Bagaimana
Menangani Depresi
Apakah
Anda menghadapi masalah dalam menangani emosi Anda, atau
kolega Anda yang seolah sedang berbeban berat?
Bagaimanapun juga akan lebih baik jika masalah depresi
ini mendapat perhatian dan penanganan yang serius agar
tidak berkepanjangan. Karena, depresi yang
berkepanjangan selain akan menyebabkan gangguan
kesehatan mental yang lebih fatal pada individu yang
bermasalah, juga bisa mempengaruhi kinerja dan
atmosphere organisasi dan lingkungan tempatnya berdiam.
Yang
perlu Anda perhatikan dalam menangani masalah depresi
adalah adanya komitmen dan persistensi untuk
menyelesaikannya. Tanpa dua hal tersebut setiap individu
akan menemui jalan buntu hingga akhirnya malah menambah
problema emosi, perasaan gagal dan bersalah muncul dalam
benak Anda. Anda semakin merasa pesimis akan hidup dan
masa depan Anda.
Ada
berbagai cara penanganan yang dapat diterapkan pada
masalah depresi ini. Berbagai metode penanganan atau
terapi secara medis maupun psikologis amatlah bermanfaat
untuk mengurangi bahkan menghilangkan masalah depresi
dari kehidupan Anda.
Pada siapa
Anda bisa memperoleh bantuan secara profesional?
Masalah
depresi di Indonesia sudah merupakan masalah umum, namun
belum banyak dibahas atau pun mendapat perhatian maupun
penanganan yang memadai karena keterbatasan pengetahuan
ataupun ketiadaan sarana. Banyak penderita yang akhirnya
tenggelam dalam situasi yang menjerumuskannya lebih
dalam pada masalah gangguan kepribadian.
Permasalahan
yang sering terjadi adalah individu yang mengalami
depresi seringkali memilih untuk menyimpan sendiri beban
pikiran dan perasaannya. Hal yang mendorong mereka untuk
berbuat demikian adalah karena mereka tidak ingin dicap
"bermasalah". Seperti halnya para profesional
yang sangat menomorsatukan masalah produktivitas,
kemandirian, prestasi, keteguhan, kestabilan dan
keberanian. Ada kecenderungan untuk menyembunyikan
masalah agar image yang selama ini sudah melekat pada
diri mereka jadi "luntur". Padahal pada
perusahaan-perusahaan tertentu ada yang menyediakan
sarana atau fasilitas pelayanan konseling atau terapi
khusus bagi karyawannya yang sedang mengalami masalah;
biasanya bentuk fasilitas itu dinamakan Employee
Assistance Program. Masalahnya, di Indonesia belum
banyak kesadaran atau pun inisiatif untuk mencari
dukungan atau bantuan profesional dari orang-orang
seperti psikolog, konselor maupun psikiater. Masih
terdapat asumsi yang keliru dan tak beralasan, bahwa
"psikolog, konselor ataupun psikiater adalah khusus
bagi individu yang sudah mengalami gangguan kejiwaan
berat"; jadi kalau mereka mendatangi psikolog,
takut dicap "gila" lah atau "kurang beres".
____________________________
|