| |
Dampak
Depresi
Sudah banyak
penelitian yang menyatakan bahwa depresi biasanya akan
disertai dengan penyakit fisik, seperti asma, jantung
koroner, sakit kepala dan maag. Menurut seorang ahli
yang juga penulis buku, yaitu Phillip Rice, depresi
akan meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit
karena kondisi depresi cenderung meningkatkan sirkulasi
adrenalin dan kortisol sehingga menurunkan tingkat
kekebalan tubuhnya. Selain itu, penyakit mudah hinggap
karena orang yang terkena depresi sering kehilangan
nafsu makan, kebiasaan makannya jadi berubah (terlalu
banyak makan atau sulit makan), kurang berolah raga,
mudah lelah dan sulit tidur.
Ada pula
kasus lain, dimana depresi tidak menyebabkan penyakit,
tetapi justru penyakit berkepanjangan yang tak kunjung
sembuh justru akhirnya menyebabkan penderitanya merasa
depresi. Contoh kasus adalah depresi yang dialami
penderita kanker, asma, sakit punggung yang biasanya
berlangsung bertahun-tahun.
Selain penurunan daya tahan
tubuh, depresi dipandang cukup berbahaya bagi kesehatan
psikis dan fisik karena bisa menyebabkan penurunan
fungsi kognitif, emosi dan produktivitas pada individu
yang mengalami depresi,
Dampak dari depresi yang dialami
oleh satu orang akan mempengaruhi keseimbangan dari
"lingkungannya". Seperti halnya jika kita
terserang flu, maka seluruh tubuh kita merasa lemas dan
tidak enak. Bukan hanya itu, orang lain yang ada di
sekitar juga berpotensi tertular oleh penyakit. Menurut
Miner (1992), seorang profesor dari The State University
di New York, di dalam konteks organisasi situasi
demikian dikenal dengan konsep The Sick
Organization.
Sebab, seorang karyawan yang mengalami gangguan
emosional seperti hanya depresi, akan membawa implikasi
tidak hanya pada pada kinerja dan kepuasan kerja nya
sendiri melainkan juga pada kinerja dan atmosphere
organisasi.
____________________________
|