|
 |
|
| |
Ayo,
Mainkan Warnamu!
|
| |
Oleh RR.
Ardiningtiyas Pitaloka**
|
| |
Jakarta,
6 Agustus 2003
|
| |
"Merah?". Meriah euy!” Begitulah salah
satu kalimat yang diucapkan oleh beberapa pria dalam
iklan sebuah produk yang kebetulan berwarna merah.
Situasi tersebut menggambarkan bahwa warna merah
ternyata memberikan suatu "citra" tersendiri.
Tidak hanya dalam iklan, tapi dimana-mana hampir setiap
orang (cewek) yang mengenakan baju merah menyala akan
mendapat sapaan seperti ini. Jadi, bersiaplah.
|
| |
Cahaya
& Warna
|
| |
Cahaya merupakan sebuah pita sempit dari energi
yang terlihat oleh mata biasa, ditengah-tengah spektrum
yang menangkap semua energi dari sinar kosmik hingga
gelombang radio. Energi ini dapat digradasikan sesuai
dengan panjang gelombangnya serta diukur dalam
manometer, dimana 1 (satu) manometer setara dengan satu
juta milimeter. Spektrum cahaya yang terlihat mata biasa
berada diantara 380-760 mm. Setiap variasi panjang
gelombang diantara spektrum energi ini dapat dirasakan
oleh mata kita dan diinterpertasikan sebagai warna
tertentu. Warna merah memiliki gelombang cahaya
terpanjang, sementara violet terpendek.
|
| |
Warna
& Medis
|
| |
Warna memang menghidupkan dunia, pernahkah Anda
bayangkan jika warna-warna di bumi ini ngumpet barang
satu hari atau jam saja, tiba-tiba semuanya hanya hitam
dan putih. Jika itu terjadi, hampir dipastikan semua
orang insyaf dan segera menyadari betul makna warna
dalam kehidupan ini. Penyembuhan dengan warna dalam bidang medis telah
berlangsung dari zaman purba, seperti orang Mesir kuno
yang menggunakan mineral, bebatuan, kristal dan salep
serta zat-zat warna sebagai obat. Kuil-kuil perawatan
pun dicat dengan berbagai warna. Menginjak abad ke-20,
Max Lüscher (mantan profesor psikologi di Basle)
menyatakan bahwa pemilihan suatu warna menunjukkan
keadaan pikiran dan atau ketidakseimbangan kelenjar
serta dapat digunakan sebagai dasar bagi diagnosa fisik
dan psikologis. Selanjutnya, para peneliti telah
menemukan beberapa warna yang bisa dikatakan dominan
dalam penyembuhan baik medis maupun non-medis (psikologis).
Warna-warna tersebut diantaranya ialah merah, biru,
kuning, merah muda, juga putih dan hijau. Para tahun 1940-an, S.V. Krakov, seorang ilmuwan Rusia, menemukan bahwa warna merah merangsang bagian
simpatik dan sistem syaraf otonom, sementara warna biru
merangsang bagian parasimpatik. Penemuan ini diperkuat
oleh Gerard dari Amerika Serikat pada tahun 1958.
Menurutnya Gerard, warna merah merangsang subyek-subyek
kecemasan dan ketegangan, menghasilkan perasaan arousal
(semangat) sementara biru memiliki efek yang
menenangkan, damai dan sejahtera. Selain itu, tekanan
darah ternyata meningkat di bawah sinar merah dan
menurun di bawah sinar biru, hal ini menunjukkan bahwa
kegiatan psikofisiologis meningkat sesuai dengan
meningkatnya panjang gelombang dari biru ke merah. Memasuki era 1950-an, studi menunjukkan bahwa
sinar matahari ternyata berhasil dalam perawatan sakit
kuning yang diderita oleh dua per tiga bayi prematur.
Tetapi kemudian diketahui bahwa ternyata cahaya biru
dapat lebih efektif dan aman daripada cahaya berspektrum
penuh (sinar matahari), sehingga kini telah digunakan
secara umum bagi penyakit kuning neonatal.
Selanjutnya tahun 1960-an, ditemukan bahwa cahaya putih
ternyata mampu menggantikan transfusi darah yang
beresiko tinggi dalam perawatan kondisi ini. Cahaya
putih juga berguna dalam pengobatan kanker, penyakit
pengaruh musim (disebut dengan depresi musim dingin),
anorexia (susah makan), bulimia, nervosa, insomnia,
jet lag (kelesuan karena perubahan waktu),
perubahan jam kerja, ketergantungan obat, alkohol.
Sementara sinar biru berguna untuk menyembuhkan jaringan
tubuh yang luka, mencegah pembentukan jaringan parut (dalam
perawatan kanker dan tumor jinak), penyakit kulit serta
paru-paru. Pada tahun 1990, para ahli melaporkan
keberhasilan cahaya biru dalam penanggulangan berbagai
jenis masalah psikologi termasuk didalamnya masalah ketagihan,
makan, impotensi, juga depresi.
|
| |
Terapeutik
Non-Medis
|
| |
Sebuah efek yang diduga suatu kebetulan, dimana
terdapat sebuah rumah tahanan dengan 4 (empat) sayap
yang baru dibangun dicat dengan warna yang berbeda.
Kepala penjara dan stafnya mengaku kalau perilaku
penghuninya berbeda di tiap sayap. Pada sayap merah dan
kuning, penghuninya cenderung bersifat lebih keras
daripada pada sayap bangunan biru dan hijau.
