|

|
Kiat
Mendapatkan Pekerjaan
|
|
|
Oleh
Johanes
Papu
|
|
|
Team
e-psikologi
|
|
|
Jakarta,
20 Agustus 2002
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Melamar
pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang
gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya
mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil
wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya
ada pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat
lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali
namun tidak kunjung diterima bekerja. Dalam banyak
kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali
bukan jaminan untuk bisa diterima bekerja. Orang-orang
yang termasuk dalam kelompok terakhir yang sudah
mengirimkan puluhan surat lamaran tetapi tidak kunjung
diterima bekerja seringkali menjadi frustrasi
dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan semangat
untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mereka cenderung
menjadi penganggur dan memiliki konsep diri yang
negatif.
|
|
|
Demi
menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi
frustrasi maka ada beberapa hal yang harus dipahami
dan dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja.
Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain
dalam hidup ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan
suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri.
Hanya orang-orang yang menyadari hal inilah yang akan
mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut
Hyper-kompetisi) dalam mendapatkan pekerjaan.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pencari
kerja, seperti dikutip dari monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:
|
|
|
1.
|
Pemahaman
terhadap Proses Pencarian Pekerja
|
|
|
|
Pemahaman
yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan
sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar dari
rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan
dipahami pencari kerja misalnya:
|
|
|
|
-
Pencarian
pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri
sendiri dan talenta yang dimiliki
-
Mengetahui
dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat
memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
-
Mencari
pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi
perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
-
Buat
rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak
harus diikuti secara kaku
-
Mencari
pekerjaan harus pantang menyerah
|
|
|
2.
|
Kenali
Diri Anda Sendiri
|
|
|
|
Identifikasi
kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan
dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal tersebut
maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan
jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang
akan anda pilih.
|
|
|
3.
|
Tentukan
Tujuan Karir Anda
|
|
|
|
Putuskan
jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa
yang cocok bagi anda, dan bila perlu tentukan juga
lokasi atau area dimana anda akan bekerja.
|
|
|
4.
|
Buatlah
Career Portfolio
|
|
|
|
Buatlah
career portfolio anda dengan menyiapkan
dokumen-dokumen pelengkap seperti:
|
|
|
|
-
Surat
Lamaran (baca juga artikel: Menulis
Surat Lamaran Kerja)
-
Resume
(baca juga artikel: Membuat
Resume)
-
Surat
Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
-
Transkrip
Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
-
Kartu
Nama (jika ada)
|
|
|
5.
|
Perluas
Jaringan
|
|
|
|
Mencari
pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam
hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking
untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan
tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda.
Anda bisa bekerjasama dengan teman, anggota keluarga
atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai
informasi yang dibutuhkan. Semakin luas networking
maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk
mendapatkan pekerjaan atau setidaknya akan banyak
peluang lowongan kerja yang tersedia. (baca juga
artikel: Networking
dan Usaha Mendapatkan Pekerjaan)
|
|
|
6.
|
Kenali
Tempat / Perusahaan yang Dilamar
|
|
|
|
Kenyataan
pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK
atau para pencari kerja yang "ditipu" oleh
si pemberi pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi
anda sebelum mengirimkan surat lamaran pekerjaan.
Artinya jangan sampai anda melamar di perusahaan yang
kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang
paling mudah dilakukan untuk mengenali perusahaan /
pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi
secara rinci tentang perusahaan yang menyediakan
lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan
finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang
ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa
pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan
kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda
boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda
melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media
massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang
diterbitkan di media massa yang sudah terpercaya. Dan
untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile
perusahaan pemberi pekerjaan.
|
|
|
7.
|
Melamar
|
|
|
|
Melamar
pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh
karena itu pencari kerja harus benar-benar
mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan
lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang sama
setiap kali anda melamar pekerjaan. (baca juga artikel:
Menulis
Surat Lamaran Kerja
dan Membuat
Resume)
|
|
|
8.
|
Wawancara
Kerja
|
|
|
|
Wawancara
kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke
"gerbang perusahaan". Artinya jika anda
sudah memasuki tahap wawancara kerja maka anda
memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan
dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi anda
secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja
harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi
wawancara kerja. (baca juga artikel: Menyiasati
Wawancara Kerja)
|
|
|
9.
|
Menerima
atau Menolak Tawaran Pekerjaan
|
|
|
|
Seperti
yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah
gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis yang
akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima
atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa
mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit,
namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa
ditolak sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan.
Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang
terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka lakukan hal
tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak
menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang
anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran
kerja maka sampaikan rasa terima kasih penghargaan
atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut
dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kerja
serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan
sebelum mulai bekerja.
|
|
|
10.
|
Evaluasi
Proses
|
|
|
|
Jika
anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski
sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda
perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan.
Tanyakan pada diri anda sendiri:
|
|
|
|
-
Apakah
saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan
perlu dilakukan?
-
Seberapa
jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah
di atas?
-
Hal-hal
apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada
hal lain yang kurang?
|
|
|
|
Jika
memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan
meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang
optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada
orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau
psikolog. Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa
mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan
anda mendapatkan pekerjaan.
|
|
|
Dengan
pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian
pekerjaan diharapkan individu memiliki ketahanan diri
dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil
memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan
manfaat bagi anda semua yang saat ini sedang mencari
pekerjaan. Selamat mencoba. (jp)
|
|
_____________________________
|