 |
|
| |
Usia
Muda dan Gangguan Karir
|
| |
Oleh
Johanes
Papu
|
| |
Team
e-psikologi
|
| |
Jakarta,
30 Agustus 2002
|
| |
Jeff
bekerja sebagai seorang konsultan IT di sebuah
perusahaan yang sangat ternama di Jakarta. Jeff adalah
seorang professional berusia muda berotak cemerlang dan
menyandang gelar Magister dari sebuah Universitas
terkenal di USA. Setelah lulus ia langsung diterima
bekerja di perusahaan konsultan tersebut dan sudah
dijalaninya selama 1 tahun. Hampir tidak ada hambatan
internal yang dialami Jeff dalam bekerja, kecuali masih
adanya sikap dari klien (terutama klien yang baru
bertemu Jeff) yang seringkali menganggap remeh dan
selalu bertanya tentang usia Jeff. Hampir setiap kali ia bertemu dengan para Top Manager (kebanyakan dari
mereka sudah berusia senior) maka kesan pertama yang
diperoleh Jeff adalah bahwa mereka menganggap remeh
dirinya karena dinilai terlalu muda untuk bisa menjadi
konsultan. Sikap yang menganggap remeh tersebut baru
berangsur-angsur hilang manakala mereka sudah mengetahui
siapa Jeff, bagaimana cara ia bekerja dan bagaimana
hasil kerjanya. Kenyataan ini tentu saja sangat
menggangu Jeff, apalagi jika ia mengingat bahwa dalam
bekerja dirinya tidak pernah memandang usia karena
baginya hanya ada dua kategori yaitu orang yang tahu dan
mampu bekerja dan orang yang tidak memiliki pengetahuan
dan tidak mampu bekerja. Selain itu ia merasa
memiliki kemampuan akademik yang sangat bagus, apalagi
ia adalah lulusan dari sebuah universitas terkenal di
luar negeri.
|
| |
Kejadian
diatas mungkin sering dialami oleh para professional
muda, termasuk anda. Dalam kasus yang berbeda seringkali
juga para professional muda dianggap remeh oleh para
rekan kerja mereka yang senior. Meski usia bukanlah
suatu faktor yang cukup relevan untuk menilai kemampuan
seseorang, namun budaya senioritas yang masih sangat
melekat dalam masyarakat kita menyebabkan hal ini sulit
untuk dihilangkan.
Penilaian
oleh para senior yang seringkali menganggap remeh
professional berusia muda akan bisa memberikan dampak
yang sangat merugikan bagi sang professional muda
tersebut jika ia tidak menanganinya secara elegan.
Kesalahan dalam menyikapi dan menangani kondisi tersebut
dapat berakibat gagalnya sang professional muda
memperoleh proyek yang diinginkan, tidak mendapat
promosi, bahkan bisa justru menjadi rival (lawan)
bagi rekan kerjanya sendiri. Oleh karena itu, demi
menjaga kelanggengan karir anda, maka anda perlu
melakukan beberapa usaha untuk mengubah penilaian para
professional senior atau pun rekan kerja anda sehingga
mereka menjadi "respect" (hormat) dan
kagum karena di usia yang masih muda anda telah
mempelajari banyak hal dan kemampuan atau ketrampilan
anda sudah tidak kalah dengan mereka.
Bagaimana
cara membuat mereka kagum dan menghormati anda? Beberapa
cara di bawah ini mungkin patut anda pertimbangkan:
|
| |
Kenali
Karir
|
| |
Dalam
memilih karir anda tentu harus yakin dengan pilihan
tersebut. Oleh karena itu anda harus mampu menyusun
rencana karir yang jelas bagi anda sendiri. Kenali
berbagai hal yang bisa membantu anda dalam pengembangan
karir. Namun demikian anda perlu bersikap realistis dan
tidak memasang target yang muluk- muluk. Untuk
memperoleh kredibilitas tidaklah berarti bahwa anda
harus menjadi seorang yang sempurna (perfect); karena
tidak ada manusia yang sempurna. Kredibilitas anda akan
dinilai berdasarkan pada apa yang anda ketahui dan apa
yang tidak ada ketahui dan bagaimana anda menyikapi hal
tersebut. Dengan kata lain ada harus bersikap realistis
untuk mau mengakui apa yang tidak bisa anda kerjakan dan
apa yang bisa anda kerjakan. Jika anda dapat
melakukannya maka orang lain (termasuk klien dan rekan
kerja senior) pasti akan menaruh "respect" dan
percaya pada anda.
