|
Butuh
Strategi
Penyiasatan yang perlu kita lakukan untuk
mempercepat proses itu mencakup dua hal, yaitu: a)
Strategi teknis, dan b) Strategi non-teknis. Di
antara strategi teknis itu misalnya:
1.
Perlu memperbaiki penulisan surat lamaran
Ada pengalaman sedikit yang mungkin bisa diajadikan
pelajaran, yaitu soal mengisi formulir. Meski semua
orang pada dasarnya bisa mengisi apa yang diminta
dalam formulir tetapi prakteknya tidak sedikit dari
kita yang tidak mau dan tidak mampu, katakanlah di
sini misalnya tinggi dan berat badan, berkacatama
atau tidak, dan lain-lain. Bagi kita mungkin ini
tidak penting tetapi bagi para pengambil keputusan,
bisa jadi ini penting. Ketika yang diminta itu
kosong, pengambil keputusan biasanya tidak mau ambil
pusing soal itu. Lain soal jika jumlah pelamarnya
sedikit.
Itu contoh kecil. Maksud saya, meski yang
kita butuhkan adalah pekerjaan, tetapi hendaknya
kita juga perlu memperbaiki perantara atau instrumen
yang berlaku untuk mendapatkan pekerjaan itu.
Perantara yang sangat penting di sini adalah
seperangkat surat lamaran yang berisi antara lain:
surat lamaran, CV atau resume, ijasah, sertifikat,
dan lain-lain.
Kita perlu sadar bahwa meski semua orang
bisa menulis surat lamaran, tetapi soal kualitas
fisik dan isinya bermacam-macam. Ada yang baik,
menarik, dan OK punya, tetapi ada yang terkesan
asal-asalan. Tugas kita di sini adalah memperbaiki
tampilan fisiknya dan isinya. Untuk ini, ada banyak
cara dan petunjuk. Anda bisa membaca artikel tentang
ini di website ini, bisa melihat di buku, bisa
mencontoh dari orang-orang yang anda kenal. Intinya,
jangan sampai menimbulkan kesan asal-asalan atau
tidak lengkap.
2.
Perlu memperbanyak cara.
Dalam situasi yang sulit seperti ini,
mungkin lebih tepat kalau kita menggunakan “Hukum
Kemungkinan”. Artinya, semakin banyak cara yang kita
tempuh, berarti semakin besar kemungkinannya.
Semakin sedikit cara yang kita tempuh, berarti
semakin kecil kemungkinannya. Sekedar untuk
menyebutkan cara itu, misalnya: melalui iklan di
media cetak, melalui iklan di media elektronik,
on-line, melalui pameran, melalui orang (jaringan),
atau melalui perusahaan.
Saya ingin memberi catatan sedikit tentang
dua cara yang terakhir. Sejauh yang selama ini kerap
kita lihat, melamar pekerjaan melalui orang atau
jaringan memang jauh lebih efektif dan efisien.
Terlepas di situ ada KKN-nya atau tidak, tetapi cara
ini akan menempatkan kita menjadi orang “khusus”.
Konon, di Amerika yang tidak seruwet di kita dalam
hal mencari kerja, 60 % para pekerja mendapatkan
pekerjaan dari networking atau dari mulut ke
mulut.
Yang menjadi soal adalah, bagaimana cara
mendapatkan orang yang menolong kita itu? Ada tip
sedikit yang bisa kita jalankan. Pertama,
cara langsung. Anda bisa menanyakan langsung kepada
orang yang sudah anda kenal seputar lowongan
pekerjaan. Kedua, cara yang tidak langsung.
Anda bisa menanyakan soal lowongan dari orang yang
dikenal oleh orang yang anda kenal. Ketiga,
memperbaiki dan memperjelas profile.
Bagaimana dengan melalui perusahaan jasa
rekrutmen atau konsultan? Ini juga bagus. Saya kira
sekarang ini sudah mulai banyak perusahaan yang
bergerak di bidang rekrutmen, seleksi dan penempatan.
Ada yang bisa pakai on-line, pakai sms,
atau datang langsung. Khusus untuk penempatan dalam
negeri, biasanya pihak perusahaan tidak meminta yang
macam-macam dari pelamar selain seperangkat surat
lamaran. Lain soal untuk yang di luar negeri.
3.
Perlu memperbanyak sasaran yang relevan.
Di era sekarang ini sudah banyak jenis
usaha atau pekerjaan yang tidak ada sekolahnya atau
yang tidak ada jurusannya, khususnya industri jasa.
Karena itu, akan lebih tepat kalau kita tidak
terpaku hanya melamar pekerjaan atau profesi yang
sesuai dengan later belakang pendidikan. Asalkan ada
keterkaitan dan anda tahu anda bisa, tidak ada
salahnya juga anda mengajukan diri.
4.
Perlu memperbanyak sumber informasi
Sebagian besar informasi lowongan kerja
itu tidak ter-publikasikan ke umum. Yang kita baca
di koran, di majalah, di tempat-tempat umum itu
hanya sebagian kecilnya saja. Karena itu dibutuhkan
kemampuan mencari informasi yang baik. Untuk
memiliki kemampuan ini memang mau tidak mau harus
banyak membaca, bertanya, bergaul, menyelidiki, atau
masuk komunitas tertentu.
5.
Perlu menambah keahlian yang supportive / yang
relevan
Ini terkait dengan kecepatan. Kalau anda
lulusan perhotelan dan anda juga punya penguasaan
bahasa asing yang bagus, ini nilainya beda dengan
ketika anda hanya tahu soal hotel. Akan lebih bagus
lagi kalau anda juga tahu soal komputer,
transportasi, dan lain-lain. Artinya, semakin banyak
anda melengkapi keahlian utama dengan keahlian
pendukung, semakin cepat anda mendapatkan pekerjaan.
Langkah anda menjadi semakin luas. Inilah yang
disebut dengan memperbaiki profile itu.
Yang tak kalah pentingnya di sini adalah
memperkuat keimanan pada Tuhan. Ini salah satu
masalah non-teknis yang perlu kita perbaiki.
Keimanan terkait dengan sejauhmana kita sanggup
melakukan upaya pencarian yang terus menerus sampai
dapat. |