|
KOMENTAR
PEMBACA
| Dari |
:
|
Ade Shalahudin
|
| Tanggal |
:
|
Monday, December 23,
2002 7:39 PM
|
| Judul
Artikel |
:
|
Emotional
Intelligence
|
| Komentar |
:
|
Perlu diketahui
EI bukanlah temuan orisinil Goleman.
Motivasi sendiri sebenarnya bukan bagian dari emosi.
5 Hal yang disebutkan sebagai komponen, rasanya kurang
tepat.5 hal tersebut lebih pas disebut sebagai
dimensi. Kalau komponen kesannya yang membentuk. Sama
artinya dengan elemen atau unsur.
Ada hal yang perlu ditekankan dalam konsep EI. EI
adalah merupakan suatu kapasitas yang mengalami
perubahan sesuai usia perkembangan dan pengaruh faktor
lingkungan. Jadi seharusnya ada suatu norma khusus
mengenai tingkat kecerdasan emosional yang terikat
dengan faktor usia dan budaya.
Misalnya, seorang remaja yang merasa bingung mengenali
emosi dirinya tentu bisa ditolerir. Karena
perkembangan pada masa ini memiliki intensitas konflik
psikologis dan identitas yang lebih tinggi.
Atau seseorang muslim yang menolak memeluk orang lain
(terutama lawan jenis), tidak bisa dibilang memiliki
kemampuan ekspresi emosi yang rendah karena hal
tersebut berkaitan dengan belief tertentu.
Hal-hal seperti itu yang terkadang kurang terekspos
dalam pembahasan mengenai EI. Sepertinya Goleman telah
berhasil memberikan dogma kepada setiap pembaca dan
pengagum EI.
|
| |
|
|
| Dari |
:
|
Mohammad Suhendar
|
| Tanggal |
:
|
Monday, December 16,
2002 6:12 PM
|
| Judul
Artikel |
:
|
Motivasi Karyawan
|
| Komentar |
:
|
Dengan Hormat
Saat ini sedikit
sekali bahkan sangat kurang pelatihan mengenai
pengetahuan terhadap aspek-aspek manusia dilihat dari
sudut psikologi, itulah barangkali yang banyak membuat
terjadinya kegagalan dalam pencapaian kinerja usaha
meskipun dalam soal teknis sudah banyak dilakukan
pelatihan-pelatihan.
Wassalam
|
| |
|
|
| Dari |
:
|
Susanto Salim
|
| Tanggal |
:
|
Wednesday, November 07, 2001 3:42 PM
|
| Judul Artikel |
:
|
Depresi
|
| Komentar |
:
|
Salam,
Saya membaca artikel di situs Anda tentang
depresi,artikel yang sangat menarik dan bermanfaat.
Beberapa saat yang lalu saya juga sempat baca-baca di
situs NIMH (National Institute of Mental Health) soal hal
serupa. Secara umum saya rasa isinya mirip-mirip, tapi spiritnya mungkin yang agak
berbeda. NIMH menekankan bahwa depresi adalah
suatu penyakit yang bisa disembuhkan. Dan
bila orang depresi bukan berarti ia lemah, gagal, atau
kurang berusaha, tapi itu berarti ia butuh pengobatan.
(orang normal bisa kena depresi, kadang depresi timbul
tanpa sebab yang jelas).
Saya kira ini sangat meng-encourage orang-orang yang
merasa depresi untuk mengambil langkah selanjutnya,
yaitu menghubungi orang yang kompeten. Dan
menghindari kemungkinan menyalahkan diri sendiri lebih
lanjut.
Sekedar saran saya, mungkin hal yang sama bisa
ditambahkan juga dalam
artikel di situs Anda.
Last but not least, senang bisa menemukan situs
informasi berbahasa Indonesia, sehingga lebih mudah
dimengerti. (tidak perlu buka-buka kamus :-))
Trims,
-santo
|
|