|
 |
|
|
Mengenal
Beberapa
Tokoh Psikologi |
| |
Mempelajari
ilmu psikologi tentu belum terasa lengkap tanpa mengenal
para tokoh yang menjadi pendiri atau yang mempelopori
berbagai teori psikologi yang digunakan saat ini. Selain
itu demi memenuhi banyak permintaan dari para pembaca,
maka kami mencoba untuk menguraikan riwayat singkat para
tokoh psikologi dan hasil karya mereka, sebagai berikut:
|
| |
|
|
| |
»»»
|
Wilhelm Wundt
|
| |
»»»
|
Ivan Pavlov
|
| |
»»»
|
Emil Kraepelin
|
| |
»»»
|
Sigmund Freud
|
| |
»»»
|
Alfred Binet
|
| |
»»»
|
Alfred Adler
|
| |
»»»
|
Carl Jung
|
| |
»»»
|
John Watson
|
| |
»»»
|
Max Wertheimer
|
| |
»»»
|
Henry Murray
|
| |
»»»
|
Jean Piaget
|
| |
»»»
|
Carl
Rogers
|
| |
»»»
|
Erik Erikson
|
| |
»»»
|
Burrhus Frederic
Skinner
|
| |
»»»
|
Abraham Maslow
|
| |
»»»
|
Hans Eysenck
|
| |
»»»
|
Albert Bandura
|
| |
Wilhelm
Wundt
(1832 - 1920)
|
| |
Wilhelm
Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus
1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm
Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern
berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama
kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang
sosiolog, dokter,
filsuf dan ahli hukum. Gelar kesarjanaan yang
dimilikinya adalah dari bidang hukum dan kedokteran.
Ia dikenal
sebagai seorang ilmuwan yang banyak melakukan penelitian,
termasuk penelitian tentang proses sensory (suatu
proses yang dikelola oleh panca indera).
Pada tahun
1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia
dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya
di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi
inilah yang dianggap sebagai titik tolak
berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang
terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat &
Ilmu Faal). Sebelum tahun 1879 memang orang sudah
mengenal psikologi, tetapi belum ada orang yang menyebut
dirinya sarjana psikologi. Sarjana-sarjana yang
mempelajari psikologi umumnya adalah para filsuf, ahli ilmu
faal atau dokter. Wundt sendiri asalnya adalah seorang
dokter, tetapi dengan berdirinya laboratorium
psikologinya, ia tidak lagi disebut sebagai dokter atau
ahli ilmu faal, karena ia mengadakan
eksperimen-eksperimen dalam bidang psikologi di
laboratoriumnya.
Wundt
mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk
melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000
halaman laporan penelitian dan teori. Buku-buku
yang pernah ditulisnya antara lain: "Beitrage
Zur Theorie Der Sines Wahrnemung" (Persepsi
yang dipengaruhi kesadaran, 1862), "Grund
zuge der Physiologischen Psychologie" (Dasar
fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan "Physiologische
Psychologie".
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Ivan
Pavlov
(1849 - 1936)
|
| |
Ivan
Petrovich Pavlov dilahirkan di Rjasan pada tanggal 18
September 1849 dan wafat di Leningrad pada tanggal 27
Pebruari 1936. Ia sebenarnya bukanlah sarjana psikologi
dan tidak mau disebut sebagai ahli psikologi, karena ia
adalah seorang sarjana ilmu faal yang fanatik.
Eksperimen Pavlov yang sangat terkenal di bidang
psikologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang
pencernaan. Dalam penelitian tersebut ia melihat bahwa
subyek penelitiannya (seekor anjing) akan
mengeluarkan air liur sebagai respons atas munculnya
makanan. Ia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan
kemudian mengembangkan satu studi perilaku (behavioral
study) yang dikondisikan,
yang dikenal dengan teori Classical Conditioning.
