|
Virus
H5N1 biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, pada
tahun 1997, kasus pertama penularan virus dari burung ke
manusia terjadi selama wabah flu burung pada unggas di
Hong Kong. Virus tersebut menyebabkan penyakit
pernapasan parah pada 18 orang, 6 di antaranya
meninggal.
Sejak
saat itu, telah terjadi kasus-kasus infeksi H5N1 yang
lain pada manusia. Yang paling akhir, kasus manusia yang
terinfeksi virus H5N1 telah terjadi di Thailand, Vietnam
dan Kamboja selama perjangkitan H5N1 yang luas pada
unggas. Tingkat kematian untuk kasus ini kira-kira 50 %.
Sebagian besar dari kasus ini terjadi karena kontak
dengan unggas yang terinfeksi atau permukaan yang
terkontaminasi. Namun, diperkirakan bahwa terdapat
sedikit kasus penyebaran virus H5N1 dari manusia ke
manusia yang telah terjadi.
Selama
ini, penyebaran virus H5N1 dari orang ke orang jarang
terjadi. Karena semua virus flu memiliki kemampuan untuk
melakukan mutasi, para ilmuan merasa khawatir bahwa
virus H5N1 suatu saat nanti mungkin dapat menginfeksi
manusia dan menyebar dengan cepat dari satu orang ke
orang lain. Karena virus ini biasanya tidak menginfeksi
manusia, maka hanya ada sedikit atau tidak ada
perlindungan kekebalan terhadap virus tersebut pada
manusia.
Jika
virus H5N1 dapat menginfeksi orang dan menyebar dengan
cepat dari orang ke orang, maka "pandemi flu"
(penularan penyakit di seluruh dunia) dapat terjadi.
Tidak seorangpun dapat meramalkan kapan pandemi akan
terjadi. Namun, para pakar dari seluruh dunia sedang
mengamati situasi H5N1 di Asia dengan sangat teliti.
Terjadinya pandemi strain flu baru, terakhir terjadi
pada tahun 1968.
Pastikah
bahwa virus flu burung akan menyebabkan pandemik global?
Bisa
ya dan tidak, karena tidak
setiap orang yang melakukan kontak dengan virus tersebut
akan mengembangkan flu. Secara khusus, flu menginfeksi
antara 15 – 40% dari mereka yang melakukan kontak
dengan virus tersebut. Selain itu, virus flu burung yang
berkembang saat ini kemungkinan harus berubah sifat (
mutasi), sehingga penularan dari orang ke orang dapat
terjadi. Bahkan untuk kasus tersebut, pandemi global
sampai sekarang masih menjadi kondisi yang belum
pasti, meski ada kemungkinan untuk terjadi.
Di
samping itu, meskipun belum terbukti, tetapi diyakini
bahwa obat antiviral oseltamavir (Tamiflu) dapat
mencegah sakitnya orang-orang yang ber-kontak dengan
virus tersebut dan mengobati orang-orang yang
terinfeksi.
Bagaimana
cara mengobati flu burung pada manusia?
Virus
H5N1 yang berkembang sekarang ini nampaknya sensitif
terhadap dua obat antiviral, oseltamavir dan zanamavir,
yang memiliki efek langsung terhadap virus flu. Banyak
(tetapi tidak semua) virus yang ada sekarang nampak
resisten terhadap dua obat antiviral yang berbeda.
Meskipun oseltamavir dan zanamivir akan efektif jika
digunakan lebih awal, tetapi baru sedikit pengalaman
langsung dengan obat-obat ini dalam mengobati
orang-orang yang sakit dengan virus H5N1.
Apakah
ada vaksin untuk melindungi manusia dari virus H5N1?
Belum
ada. Saat ini para ilmuan dan dokter sedang bekerja
keras untuk mengembangkan vaksin untuk melindungi
manusia dari virus H5N1. Kajian riset kini dilakukan di
beberapa negara sehubungan dengan masalah ini.
Apa
yang dapat saya lakukan untuk melindungi saya dan
keluarga saya?