Namun penelitian dengan metode eksperimen
ternyata mendukung hal diatas dengan hasil: jika
seseorang memandang cahaya merah, maka terjadi
peningkatan kekuatan subyek sebesar 13,5% dan
menimbulkan 5,8% lebih banyak aktivitas elektris
otot-otot lengan. Hal tersebut kini difungsikan bagi
perbaikan penampilan atlet, dimana merah membantu atlet
yang memerlukan ledakan energi yang cepat tetapi untuk
waktu singkat, sementara biru dapat membantu penampilan
atlet yang memerlukan lebih banyak pengeluaran energi
yang stabil.
Satu hal yang menarik, merah muda (dimana dalam
kultur Barat diidentifikasikan dengan perempuan),
ternyata memiliki efek menenangkan dalam beberapa menit
setelah individu mengalami kontak. Oleh karena itu kini
telah banyak kamar tahanan dicat dengan warna merah muda
yang dimaksudkan untuk mengurangi perilaku kekerasan dan
agresivitas para tahanan. Beberapa sumber juga telah
melaporkan penurunan kekuatan otot penghuninya dalam
waktu 2,7 detik). Nampaknya warna ini membuat orang
tidak menjadi agresif bahkan ketika ia menginginkannya,
karena warna merah muda menyerap energi mereka.
|
| |
Mainkan
Warnamu
|
| |
Melihat
perjalanan warna, tidak terlalu keliru jika merah adalah
identik dengan meriah, atau seperti simbol pada bendera
kita yang berarti berani. Bagi para penggemar sepak bola
pastilah terbayang sederetan klub sepak bola dunia
dengan seragam merahnya yang aduhai, diiringi permainan
energik mereka. Beberapa julukan seperti "red
devils, the reds, dst" tentulah tidak asing
bagi penggemar bola untuk menggambarkan gelora semangat
para pesepakbola yang menggunakan kaos berwarna merah
tersebut. Sementara biru yang terlihat membayangi
kesuksesan merah dalam kajian-kajian diatas, terbayang
pula biru langit yang hampir dapat dipastikan
menghantarkan suasana damai, tenang.
Bagaimana
dengan hari-hari Anda? Apakah pernah terlintas untuk
mencoba warna-warna yang selama ini tidak terpikirkan
karena anda menganggapnya terlalu menyolok atau
terlihat suram? Atau pernahkan terasa suasana
khusus saat mengenakan warna tertentu?
Sebagian orang cenderung mengkoleksi warna-warna
tertentu untuk pakaian
tanpa banyak berpikir atau merasakan efek dari warna
pilihannya. Semua berjalan karena sudah terbiasa dan
memang nyaman. Graham (1998) menawarkan Diary of
Colour. Menurutnya, apa yang perlu anda
siapkan hanyalah kesediaan dan catatan kecil, selama
satu minggu, catatlah setiap warna yang Anda kenakan
dalam setiap harinya, mungkin satu warna atau kombinasi
berbagai warna, aktivitas yang Anda lakukan, dan
perasaan fisik, mental, emosional juga spiritual.
Nampaknya mudah, namun membutuhkan kesabaran, karenanya
nikmati ini sebagai permainan yang menyenangkan. Latihan ini akan membuat Anda lebih peka dalam
mengenali dan menyadari perubahan-perubahan yang terjadi,
kapan, dimana, serta efek di sejumlah situasi pribadi.
Suatu contoh, Garry, seorang guru olahraga, merasa warna
abu-abu gedung olahraga sangat membuatnya tertekan,
pengamatan ini ternyata juga dialami oleh guru lain yang
diwajibkan untuk mengawasi ujian di ruangan tersebut.
Inspektur sekolah pun berpendapat sama dan mengusulkan
warna-warna lebih cerah untuk memperbaiki prestasi
olahraga juga akademik para siswa.
Dengan diary of colour, kita bisa lebih
mengenal warna dan memainkannya, pada situasi apa dan
bagaimana warna itu akan menjadi optimal baik dengan
diri kita secara langsung atau orang lain. Sebab
bereksperimen dengan warna serta mengamati efeknya
bukanlah semata-mata memikirkan warna, tetapi
mengalaminya. Barbara Ann Brennan, mengatakan bahwa
dalam istilah energi, pikiran adalah sebuah getaran
kuning, jadi terlepas dari warna apa yang Anda pikirkan,
Anda tetap menciptakan warna kuning. Karena itulah, Anda
perlu mengalami bagaimana rasanya “berada” dalam
situasi biru, duduk dalam cahaya biru, apa arti biru
bagi Anda-bagaimana tampaknya, rasanya dan suaranya!
Dengan cara ini siapa tahu anda bisa mengendalikan
emosi-emosi yang ada dalam diri anda dengan cara yang
sangat mudah dan bahkan bisa gratis. Ayo mainkan warnamu! Selamat mencoba!(jp)
|
| |
--------------------------------------
|
| |
Sumber:
|
| |
Graham,
Helen. 1998.
Penyembuhan
dengan Warna.
Jakarta: Gramedia
|
|
|
Pustaka
Utama.
|
| |
--------------------------------------
|
| |
**Penulis
adalah
mahasiswa program Pascasarjana Psikologi Kekhususan Sosial Sains
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
|
| |
_________________________
|
|