Menurut teori ini, ketika makanan (makanan
disebut sebagai the unconditioned or unlearned
stimulus - stimulus yang tidak dikondisikan atau
tidak dipelajari) dipasangkan atau diikutsertakan dengan
bunyi bel (bunyi bel disebut sebagai the conditioned
or learned stimulus - stimulus yang dikondisikan
atau dipelajari), maka bunyi bel akan menghasilkan
respons yang sama, yaitu keluarnya air liur dari si
anjing percobaan. Hasil
karyanya ini bahkan menghantarkannya menjadi pemenang
hadiah Nobel. Selain itu teori ini merupakan dasar
bagi perkembangan aliran psikologi behaviourisme,
sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi penelitian
mengenai proses belajar dan pengembangan
teori-teori tentang belajar.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Emil
Kraepelin
(1856 -
1926)
|
| |
Emil
Kraepelin dilahirkan pada tanggal 15 Pebruari 1856 di
Neustrelitz dan wafat pada tanggal 7 Oktober 1926 di
Munich. Ia menajdi dokter di Wurzburg tahun 1878, lalu
menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich. Pada tahun
1882 ia pindah ke Leipzig untuk bekerja dengan Wundt
yang pernah menjadi kawannya semasa mahasiswa. Dari
tahun 1903 sampai meninggalnya, ia menjadi profesor
psikiatri di klinik psikiatri di Munich dan sekaligus
menjadi direktur klinik tersebut.
Emil
Kraepelin adalah psikiatris yang mempelajari gambaran
dan klasifikasi penyakit-penyakit kejiwaan, yang
akhirnya menjadi dasar penggolongan penyakit-penyakit
kejiwaan yang disebut sebagai Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders (DSM),
diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA).
Emil Kraepelin percaya bahwa jika klasifikasi
gejala-gejala penyakit kejiwaan dapat diidentifikasi
maka asal usul dan penyebab penyakit kejiwaan tersebut
akan lebih mudah diteliti.
Kraepelin
menjadi terkenal terutama karena penggolongannya
mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia
membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu dimentia
praecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia
praecox merupakan gejala awal dari penyakit
kejiwaan yang disebut schizophrenia. Kraepelin
juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan
metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain
menggunakan test psikologi untuk mengetahui adanya
kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang
diciptakannya di kenal dengan nama test Kraepelin. Test
tersebut banyak digunakan oleh para sarjana
psikologi di Indonesia pada era tahun
1980an.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Sigmund
Freud
(1856 - 1939)
|
| |
Sigmund
Freud dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg
(Austria), pada masa bangkitnya Hitler, dan wafat di
London pada tanggal 23 September 1939. Ia adalah seorang
Jerman keturunan Yahudi. Pada usia 4 tahun ia dan
keluarga pindah ke Viena, dimana ia menghabiskan
sebagian besar masa hidupnya. Meskipun keluarganya
adalah Yahudi namun Freud menganggap bahwa dirinya
adalah atheist.
Semasa muda ia merupakan anak favorit ibunya.
Dia adalah satu-satunya anak (dari tujuh bersaudara)
yang memiliki lampu baca (sementara yang lain hanya
menggunakan lilin sebagai penerang) untuk membaca pada
malam hari dan satu-satunya anak yang diberi sebuah
kamar dan perabotan cukup memadai untuk menunjang
keberhasilan sekolahnya. Freud dikenal sebagai seorang
pelajar yang jenius, menguasai 8 (delapan) bahasa
dan menyelesaikan sekolah kedokteran pada usia 30 tahun.
Setelah lulus ia memutuskan untuk membuka praktek di
bidang neurologi.
Pada
tahun 1900, Freud menerbitkan sebuah buku yang menjadi
tonggak lahirnya aliran psikologi psikoanalisa. Buku
tersebut berjudul Interpretation of Dreams yang
masih dikenal sampai hari ini. Dalam buku ini Freud
memperkenalkan konsep yang disebut "unconscious
mind" (alam ketidaksadaran). Selama periode
1901-1905 dia menerbitkan beberapa buku, tiga
diantaranya adalah The Psychopathology of Everyday
Life (1901), Three Essays on Sexuality (1905), dan Jokes
and Their relation to the Unconscious (1905).
