Depresi
dan penyakit Jantung
Penelitian
mengungkapkan, depresi ternyata berhubungan dengan
penyakit jantung baik pada pria maupun wanita. Tetapi
hasil penelitian belum bisa menjelaskan mengapa wanita
tidak memiliki kecenderungan meninggal akibat penyakit
jantung.
Hubungan
antara penyakit jantung dengan depresi masih ditelaah
dalam penelitian lainnya. Laporan dari Ohio State
University mengatakan, penelitian ini adalah yang
pertama yang mendemonstrasikan bahwa wanita yang
mengalami depresi tidak mempunyai kecenderungan bisa
meninggal akibat penyakit jantung dibanding wanita yang
tidak mendapat depresi.
Laporan
yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine
ini didasarkan pada data 5007 wanita dan 2886 pria yang
terlibat dalam penelitian bertahun-tahun. Para responden
ini tidak mempunyai penyakit jantung sejak 1982 sampai
1984 ketika penelitian dimulai, tetapi telah dievaluasi
menderita depresi.
Mereka
diikuti terus perkembangaannya sampai penelitian ini
berakhir pada 1992. Penulis penelitian menyatakan,
wanita yang menderita depresi memiliki 73 persen resiko
lebih tinggi mengidap penyakit jantung dan kelainan
jantung lainnya dibanding wanita yang tidak terkena
depresi, tetapi resiko mereka tidak bertambah untuk
meninggal akibat penyakit jantung.
Pria
yang menderita depresi mendapat 71 persen resiko lebih
tinggi untuk mendapat masalah penyakit jantung dan 2,34
kali mendapat kemungkinan meninggal akibat penyakit
jantung dibanding pria yang tidak menderita depresi.
"Belum
jelas mengapa depresi berhubungan dengan kasus penyakit
jantung koroner tetapi tidak menyebabkan kematian pada
wanita," ungkap hasil penelitian.
Secara
keseluruhan hubungan antara depresi dan penyakit jantung
muncul dan berhubungan dengan sejumlah faktor, termasuk
fakta bahwa orang yang menderita depresi cenderung lebih
suka merokok, memiliki tekanan darah tinggi dan
mempunyai banyak masalah lainnya dengan tidak teraturnya
detak jantung.(Sumber: Kompas)
____________________________
|