|
|
Otak
manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling
kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ
yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat
dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan
yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan
reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah
yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan
baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.
Menurut
MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang
seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one
brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian
pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik
dan yang ketiga adalah neokorteks.
Batang
otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil,
bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi
motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari
panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini
adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan
untuk mempertahankan spesies.
Disekeliling
batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks
dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak
manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu
menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori
dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur
bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan
darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh,
metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah
panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra
penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan,
penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini
disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.
Neokorteks
terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan
80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan
tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian
inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui
penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia.
Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran,
berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku
normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non
verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih
tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan
linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa,
musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.
|
|
|
Berdasarkan
kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola
dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu
dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori
tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan
kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku
tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa
individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik
cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki
karakteristik cara belajar yang lain.
Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa
individu memiliki salah satu karakteristik yang paling
menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang
sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk
menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu
menemukan metode belajar yang sesuai dengan
karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia
menjadi "pintar" sehingga kursus-kursus atau
pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan
lagi. Adapun
ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara
belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter
& Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:
|