Pada
tahun 1902 dia diangkat sebagai profesor di University
of Viena dan saat ini namanya mulai mendunia. Pada tahun
1905 ia mengejutkan dunia dengan teori perkembangan
psikoseksual (Theory of Psychosexual Development)
yang mengatakan bahwa seksualitas adalah faktor
pendorong terkuat untuk melakukan sesuatu dan bahwa pada
masa balita pun anak-anak mengalami ketertarikan dan
kebutuhan seksual. Beberapa komponen teori Freud yang
sangat terkenal adalah:
-
The
Oedipal Complex, dimana anak menjadi tertarik
pada ibunya dan mencoba mengidentifikasi diri
seperti sang ayahnya demi mendapatkan perhatian dari
ibu
-
Konsep
Id, Ego, dan Superego
-
Mekanisme
pertahanan diri (ego defense mechanisms)
Istilah
psikoanalisa yang dikemukakan Freud sebenarnya memiliki
beberapa makna yaitu: (1) sebagai sebuah teori
kepribadian dan psikopatologi, (2) sebuah metode terapi
untuk gangguan-gangguan kepribadian, dan (3) suatu
teknik untuk menginvestigasi pikiran-pikiran dan
perasaan-perasaan individu yang tidak disadari oleh
individu itu sendiri.
Sejak
the Psychoanalytic Society (Perhimpunan
Masyarakat Psikoanalisa) didirikan pada tahun 1906, maka
muncul beberapa ahli psikologi yang dua diantaranya
adalah Alfred Adler dan Carl Jung. Pada tahun 1909 Freud
mulai dikenal di seluruh dunia ketika ia melakukan
perjalanan ke USA untuk menyelenggarkan Konferensi
International pertama kalinya.
Freud
dikenal sebagai seorang perokok berat yang akhirnya
menyebabkan dia terkena kanker pada tahun 1923 dan
memaksanya untuk melakukan lebih dari 30 kali operasi
selama kurang lebih 16 tahun. Pada tahun 1933, partai
Nazy di Jerman melakukan pembakaran terhadap buku-buku
yang ditulis oleh Freud. Dan ketika Jerman menginvasi
Austria tahun 1938, Freud terpaksa melarikan diri ke
Inggris dan akhirnya meninggal di sana setahun kemudian.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Alfred
Binet
(1857 - 1911)
|
| |
Alfred
Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga
pengacara (ahli hukum). Hasil karya terbesar dari Alfred
Binet di bidang psikologi adalah apa yang sekarang ini
dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.
Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah
pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah
test untuk mengukur usia mental (the mental age
atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental
tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat
ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang
berbeda. Dengan kata lain, jika seorang anak dapat
menyelesaikan suatu test atau memberikan respons secara
tepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diperuntukan
bagi anak berusia 8 (delapan) maka ia dikatakan telah
memiliki usia mental 8 (delapan) tahun.
Test
yang dikembangkan oleh Binet merupakan test intelegensi
yang pertama, meskipun kemudian konsep usia mental
mengalami revisi sebanyak dua kali sebelum dijadikan
dasar dalam test IQ. Pada tahun 1914, tiga tahun setelah
Binet wafat, seorang psikolog Jerman, William Stern,
mengusulkan bahwa dengan membagi usia mental anak dengan
usia kronological (Chronological Age atau CA),
maka akan lebih memudahkan untuk memahami apa yang
dimaksud "Intelligence Quotient". Rumus ini
kemudian direvisi oleh Lewis Terman, dari Stanford
University, yang mengembangkan test untuk orang-orang
Amerika. Lewis mengalikan formula yang dikembangkan
Stern dengan angka 100. Perhitungan statistik inilah
yang kemudian menjadi definisi atau rumus untuk
menentukan Intelligensi seseorang: IQ=MA/CA*100.
Test IQ inilah yang dikemudian hari dinamai
Stanford-Binet Intelligence Test yang masih sangat
populer sampai dengan hari ini.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Alfred
Adler
(1870 - 1937)
|
| |
Alfred
Adler dilahirkan pada tanggal 7 Pebruari 1870 di Viena
(Austria) dan wafat pada tanggal 28 Mei 1937 di Aberdeen
(Skotlandia). Ia adalah seorang Yahudi yang lahir dari
keluarga yang termasuk dalam status sosial ekonomi kelas
menengah pada saat itu. Semasa muda Adler mengalami
masa-masa yang sangat sulit. Ketika ia berusia 5 tahun
ia terkena penyakit pneumonia (radang paru-paru) yang
menurut dokter hampir mustahil untuk disembuhkan. Ketika
mendengar kabar tersebut, Adler berjanji jika ia bisa
sembuh maka ia akan menjadi dokter dan bertekad untuk
memerangi penyakit yang mematikan tersebut. Akhirnya
pada tahun 1895, setelah dinyatakan sembuh dari
penyakitnya, ia benar-benar mewujudkan tekadnya dan
berhasil meraih gelar sarjana kedokteran dari
University of Vienna. Ia akhirnya dikenal sebagai
seorang ahli penyakit dalam.
