| |
Strategi
Coping
|
| |
Oleh: Zainun
Mu'tadin, SPsi., MSi.
|
|
|
Jakarta,
22 Juli 2002
|
|
|
Strategi
coping menunjuk pada berbagai upaya , baik mental maupun
perilaku, untuk menguasai, mentoleransi,
mengurangi, atau minimalisasikan suatu situasi atau
kejadian yang penuh tekanan. Dengan perkataan lain
strategi coping merupakan suatu proses dimana individu
berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres
yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya
dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku
guna memperoleh rasa aman dalam dirinya.
|
|
|
Jenis
Strategi Coping
|
|
|
Para
ahli menggolongkan dua strategi coping yang biasanya
digunakan oleh individu, yaitu: problem-solving
focused coping, dimana individu secara aktif mencari penyelesaian
dari masalah untuk
menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan
stres; dan emotion-focused coping, dimana individu
melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam
rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan
diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh
tekanan. Hasil penelitian membuktikan bahwa
individu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi
berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang
lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman,
1984). Faktor yang menentukan
strategi mana yang paling banyak atau sering digunakan
sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan
sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah
yang dialaminya. Contoh: seseorang cenderung menggunakan
problem-solving focused coping dalam menghadapai masalah-masalah
yang menurutnya bisa dikontrol seperti masalah yang
berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan; sebaliknya ia
akan cenderung menggunakan strategi emotion-focused
coping ketika dihadapkan pada masalah-masalah yang
menurutnya sulit dikontrol seperti masalah-masalah yang
berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat seperti
kanker atau Aids.
|
|
|
Hampir senada
dengan penggolongan jenis coping seperti dikemukakan
di atas, dalam literatur tentang coping juga dikenal
dua strategi coping ,yaitu active & avoidant
coping strategi (Lazarus mengkategorikan menjadi
Direct Action & Palliative). Active coping merupakan strategi yang
dirancang untuk mengubah cara pandang individu
terhadap sumber stres, sementara avoidant coping
merupakan strategi yang dilakukan individu untuk
menjauhkan diri dari sumber stres dengan cara
melakukan suatu aktivitas atau menarik diri dari suatu
kegiatan atau situasi yang berpotensi menimbulkan stres. Apa
yang dilakukan individu pada avoidant coping strategi
sebenarnya merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan
diri (lihat artikel: Mengenal
Mekanisme Pertahanan Diri)
yang sebenarnya dapat
menimbulkan dampak negatif bagi individu karena cepat
atau lambat permasalahan yang ada haruslah
diselesaikan oleh yang bersangkutan. Permasalahan akan
semakin menjadi lebih rumit jika mekanisme pertahanan
diri tersebut justru menuntut kebutuhan energi dan
menambah kepekaan terhadap ancaman.
|
|
|
Faktor
yang Mempengaruhi Strategi Coping
|
|
|
Cara individu menangani situasi
yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya
individu yang meliputi kesehatan fisik/energi,
keterampilan memecahkan masalah, keterampilan sosial dan
dukungan sosial dan materi.
|
|
|
a.
|
Kesehatan
Fisik
|
|
|
|
Kesehatan
merupakan hal yang penting, karena selama dalam usaha
mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan
tenaga yang cukup besar
|
|
|
b.
|
Keyakinan
atau pandangan positif
|
|
|
|
Keyakinan
menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting,
seperti keyakinan akan nasib (eksternal locus of
control) yang mengerahkan individu pada penilaian
ketidakberdayaan (helplessness) yang akan
menurunkan kemampuan strategi coping tipe : problem-solving
focused coping
|
|
|
c.
|
Keterampilan
Memecahkan masalah
|
|
|
|
Keterampilan
ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi,
menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dengan
tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian
mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan
hasil yang ingin dicapai, dan pada akhirnya melaksanakan
rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat.
|
|
|
d.
|
Keterampilan
sosial
|
|
|
|
Keterampilan
ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan
bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan
nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat.
|
|
|
e.
|
Dukungan
sosial
|
|
|
|
Dukungan
ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan
emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang
tua, anggota keluarga lain, saudara, teman, dan
lingkungan masyarakat sekitarnya
|
|
|
f.
|
Materi
|
|
|
|
Dukungan
ini meliputi sumber daya daya berupa uang, barang barang
atau layanan yang biasanya dapat dibeli. (jp)
|
|
|
|
|
| |
_________________________
|