|
| |
Ikuti
Aturan
|
| |
Dalam
dunia kerja selalu ada aturan-aturan main yang berlaku
baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Sebagai
contoh sederhana adalah cara berpakaian dan cara-cara
berkomunikasi dengan sopan. Sehebat apapun anda atau
seberapa banyak pun gelar yang anda sandang, aturan atau
norma-norma tersebut tidak boleh anda abaikan. Anda
harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang
ada dalam perusahaan. Jika anda yang kebetulan berusia
muda mau mengikuti aturan (cth: bisa berkomunikasi
dengan baik dan memiliki cara berpakaian yang pantas)
maka gap antara senior dan junior akan dapat
diminimalisasikan dengan cepat.
|
| |
Terus
Belajar
|
| |
Satu
cara paling efektif menghilangkan kritik atau pun
pandangan negatif dari orang lain adalah dengan
menunjukkan kinerja. Intinya adalah orang lain jarang
peduli bagaimana anda mengerjakan tugas atau pekerjaan
yang diberikan, tetapi yang menjadi pokok perhatian
adalah apakah anda mampu mengerjakan tugas dengan baik.
Sekali orang yang mengkritik anda melihat bahwa anda
melakukan suatu pekerjaan atau tugas dengan sukses maka
ia akan berhenti menganggap remeh dan mengkritik anda.
Oleh karena itu lakukan berbagai upaya untuk dapat
menunjukkan performa yang optimal. Lakukan semua
pekerjaan sekecil apapun tugas yang diberikan dan jangan
takut untuk bertanya atau berbagi pengalaman atau
pengetahuan dengan orang lain. Teruslah membuka diri
untuk menerima informasi atau pengetahuan baru. Gunakan
berbagai sarana ada untuk belajar dan meningkatkan
kemampuan anda.
|
| |
Hargai
Perbedaan
|
| |
Tak
bisa dipungkiri bahwa meskipun anda telah melakukan
berbagai upaya untuk menghilangkan gap antara senior dan
junior, namun tetap saja masih ada perbedaan-perbedaan.
Dalam hal ini anda tidak perlu berkecil hati, sebab bisa
saja hal tersebut mungkin bukan disebabkan oleh anda
melainkan memang sudah menjadi karakteristik dari senior
anda. Satu-satunya cara untuk membuat anda tidak
frustrasi adalah dengan mengakui adanya perbedaan
tersebut dan menunjukkan bahwa memang ada perbedaan cara
dan gaya kerja antara anda yang berusia muda dengan para
senior anda yang berusia lebih tua. Sejauh tidak
menyalahi aturan yang berlaku maka kerjakan tugas-tugas
yang menurut gaya anda meskipun para senior anda tidak
melakukannya. Hal ini
kadang-kadang dipandang perlu untuk memberikan
penyegaran bagi perusahaan, terutama jika perusahaan
tersebut lebih banyak mempekerjakan pegawai yang berusia
terbilang senior dan masih memakai pola kerja lama. Selain
itu anda pun wajib menghargai senior yang memiliki
perbedaan cara dan gaya kerja dengan anda karena hal ini
akan turut memperkaya wawasan anda.
|
| |
Bersikap
Rendah Hati
|
| |
Dalam
bekerja ada banyak kesempatan dimana kita dituntut untuk
bersikap rendah hati dengan mau berbagi atau
mendelegasikan tugas-tugas kepada orang lain, terutama
untuk hal-hal yang bukan menjadi kompetensi kita. Pada
saat anda tahu bahwa ada orang lain yang lebih kompeten
untuk mempresentasikan suatu materi pada klien anda atau
kepada atasan anda, maka tidak ada salahnya jika anda
memberikan kesempatan kepada rekan anda tersebut. Selain
itu, anda pun harus berani untuk menolak suatu
tugas-tugas yang bukan menjadi kompetensi anda.
|
| |
Selain
beberapa cara di atas, saya yakin masih ada cara-cara
lain yang bisa anda lakukan untuk menjaga kelanggengan
karir anda. Akhir kata, usia hanya akan menjadi hambatan
karir jika anda membiarkannya. Namun seiring dengan
berjalannya waktu dan keberhasilan anda dalam menunjukkan
kompetensi yang anda miliki maka usia berapapun bukan
masalah untuk meraih kesuksesan karir. Selamat mencoba dan
semoga bermanfaat. (jp)
|
| |
_________________________
|