Tahun
1898, ia menulis buku pertamanya yang memfokuskan pada
pendekatan kemanusiaan dan penyakit dari sudut pandang
individu sebagai pribadi bukan membagi-baginya menjadi
gejala, insting, atau dorongan-dorongan. Pada tahun
1902, ia mendapat tawaran kerjasama dari Freud untuk
bergabung dalam kelompok diskusi untuk membahas masalah
psikopatologi. Adler akhirnya ikut bergabung dan
kemudian menjadi pengikut setia Freud, namun hubungan
tersebut tidak berlangsung lama.
Pada
tahun 1907, Adler menulis sebuah paper berjudul "Organ
Inferiority" yang menjadi pemicu rusaknya
hubungan Freud dengan Adler. Dalam tulisan tersebut
Adler mengatakan bahwa setiap manusia pada dasarnya
mempunyai kelemahan organis. Berbeda dengan hewan,
manusia tidak dilengkapi dengan alat-alat tubuh untuk
melawan alam. Kelemahan-kelemahan organis inilah yang
justru membuat manusia lebih unggul dari makhluk-makhluk
lainnya, karena mendorong manusia untuk melakukan
kompensasi (menutupi kelemahan). Adler juga tidak
sependapat dengan teori psikoseksual Freud. Pada tahun
1911, Adler meninggalkan kelompok diskusi, bersama dengan
delapan orang koleganya, dan mendirikan sekolah sendiri.
Sejak itu ia tidak pernah bertemu lagi dengan
Freud.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Carl
Jung
(1875 - 1961)
|
| |
Carl
Gustav Jung dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1875 di
Kesswyl (Switzerland) dan wafat pada tanggal 6 Juni 1961
di Kusnacht (Switzerland). Dimasa kanak-kanak Jung sudah
sangat terkesan dengan mimpi, visi supernatural, dan
fantasi. Ia menyakini bahwa dirinya memiliki
informasi rahasia tentang masa depan dan berfantasi
bahwa dirinya merupakan dua orang yang berbeda.
Jung
lulus dari fakultas kedokteran di University of Basel
dengan spesialisasi di bidang psikiatri pada tahun
1900. Pada tahun yang sama ia bekerja sebagai assistant
di rumah sakit jiwa Zurich yang membuatnya tertarik
untuk mengetahui lebih jauh tentang kehidupan para
pasien schizophrenic yang akhirnya membawa Jung melakukan kontak dengan Freud. Setelah membaca
tulisan Freud yang berjudul Interpretation of Dreams,
Jung mulai melakukan korespondensi dengan Freud.
Akhirnya mereka bertemu di rumah Freud di Vienna tahun
1907. Dalam pertemuan tersebut Freud begitu terkesan
dengan kemampuan intelektual Jung dan percaya bahwa Jung
dapat menjadi juru bicara bagi kepentingan psikoanalisa
karena ia bukan orang Yahudi. Jung juga dianggap sebagai
orang yang patut menjadi penerus Freud dan berkat
dukungan Freud Jung kemudian terpilih sebagai presiden
pertama International Psychoanalytic Association
pada tahun 1910. Namun pada tahun 1913, hubungan Jung
dan Freud menjadi retak. Tahun berikutnya, Jung
mengundurkan diri sebagai presiden dan bahkan keluar
dari keanggotaan assosiasi tersebut. Sejak saat itu Jung dan Freud tidak
pernah saling bertemu.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
John
Watson
(1878 - 1958)
|
| |
John
Broades Watson dilahirkan di Greenville pada tanggal 9
Januari 1878 dan wafat di New York City pada tanggal 25
September 1958. Ia mempelajari ilmu filsafat di
University of Chicago dan memperoleh gelar Ph.D pada
tahun 1903 dengan disertasi berjudul "Animal
Education". Watson dikenal sebagai ilmuwan yang
banyak melakukan penyelidikan tentang psikologi binatang.
Pada
tahun 1908 ia menjadi profesor dalam psikologi
eksperimenal dan psikologi komparatif di John Hopkins
University di Baltimore dan sekaligus menjadi direktur
laboratorium psikologi di universitas tersebut. Antara
tahun 1920-1945 ia meninggalkan universitas dan bekerja
dalam bidang psikologi konsumen.