Kebanyakan
orang memiliki risiko kecil terkena infeksi virus flu
burung. Staf PBB dan keluarga mereka secara khusus tidak
ber- risiko terkena flu burung, kecuali pakar kesehatan
hewan (sebagian besar petugas kesehatan dan pertanian)
yang melakukan kunjungan ke sarana-sarana atau
laboratorium dimana dilakukan percobaan terhadap
diagnosa flu, dan petugas medis yang mengunjungi rumah
sakit dimana kasus-kasus manusia sedang diobati.
Sekarang
ini, langkah terpenting adalah menghindari sentuhan
langsung dengan burung-burung yang mati atau sakit atau
permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh sekresi atau
kotoran dari burung-burung ini tanpa perlindungan yang
memadai. Jika terjadi kontak seperti itu, sebaiknya anda
segera mencuci tangan dan bagian tubuh anda yang
terpapar ke burung tersebut dengan menggunakan sabun dan
air. Jika memungkinkan, adalah sesuatu yang bijak pula
untuk menghindari daerah-daerah pemeliharaan unggas dan
jangan pernah makan unggas yang tidak matang atau
setengah matang.
Obat
antiviral oseltamivir (Tamiflu) efektif mencegah
penyakit jika diminum segera setelah terpapar
(prophilaksis) dan efektif mengurangi kehebatan penyakit
pada orang-orang yang terinfeksi. Obat ini tidak
dianjurkan kecuali seseorang mungkin telah terpapar ke
flu burung. PBB merencanakan untuk mengadakan persediaan
Tamiflu di semua negara bagi para staf PBB. (Silakan
melihat pada bagian akhir dari dokumen ini, sebuah
catatan yang berjudul "Rekomendasi untuk
Menghindari Flu Burung")
Bagaimana
saya dapat mengetahui bahwa seekor burung mengidap flu
burung?
Tanda-tanda
flu burung sangat berbeda-beda. Pada beberapa kumpulan
burung, satu-satunya bukti infeksi adalah dari
pemeriksaan serologis, yakni burung-burung mengembangkan
antibodi yang dapat dideteksi. Flu burung dapat juga
menjelma sebagai penyakit sistem pernapasan, enterik,
reproduksi dan jaringan. Berkurangnya konsumsi makanan
dan penurunan produksi telur adalah di antara beberapa
tanda penyakit yang paling dini dan dapat diprediksi.
Tanda-tanda termasuk batuk, bersin, bulu mengkerut,
kepala bengkak, tanda-tanda gugup seperti depresi dan
diare dapat terjadi secara bersama-sama atau satu per
satu.
Dalam
beberapa kasus, burung mati dengan cepat tanpa
menunjukkan tanda-tanda klinis penyakit. Untuk informasi
lebih lanjut tentang hal ini: http://www.vetmed.ucdavis.edu/vetext/INF-PO_AvianInfluenzaFS.html
Mengapa
pemerintah mengalami kesulitan untuk menghentikan flu
burung pada burung-burung?
Tugas
ini sulit dilakukan karena :
§
Cara-cara penyebaran virus ini antara burung-burung piaraan dan
burung-burung liar sangatlah tidak jelas, sehingga lebih
menyulitkan untuk mengembangkan strategi pengawasan yang
sangat efektif.
§
Karena banyak orang di negara-negara yang sekarang ini terpengaruh
oleh H5N1 memelihara unggas di rumah dan halaman mereka,
dan tergantung pada burung-burung ini untuk kebutuhan
makan, penularan dan kematian pada unggas dalam kumpulan
kecil ini terlambat dilaporkan dan sangat sulit dipantau
dan diawasi.
§
Di banyak negara, sistem nasional untuk memantau kesehatan hewan
seringkali lemah dan kurang dana. Sistem tersebut
seringkali tidak menjangkau produsen skala kecil dan
penyakit dapat disebar-luaskan tanpa deteksi dini.
§
Burung-burung yang melakukan migrasi berbagi air, kadang-kadang
makan dan dengan cara demikian dapat terinfeksi oleh
virus baru. Sebelum burung-burung sakit parah,
burung-burung ini dapat terbang dengan membawa virus dan
menyebarkannya melalui kotoran di air dan melalui kontak
dengan burung-burung piaran lainnya di tempat lain.
Dimana
saya bisa mendapatkan informasi tentang flu burung?
