nah ini yang berbahaya. Sebab sekedar ikut tren saja, tapi sebenarnya belum siap, justru akan menimbulkan masalah baru. Misalnya kalau lagi bertengkar dengan pacarnya gimana? Atau kalo putus, apa yang harus dilakukan? Nah, yang gini2 bisa membawa akibat jelek di masa mendatang.

Tapi menurut saya faktor yang penting untuk dipertimbangkan adalah kematangan kamu sendiri. Apakah kamu sudah menunjukkan sifat dan sikap sebagai seseorang yang sedang beranjak dewasa? Faktor lain yang juga penting adalah apakah hubungan itu sendiri [tentunya dengan pacar atau calon pacar itu] memiliki makna yang lebih? Pertanyaannya aneh ya [kalo udah ngerti pertanyaannya berarti kamu udah boleh mikirin pacaran].

Sudah dulu ya I. Jadi panjang sekali nih penjelasannya.

Salam,

Raymond Tambunan



Apa itu Cinta?

Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah,  kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Selengkapnya klik aja CINTA


 


Copyright (c) 2000, e-psikologi.com. All rights reserved
Situs ini didesain oleh e-psikologi.com