John
Watson dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika
Serikat. Karyanya yang paling dikenal adalah "Psychology
as the Behaviourist view it" (1913). Menurut
Watson dalam beberapa karyanya, psikologi haruslah
menjadi ilmu yang obyektif, oleh karena itu ia tidak
mengakui adanya kesadaran yang hanya diteliti melalui
metode introspeksi. Watson juga berpendapat bahwa
psikologi harus dipelajari seperti orang mempelajari
ilmu pasti atau ilmu alam. Oleh karena itu, psikologi
harus dibatasi dengan ketat pada
penyelidikan-penyelidikan tentang tingkahlaku yang nyata
saja. Meskipun banyak kritik terhadap pendapat Watson,
namun harus diakui bahwa peran Watson tetap dianggap
penting, karena melalui dia berkembang metode-metode
obyektif dalam psikologi.
Peran
Watson dalam bidang pendidikan juga cukup penting.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam perkembangan
tingkahlaku. Ia percaya bahwa dengan memberikan
kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, maka akan
dapat membuat seorang anak mempunyai sifat-sifat
tertentu. Ia bahkan memberikan ucapan yang sangat
ekstrim untuk mendukung pendapatnya tersebut, dengan
mengatakan: "Berikan kepada saya sepuluh orang anak,
maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengan
kehendak saya".
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Max
Wertheimer
(1880 - 1943)
|
| |
Max
Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April
1880 dan wafat pada tanggal 12 Oktober 1943 di New York.
Max Wertheimer dianggap sebagai pendiri psikologi
Gestalt bersama-sama dengan Wolfgang Kohler dan Kurt
Koffka. Max mempelajari imu hukum selama beberapa tahun
sebelum akhirnya dia mendapatkan gelar Ph.D. di bidang
psikologi. Dia
kemudian diangkat menjadi professor dan sempat bekerja
di beberapa universitas di Jerman sebelum hijrah ke
Amerika Serikat karena terjadi perang di benua Eropa
pada tahun 1934. Di Amerika ia bekerja di New School for
Research di New York city sampai akhir hayatnya.
Pada
tahun 1910, ketika berusia 30 tahun, Max memperlihatkan
ketertarikannya untuk meneliti tentang persepsi setelah
ia melihat sebuah alat yang disebut "stroboscope"
(benda berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat ke
dalamkotak tersebut) di toko mainan anak-anak.
Setelah melakukan beberapa penelitian dengan alat
tersebut, dia mengembangkan teori tentang persepsi yang
sering disebut dengan teori Gestalt.
Dalam
bukunya yang berjudul "Investigation of Gestalt
Theory" (1923), Wertheimer mengemukakan hukum-hukum
Gestalt sebagai berikut:
-
Hukum
Kedekatan (law of proximity): hal-hal yang
saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung
dianggap sebagai suatu totalitas.
-
Hukum
Ketertutupan (law of closure): Hal-hal yang
cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas
tersendiri.
-
Hukum
Kesamaan (law of equivalence): hal-hal yang mirip
satu sama lain, cenderung kita persepsikan sebagai
suatu kelompok atau suatu totalitas.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Henry
A. Murray
(1893 - 1988)
|
| |
Henry
Alexander Murray dilahirkan di New York pada tanggal 13
Mei 1893 dan meninggal pada tahun 1988. Sama seperti
pandangan psikoanalisa, Henry Murray juga berpendapat
bahwa kepribadian akan dapat lebih mudah dipahami
dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang (unconscious
mind). Murray menjadi professor psikologi di Harvard
University dan mengajar disana lebih dari 30 tahun.
Peranan
Murray di bidang psikologi adalah dalam bidang diagnosa
kepribadian dan teori kepribadian. Hasil karya
terbesarnya yang sangat terkenal adalah teknik evaluasi
kepribadian dengan metode proyeksi yang disebut dengan
"Thematic Apperception Test (TAT)". Test TAT
ini terdiri dari beberapa buah gambar yang setiap gambar
mencerminkan suatu situasi dengan suasana tertentu.
Gambar-gambar ini satu per satu ditunjukkan kepada orang
yang diperiksa dan orang itu diminta untuk menyampaikan
pendapatnya atau kesannya terhadap gambar tersebut.