Ada
sejumlah website tentang flu burung dengan berbagai link
yang diperbarui secara tetap. Beberapa contoh informasi
meliputi hal-hal berikut ini:
§
WHO: http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/en/
§
Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
HTUhttp://www.cdc.gov/flu/avian/gen-info/facts.htmUTH
§
World Organization for Animal Health (OIE):
HTUhttp://www.oie.int/eng/AVIAN_INFLUENZA/home.htmUTH
Rekomendasi
untuk Menghindari Flu Burung
Rekomendasi
berikut mungkin akan sangat berguna bagi anda dan
keluarga yang melakukan perjalanan atau tinggal di
daerah-daerah dimana terdapat laporan tentang penularan
flu burung H5N1 pada unggas atau kasus manusia yang
terinfeksi. Rekomendasi ini dapat direvisi mengingat
semakin banyaknya informasi yang ada.
§
Untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi, anda sebaiknya mengikuti
langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan
anda. Secara khusus, orang-orang yang seringkali
bepergian sebaiknya menghindari sentuhan dengan unggas
yang masih hidup atau sudah mati (misalnya ayam, itik,
angsa, merpati, burung puyuh) atau burung-burung liar
atau kotorannya, dan menghindari tempat-tempat dimana
kemungkinan terdapat unggas yang terinfeksi H5N1,
seperti peternakan ayam komersial atau peternakan ayam
yang ada di halaman belakang rumah dan pasar unggas.
§
Hindari makan daging unggas atau produk unggas / telur yang tidak
matang atau kurang matang, termasuk makanan yang terbuat
dari darah unggas yang tidak matang.
§
Seperti halnya penyakit menular lainnya, salah satu langkah
preventif yang paling penting adalah mencuci tangan
sesering mungkin dengan bersih. Membersihkan tangan
dengan menggunakan sabun dan air (atau tanpa air :
membersihkan tangan dengan alkohol jika tidak ada sabun
dan tangan tidak kelihatan kotor), membersihkan dari
kulit anda zat-zat yang dapat menyebabkan penularan dan
membantu mencegah penularan penyakit
Pada
Saat Menyiapkan Makanan:
§
Pisahkan daging mentah dari makanan matang atau makanan yang siap
dimakan. Jangan menggunakan papan pemotong atau pisau
yang sama untuk menyiapkan daging mentah dan makanan
matang atau makanan yang siap dimakan.
§
Setelah memegang makanan mentah, jangan memegang makanan matang
sebelum mencuci tangan anda.
§
Jangan menaruh kembali daging yang telah dimasak pada piring atau
tempat yang digunakan untuk menaruh daging tersebut
sebelum dimasak.
§
Semua makanan dari unggas, termasuk telur dan darah unggas harus
dimasak sampai matang. Kuning telur tidak boleh masih
encer atau cair. Karena virus flu burung mati jika
terkena panas, temperatur masak untuk daging unggas
sebaiknya diatas 70P 0PC (158 F).
§
Cucilah kulit telur dalam air bersabun sebelum menggunakan dan
memasak, dan setelah itu cucilah tangan anda.
§
Jangan menggunakan telur mentah atau setengah matang dalam makanan
yang tidak akan dimasak.
§
Setelah memegang daging unggas mentah atau telur, cucilah tangan
anda dan semua permukaan serta peralatan dengan bersih
dengan mengunakan sabun dan air.
Jika
anda merasa yakin bahwa anda mungkin telah terpapar
(terekspose) ke flu burung, lakukan langkah- langkah
preventif sebagai berikut:
§
Pantaulah kesehatan anda selama sepuluh hari.
§
Jika anda sakit demam dan berkembang menjadi batuk atau kesulitan
bernapas, atau jika terjadi perkembangan penyakit pada
anda selama masa 10 hari ini, konsultasikan dengan
petugas pelayanan kesehatan. Sebelum anda mengunjungi
tempat pelayanan kesehatan, katakan kepada petugas
pelayanan kesehatan hal-hal berikut ini :1) gejala yang
anda alami, 2) apakah anda telah melakukan kontak
langsung dengan unggas, dan 3) dimana anda bepergian.
§
Jangan pergi kemana-mana selama anda sakit, dan batasi kontak
dengan orang lain sebanyak mungkin untuk membantu
mencegah penyebaran penyakit menular yang manapun.
|