| |
Mengembangkan
Ketrampilan Sosial pada Remaja
|
| |
Oleh:
Zainun Mu'tadin, SPsi.,
MSi.
|
|
|
Jakarta,
6 Agustus 2002
|
|
|
Sebagai
makhluk sosial, individu dituntut untuk mampu mengatasi
segala permasalahan
yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan
lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai
dengan aturan atau norma yang berlaku. Oleh karena itu
setiap individu dituntut untuk menguasai
ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian
diri terhadap lingkungan sekitarnya.
Ketrampilan-ketrampilan tersebut biasanya disebut
sebagai aspek psikososial. Ketrampilan tersebut harus
mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya
dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk
bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya,
memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan
anak, dsb. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut
sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi
tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat
berkembang secara normal dan sehat.
|
|
|
Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi
semakin penting dan krusial manakala anak sudah
menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan karena pada
masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang
lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan
sosial akan sangat menentukan. Kegagalan remaja dalam
menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan
menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa
rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung
berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial
ataupun anti sosial), dan
bahkan dalam
perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan
terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan
kriminal, tindakan kekerasan, dsb.
|
|
|
Berdasarkan
kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja
untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan
sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri.
Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal
tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus
diperhatikan.
|
|
|
Delapan
Aspek
|
|
|
Salah satu tugas
perkembangan yang harus dikuasai remaja yang
berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan
remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial
skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan
kehidupan sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial
tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin
hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri
& orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan
dari orang lain, memberi atau menerima feedback, memberi
atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan
yang berlaku, dsb. Apabila keterampilan sosial dapat
dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Hal
ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu
mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal.
|
|
|
Menurut hasil studi Davis
dan Forsythe (1984), dalam kehidupan remaja terdapat
delapan aspek yang menuntut keterampilan sosial (social
skills) yaitu:
|
|
|
-
Keluarga
-
Lingkungan
-
Kepribadian
-
Rekreasi
-
Pergaulan
dengan lawan jenis
-
Pendidikan/sekolah
-
Persahabatan
dan solidaritas kelompok
-
Lapangan
kerja
|
|
|
Beberapa
Saran
|
|
|
Dalam
pengembangan aspek psikososial remaja, maka delapan
aspek yang menuntut ketrampilan sosial remaja harus
dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan kondisi yang kondusif. Di bawah ini adalah
beberapa saran yang mungkin berguna bagi pengembangan
aspek psikososial remaja:
|
|
|
1.
|
Keluarga
|
|
|
|
Keluarga
merupakan tempat pertama dan utama bagi anak dalam
mendapatkan pendidikan. Kepuasan psikis yang diperoleh
anak dalam keluarga akan sangat menentukan bagaimana ia
akan bereaksi terhadap lingkungan. Anak-anak yang
dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis atau broken
home dimana anak tidak mendapatkan kepuasan
psikis yang cukup maka anak akan sulit mengembangkan
ketrampilan sosialnya. Hal ini dapat terlihat dari:
|
|
|
|
-
kurang
adanya saling pengertian (low
mutual understanding)
-
kurang
mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan orangtua dan
saudara
-
kurang
mampu berkomunikasi secara sehat
-
kurang
mampu mandiri
-
kurang
mampu memberi dan menerima sesama saudara
-
kurang
mampu bekerjasama
-
kurang
mampu mengadakan hubungan yang baik
|
|
|
|
Dengan
memperhatikan hal-hal tersebut diatas maka amatlah
penting bagi orangtua untuk menjaga agar keluarga tetap
harmonis. Kehramonisan dalam hal ini tidaklah selalu
identik dengan adanya orangtua utuh (Ayah dan Ibu),
sebab dalam banyak kasus orangtua single terbukti
dapat berfungsi efektif dalam membantu perkembangan
psikososial anak. Hal yang paling penting diperhatikan
oleh orangtua adalah menciptakan suasana yang demokratis
di dalam keluarga sehingga remaja dapat menjalin
komunikasi yang baik dengan orangtua maupun
saudara-saudaranya. Dengan adanya
komunikasi timbal balik antara anak dan orang tua maka
segala konflik yang timbul akan mudah diatasi.
Sebaliknya komunikasi yang kaku, dingin, terbatas,
menekan, penuh otoritas, dsb. hanya akan memunculkan
berbagai konflik yang
berkepanjangan sehingga suasana menjadi tegang, panas,
emosional, sehingga dapat menyebabkan hubungan sosial
antara satu sama lain menjadi rusak.
|
|
|
2.
|
Lingkungan
|
|
|
|
Sejak dini
anak-anak harus sudah diperkenalkan dengan lingkungan.
Lingkungan dalam batasan ini meliputi lingkungan fisik (rumah,
pekarangan) dan lingkungan sosial (tetangga), lingkungan
juga meliputi lingkungan keluarga(keluarga primer &
sekunder), lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat
luas. Dengan pengenalan lingkungan maka sejak dini anak
sudah mengetahui bahwa dia memiliki lingkungan sosial
yang luas, tidak hanya terdiri dari orangtua, saudara,
atau kakek dan nenek saja.
|
|
|
3.
|
Kepribadian
|
|
|
|
Secara umum penampilan
sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian
seseorang, namun sebenarnya tidak. Karena apa yang
tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya
(bukan aku yang sebenarnya). Dalam hal ini amatlah
penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang
berdasarkan penampilan semata, sehingga orang yang
memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan.
Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman
nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang
lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi
atau penampilan.
|
|
|
4.
|
Rekreasi
|
|
|
|
Rekreasi merupakan kebutuhan
sekunder yang sebaiknya dapat terpenuhi. Dengan rekreasi
seseorang akan merasa mendapat
kesegaran baik fisik maupun psikis, sehingga
terlepas dari rasa capai, bosan, monoton serta
mendapatkan semangat baru.
|
|
|
5.
|
Pergaulan
dengan Lawan Jenis
|
|
|
|
Untuk dapat menjalankan
peran menurut jenis kelamin, maka anak dan remaja
seyogyanya tidak dibatasi pergaulannya hanya dengan
teman-teman yang memiliki jenis kelamin yang sama.
Pergaulan dengan lawan jenis akan memudahkan anak dalam
mengidentifikasi sex role behavior yang
menjadi sangat penting dalam persiapan berkeluarga
maupun berkeluarga.
|
|
|
6.
|
Pendidikan
|
|
|
|
Pada dasarkan sekolah
mengajarkan berbagai ketrampilan kepada anak. Salahsatu
ketrampilan tersebut adalah ketrampilan-ketrampilan
sosial yang dikaitkan dengan cara-cara belajar yang
efisien dan berbagai teknik belajar sesuai dengan jenis
pelajarannya. Dalam hal ini peran orangtua adalah
menjaga agar ketrampilan-ketrampilan tersebut tetap
dimiliki oleh anak atau remaja dan dikembangkan
terus-menerus sesuai tahap perkembangannya.
|
|
|
7.
|
Persahabatan
dan Solidaritas Kelompok
|
|
|
|
Pada
masa remaja peran kelompok dan teman-teman amatlah besar.
Seringkali remaja bahkan lebih mementingkan urusan
kelompok dibandingkan urusan dengan keluarganya. Hal
tersebut merupakan suatu yang normal sejauh kegiatan
yang dilakukan remaja dan kelompoknya bertujuan positif
dan tidak merugikan orang lain. Dalam hal ini orangtua
perlu memberikan dukungan sekaligus pengawasan agar
remaja dapat memiliki pergaulan yang luas dan bermanfaat
bagi perkembangan psikososialnya.
|
|
|
8.
|
Lapangan
Kerja
|
| |
|
Cepat
atau lambat, setiap orang pasti akan menghadapi dunia
kerja. Keterampilan sosial untuk
memilih lapangan kerja sebenarnya telah disiapkan sejak
anak masuk sekolah dasar. Melalui berbagai pelajaran
disekolah mereka telah mengenal berbagai lapangan
pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Setelah masuk SMU
mereka mendapat bimbingan karier untuk mengarahkan
karier masa depan. Dengan memahami lapangan kerja
dan ketrampilan-ketrampilan sosial yang dibutuhkan maka
remaja yang terpaksa tidak dapat melanjutkan sekolah ke
Perguruan Tinggi akan dapat menyiapkan untuk bekerja.
|
|
|
9.
|
Meningkatkan Kemampuan
Penyesuaian Diri.
|
|
|
|
Untuk membantu tumbuhnya
kemampuan penyesuaian diri, maka sejak awal anak
diajarkan untuk lebih memahami dirinya sendiri (kelebihan
dan kekurangannya) agar ia mampu mengendalikan dirinya
sehingga dapat bereaksi secara wajar dan normatif.
Agar anak dan remaja mudah menyesuaikanan diri dengan
kelompok, maka tugas orang tua/pendidik adalah membekali
diri anak dengan membiasakannya untuk menerima dirinya,
menerima orang lain, tahu dan mau mengakui kesalahannya,
dsb. Dengan cara ini, remaja tidak akan terkejut
menerima kritik atau umpan balik dari orang lain/kelompok,
mudah membaur dalam kelompok dan memiliki solidaritas
yang tinggi sehingga mudah
diterima oleh orang lain/kelompok.
Selain
itu anak harus diajarkan sejak dini untuk dapat memilih prioritas
tugas-tugas yang harus segera diatasi, bukan menunda
atau mengalihkan perhatian pada tugas yang lain. Karena
itu sejak awal sebaiknya orang tua atau pendidik telah
memberikan bekal agar anak dapat memilih mana yang
penting dan mana yang kurang penting melalui pendidikan
disiplin, tata tertib dan etika.
|
|
|
Kami
yakin masih banyak cara-cara lain yang bisa dipergunakan
untuk meningkatkan ketrampilan sosial dan kemampuan
penyesuaian diri remaja. Anda pun bebas memilih
cara-cara yang tepat sesuai dengan kebutuhan remaja anda.
Satu hal yang harus selalu kita ingat adalah bahwa
dengan membantu remaja dalam mengembangkan ketrampilan
sosial berarti kita telah membantu mereka dalam
menemukan dirinya sendiri sehingga mampu berperilaku
sesuai norma yang berlaku. Semoga bermanfaat. (jp)
|
| |
_____________________
|