Secara teoritis dikatakan bahwa orang yang melihat
gambar-gambar dalam test itu akan memproyeksikan isi
kepribadiannya dalam cerita-ceritanya.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Jean
Piaget
(1896 - 1980)
|
| |
Jean
Piaget dilahirkan di Neuchatel (Switzerland) pada tahun
1896 dan meninggal di Geneva dalam usia 84 tahun pada
tahun 1981. Pada usia 10 tahun ia sudah memulai karirnya
sebagai peneliti dan penulis. Piaget sangat tertarik
pada ilmu biology dan ia menulis paper tentang albino
sparrow (burung gereja albino) yang semakin
membuatnya tertarik untuk mendalami ilmu alam.
Piaget
memperoleh gelar Ph.D pada tahun 1918 di universitas
Neuchatel dalam bidang ilmu hewan. Pada tahun 1925 ia
mulai menunjukkan minatnya pada bidang filsafat dan pada
tahun 1929 ia diangkat menjadi profesor dalam "Scientific
Thought" di Jeneva. Ia mulai terjun dalam dunia
psikologi pada tahun 1940 dengan menjadi direktur
laboratorium psikologi di Universitas Jeneva. Lalu
kemudian ia juga terpilih sebagai ketua dari "Swiss
Society for Psychologie".
Piaget
adalah seorang tokoh yang amat penting dalam bidang
psikologi perkembangan. Teori-teorinya dalam psikologi
perkembangan yang mengutamakan unsur kesadaran (kognitif)
masih dianut oleh banyak orang sampai hari ini.
Teori-teori, metode-metode dan bidang-bidang penelitian
yang dilakukan Piaget dianggap sangat orisinil, tidak
sekedar melanjutkan hal-hal yang sudah terlebih dahulu
ditemukan orang lain.
Selama
masa jabatannya sebagai profesor di bidang psikologi
anak, Piaget banyak melakukan penelitian tentang Genetic
Epistemology (ilmu pengetahuan tentang genetik).
Ketertarikan Piaget untuk menyelidiki peran genetik dan
perkembangan anak, akhirnya menghasilkan suatu mahakarya
yang dikenal dengan nama Theory of Cognitive
Development (Teori Perkembangan Kognitif).
Dalam
teori perkembangan kognitif, Piaget mengemukakan tahap-tahap
yang harus dilalui seorang anak dalam mencapai tingkatan perkembangan proses berpikir formal. Teori
ini tidak hanya diterima secara luas dalam bidang
psikologi tetapi juga sangat besar pengaruhnya di bidang
pendidikan.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Carl
Rogers
(1902 - 1987)
|
| |
Carl
Ransom Rogers dilahirkan di Oak Park, Illinois, pada
tahun 1902 dan wafat di LaJolla, California, pada tahun
1987. Semasa mudanya, Rogers tidak memiliki banyak
teman sehingga ia lebih banyak menghabiskan
waktunya untuk membaca. Dia membaca buku apa saja yang
ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi, meskipun ia
sebenarnya sangat menyukai buku-buku petualangan. Ia
pernah belajar di bidang agrikultural dan sejarah di
University of Wisconsin. Pada tahun 1928 ia memperoleh
gelar Master di bidang psikologi dari Columbia
University dan kemudian memperoleh gelar Ph.D di
dibidang psikologi klinis pada tahun 1931.
Pada
tahun 1931, Rogers bekerja di Child Study Department
of the Society for the prevention of Cruelty to Children
(bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan
kekerasan tehadap anak) di Rochester, NY. Pada masa-masa
berikutnya ia sibuk membantu anak-anak bermasalah/nakal
dengan menggunakan metode-metode psikologi. Pada tahun
1939, ia menerbitkan satu tulisan berjudul "The
Clinical Treatment of the Problem Child", yang
membuatnya mendapatkan tawaran sebagai profesor pada
fakultas psikologi di Ohio State University. Dan
pada tahun 1942, Rogers menjabat sebagai ketua dari American
Psychological Society.
Carl
Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang
menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa
prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu
individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya.
Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban
atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapist
hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar.
Menurut Rogers, teknik-teknik assessment dan pendapat
para terapist bukanlah hal yang penting dalam melakukan
treatment kepada klien.
Hasil
karya Rogers yang paling terkenal dan masih menjadi
literatur sampai hari ini adalah metode konseling yang
disebut Client-Centered
Therapy. Dua buah bukunya yang juga sangat
terkenal adalah Client-Centered
Therapy(1951) dan On Becoming a Person (1961).
