|
|
| |
| |
Siapa yang Cenderung
Mengalami Abusive Relationships?
|
| |
|
| |
|
| |
Menurut
penelitian, ada tipe-tipe tertentu yang memang beresiko
mengalami abusive relationships, baik sebagai pelaku
maupun korban.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Karakteristik
kepribadian yang umumnya dimiliki oleh pasangan abuser:
|
|
|
|
|
|
-
adanya
kebutuhan yang kronis akan cinta dan perhatian
-
mempunyai
harga diri yang rendah dan persepsi yang negatif
terhadap diri sendiri
-
adanya
ketergantungan terhadap sesuatu (misalnya, pekerjaan,
drugs, alkohol, dsb)
-
mempunyai
masa lalu yang traumatis karena pernah mengalami
penyiksaan emosional, fisik maupun seksual
-
mengalami
ketergantungan serius terhadap cinta dan perhatian,
atau mempunyai gangguan kepribadian co-dependent
-
ingin
selalu merasa dibutuhkan, sehingga marah jika
terisolir
-
ingin
selalu menjalin ikatan dengan orang lain sebagai
sarana memvalidasi identitas dirinya
-
ada
kemungkinan mempunyai sejarah orang tua yang
alkoholik, abusive atau pun jenis
ketergantungan yang lain
-
merasa
diri sangat berharga dari sikap menjaga, memelihara
dan mengayomi pasangannya yang abusive
-
tidak
mampu membangun batasan-batasan antara dirinya
sendiri dengan orang lain
-
sulit
mengekspresikan kemarahan, dan cenderung malah
menyimpannya atau mengeluarkannya dalam sikap dan
perilaku tidak produktif
-
setia
pada pasangannya yang suka menyiksa
-
punya
keyakinan yang klise, bahwa dengan usaha lebih keras
saja pasti bisa mengubah keadaan
-
selalu
berupaya seolah ingin meninggalkan pasangannya
-
jika
sedang berkonflik, tidak pernah dituntaskan namun
malah pergi meninggalkan pasangan, untuk kemudian
kembali lagi ; pola itu terus menerus berulang
-
mengalami
depresi yang cukup serius dan membutuhkan penanganan
-
keinginan
untuk bunuh
diri
|
|
|
|
|
|
Karakteristik
kepribadian yang umumnya dimiliki oleh abuser :
|
|
|
|
|
|
-
sangat
temperamental, atau sulit mengendalikan temperamen
-
kecemburuan
yang tidak wajar terhadap pasangan
-
kecanduan
cinta
-
mempunyai
ketakutan yang berlebihan jika dirinya ditinggalkan
oleh pasangan
-
mempunyai
masa lalu yang traumatis, baik itu mengalami
penyiksaan seksual, emosional, fisik, orang tua
alkoholik, atau pun sebagai anak yang ditolak
-
mempunyai
harapan yang tidak realistik
-
perilakunya
sembarangan dan tidak perhitungan, seperti ngebut,
mabuk-mabukan, melakukan aktivitas seksual yang
abnormal dan membahayakan
-
suka
mengisolasi diri namun menampilkan temperamen yang
antisosial
-
tidak
mau bertanggung jawab atas perbuatannya meskipun
merugikan orang lain
-
menunjukkan
sikap kejam terhadap anak atau pun binatang
-
sering
mengancam untuk melakukan tindakan yang jahat
-
menyimpan
rasa malu dan harga diri yang rendah
-
mengalami
gangguan kepribadian co-dependent
-
tidak
mampu menghargai dan menjaga batasan-batasan
interpersonal yang dibangun antara dirinya dengan
orang lain atau pasangannya
-
ada
tanda-tanda ketergantung obat, alkohol
-
adanya
dorongan untuk menguasai dan mengendalikan orang
lain, terutama pasangannya, sebagai kompensasi dari
rasa rendah diri dan rasa tidak aman
-
ada
tanda-tanda mengalami gangguan kepribadian bipolar,
atau boderline
-
adanya
peningkatan perilaku penyiksaan jika pasangan
meninggalkannya (untuk kembali lagi) (jr)
|
| |
______________________________
|
| |
|
|