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Erik
Erikson
(1902 - 1994)
|
| |
Erik
Homburger Erikson dilahirkan di Frankfurt, Jerman, pada
tahun 1902. Ayahnya adalah seorang keturunan Denmark dan
Ibunya seorang Yahudi. Erikson belajar psikologi pada Anna
Freud (putri dari Sigmund Freud) di Vienna
Psycholoanalytic Institute selama kurun waktu tahun
1927-1933. Pada tahun 1933 Erikson pindah ke Denmark dan
disana ia mendirikan pusat pelatihan psikoanalisa (psychoanalytic
training center). Pada tahun 1939 ia pindah ke
Amerika serikat dan menjadi warga negara tersebut,
dimana ia sempat mengajar di beberapa universitas
terkenal seperti Harvard, Yale, dan University of
California di Berkley.
Erik
Erikson sangat dikenal dengan tulisan-tulisannya di
bidang psikologi anak. Berangkat dari teori tahap-tahap
perkembangan psikoseksual dari Freud yang lebih
menekankan pada dorongan-dorongan seksual, Erikson
mengembangkan teori tersebut dengan menekankan pada
aspek-aspek perkembangan sosial. Dia mengembangkan
teori yang disebut theory of Psychosocial
Development (teori perkembangan psikososial)
dimana ia membagi tahap-tahap perkembangan manusia
menjadi delapan tahapan.
Beberapa
buku yang pernah ditulis oleh Erikson dan mendapat
sambutan luar biasa dari masyarakat, diantaranya adalah:
(1) Young Man Luther: A Study in Psychoanalysis and
History (1958), (2) Insight and Responsibility (1964),
dan Identity: Youth and Crisis (1968).
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Burrhus
F. Skinner
(1904 - 1990)
|
| |
Burrhus
Frederic Skinner dilahirkan di sebuah kota kecil bernama
Susquehanna, Pennsylvania, pada tahun 1904 dan wafat
pada tahun 1990 setelah terserang penyakit leukemia.
Skinner dibesarkan dalam keluarga sederhana, penuh
disiplin dan pekerja keras. Ayahnya adalah
seorang jaksa dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Skinner
mendapat gelar Bachelor di Inggris dan berharap bahwa
dirinya dapat menjadi penulis. Semasa bersekolah memang
ia sudah menulis untuk sekolahnya, tetapi ia menempatkan
dirinya sebagai outsider (orang luar), menjadi atheist,
dan sering mengkritik sekolahnya dan agama yang menjadi
panutan sekolah tersebut. Setelah lulus dari sekolah
tersebut, ia pindah ke Greenwich Village di New York
City dan masih berharap untuk dapat menjadi penulis dan
bekerja di sebuah surat kabar.
Pada
tahun 1931, Skinner menyelesaikan sekolahnya dan
memperoleh gelar sarjana psikologi dari Harvard
University. Setahun kemudian ia juga memperoleh
gelar doktor (Ph.D) untuk bidang yang sama. Pada
tahun 1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi di
Indiana University dan tiga tahun kemudian ia pindah ke
Harvard dan mengajar di sana sepanjang karirnya.
Meskipun Skinner tidak pernah benar-benar menjadi
penulis di surat kabar seperti yang diimpikannya, ia
merupakan salah satu psikolog yang paling banyak
menerbitkan buku maupun artikel tentang teori
perilaku/tingkahlaku, reinforcement dan
teori-teori belajar.
Skinner
adalah salah satu psikolog yang tidak sependapat dengan
Freud. Menurut Skinner meneliti ketidaksadaran dan motif
tersembunyi adalah suatu hal yang percuma karena sesuatu
yang bisa diteliti dan diselidiki hanya perilaku yang
tampak/terlihat. Oleh karena itu, ia juga tidak menerima
konsep tentang self-actualization dari Maslow
dengan alasan hal tersebut merupakan suatu ide yang
abstrak belaka.
Skinner
memfokuskan penelitian tentang perilaku dan menghabiskan
karirnya untuk mengembangkan teori tentang Reinforcement.
Dia percaya bahwa perkembangan kepribadian seseorang,
atau perilaku yang terjadi adalah sebagai akibat
dari respond terhadap adanya kejadian eksternal. Dengan
kata lain, kita menjadi seperti apa yang kita inginkan
karena mendapatkan reward dari apa yang kita
inginkan tersebut. Bagi Skinner hal yang
paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang
adalah melalui Reward & Punishment. Pendapat ini tentu saja amat
mengabaikan unsur-unsur seperti emosi, pikiran dan
kebebasan untuk memilih sehingga Skinner menerima banyak
kritik.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Abraham
Maslow
(1908 - 1970)
|
| |
Abraham
Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tahun 1908
dan wafat pada tahun 1970 dalam usia 62 tahun. Maslow
dibesarkan dalam keluarga Yahudi dan merupakan anak
tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan
dengan tidak menyenangkan karena hubungannya yang buruk
dengan kedua orangtuanya. Semasa kanak-kanak dan remaja
Maslow merasa bahwa dirinya amat menderita dengan
perlakuan orangtuanya, terutama ibunya.
Keluarga
Maslow amat berharap bahwa ia dapat meraih sukses
melalui dunia pendidikan. Untuk menyenangkan kemauan
ayahnya, Maslow sempat belajar di bidang Hukum tetapi
kemudian tidak dilanjutkannya. Ia akhirnya mengambil
bidang studi psikologi di University of Wisconsin,
dimana ia memperoleh gelar Bachelor tahun 1930, Master
tahun 1931, dan Ph.D pada tahun 1934.
Abraham
Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi
humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk
memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin.
Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini
adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki
Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau
hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat
dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi
diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai
berikut:
|
| |
|
Kebutuhan untuk aktualisasi diri
|
|
Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
|
|
Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
|
|
Kebutuhan fisiologis / dasar
|
Hirarki
Kebutuhan Maslow
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Hans
Eysenck
(1916 - 1997)
|
| |
Hans
Jurgen Eysenck dilahirkan di Berlin, Jerman, pada tahun
1916. Kedua orangtuanya adalah selebritis yang sangat
berharap bahwa Eysenck kelak dapat menjadi seorang aktor. Pada
usia 2 tahun Eysenck terpaksa dibesarkan oleh neneknya
karena orangtuanya bercerai.
Setelah
tamat SMU Eysenck memutuskan untuk melanjutkan sekolah di
luar negeri karena ia merasa tidak senang dengan Regim
Nazi. Ia memang meninggalkan Jerman dan akhirnya
menetap di Inggris, dimana ia memperoleh gelar Ph.D. di
bidang psikologi dari University of London. Sejak saat
itu ia telah menulis lebih dari 50 buku dan 600
artikel penelitian dengan berbagai topik. Oleh sebab itu,
oleh para pengkritiknya ia sering dianggap sebagai
seorang yang serba bisa dan ahli membuat teori (meskipun
banyak juga teori yang didukung oleh hasil penelitiannya).
Eysenck
adalah seorang ahli teori biologi dan hal ini membuatnya
terinspirasi untuk melakukan penelitian pada
komponen-komponen biologis dari kepribadian. Dia
mengatakan bahwa intelegensi merupakan sesuatu yang
diturunkan sejak lahir. Ia juga memperkenalkan konsep
ekstroversi (introversi-ekstraversi) dan
neurotisme (neurotik-stabil) sebagai dua dimensi
dasar kepribadian. Dia percaya bahwa karakteristik
kepribadian dapat diuraikan berdasarkan dua dimensi
tersebut, yang disebutnya dengan "Supertraits".
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
Albert
Bandura
(1925 - )
|
| |
Albert
Bandura dilahirkan pada tahun 1925 di Alberta, Canada.
Dia memperoleh gelar Master di bidang psikologi pada
tahun 1951 dan setahun kemudian ia juga meraih gelar
doktor (Ph.D). Setahun setelah lulus, ia bekerja di
Standford University.
Albert
Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran sosial
(Social Learning Theory), salah satu
konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada
komponen kognitif dari pikiran, pemahaman dan evaluasi.
Albert Bandura menjabat sebagai ketua APA pada tahun
1974 dan pernah dianugerahi penghargaan Distinguished
Scientist Award pada tahun 1972.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
|
| |
Sumber: |
| |
Sarwono,
Sarlito Wirawan. 1986. Berkenalan dengan
Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Bulan
Bintang: Jakarta.
Hjelle,
Larry A. & Ziegler, Daniel J. 1992. Personality
Theory. McGraw-Hill International: NY.
www.allpsych.com
|
| |
|
| |
|
| |
|
|