INFORMASI PSIKOLOGI ONLINE
 
 

     
     
     
     
Anak & Balita
Remaja
Dewasa
Lanjut Usia
Keluarga
Pengembangan Karir
Sosial & Budaya
Wirausaha
Masalah Psikologis Dalam Organisasi
Manajemen SDM
Ruang Konseling
Komunitas
  Komentar Anda
     
  Tentang Kami
     
  Hubungi Kami
     
   

FLU BURUNG

 

Oleh Johanes Papu

 

Jakarta, 30 September 2005

 

Apa itu Flu Burung?

 

Flu burung (avian influenza) adalah infeksi oleh virus flu yang biasanya terjadi pada burung. Burung-burung liar di seluruh dunia membawa virus-virus tersebut dalam usus mereka, tetapi burung-burung ini biasanya tidak sakit. Namun, flu burung cepat sekali menular pada burung-burung dan dapat menyebabkan burung-burung piaraan, termasuk ayam, itik dan kalkun sakit dan mati.

Dapatkah virus flu burung menginfeksi manusia?

Virus flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia, namun memang telah terjadi beberapa infeksi pada manusia yang disebabkan oleh jenis-jenis virus flu burung yang berbeda. Ini telah terjadi sejak tahun 1997. Kadang-kadang virus tersebut berpindah dari burung-burung yang terinfeksi atau zat yang terinfeksi (kotoran burung) ke manusia. Meskipun terjadi wabah yang luas pada burung, tetapi biasanya sedikit sekali manusia yang terkena infeksi tersebut.

Mengapa flu burung mendapatkan perhatian yang begitu besar?

Virus flu burung dengan variasi virus yang diberi nama H5N1 pertama kali menginfeksi orang-orang di Hong Kong pada tahun 1997. Di penghujung tahun 2003 dan awal 2004, flu tipe H5N1 ini telah dilaporkan terjadi pada unggas di delapan negara Asia (Kamboja, Cina, Indonesia, Jepang, Laos, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam). Wabah ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 100 juta burung di negara-negara yang terinfeksi; baik karena penyakit tersebut ataupun karena pemusnahan untuk mengendalikan-nya.

Lebih dari 110 infeksi manusia yang berhubungan dengan perjangkitan ini telah dilaporkan di Kamboja, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Yang paling baru, infeksi H5 pada burung telah dilaporkan dari Rusia, Kazakhstan, Mongolia dan Cina meskipun infeksi tersebut belum di-pastikan di semua lokasi.

Bagaimana penyebaran flu burung?

Burung-burung yang terinfeksi diperkirakan mencemari lingkungan dengan menyebarkan virus melalui kotoran mereka. Namun, beberapa virus burung nampaknya juga tersebar pada burung-burung melalui udara yang kita hirup.

Cara yang tepat tentang bagaimana orang terinfeksi oleh virus flu burung belum diketahui dengan jelas, tetapi kebanyakan berhubungan dengan kontak langsung antara orang dan burung yang terinfeksi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang penularan hewan, lihat : http://www.oie.int/eng/AVIAN_INFLUENZA/Disease%20card.pdf

Apa saja gejala flu burung pada manusia?

Gejala flu burung pada manusia berkisar dari gejala seperti flu biasa (demam, batuk, radang tenggorokan dan nyeri otot) sampai infeksi mata, radang paru-paru, penyakit pernafasan parah (seperti gangguan pernapasan akut), dan komplikasi-komplikasi lainnya yang parah dan mengancam kehidupan. Gejala-gejala flu burung mungkin tergantung pada virus mana yang menyebabkan infeksi.

Apa yang dilakukan saat ini untuk menghentikan flu burung?

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara sedang bekerja-sama untuk menangani masalah flu burung. Ada beberapa kegiatan penting yang kini tengah dilakukan:

§         Upaya-upaya untuk memberantas infeksi pada unggas.

§         Upaya-upaya untuk mengurangi kemungkinan manusia terinfeksi oleh flu burung, dan

§         Upaya-upaya untuk menghadapi infeksi yang meluas pada manusia jika upaya-upaya pemberantasan virus flu burung mengalami kegagalan dan virus tersebut dapat menyebar dengan mudah pada manusia.   WHO telah menunjuk Dr. Margaret Chan sebagai Ketua Flu Pandemik untuk mengkoordinasikan upaya-upaya WHO. Sebelumnya sebagai direktur departemen kesehatan Hong Kong, Cina, ia menunjukkan perhatiannya terhadap dua penyakit utama yang mengancam kesehatan dan perekonomian dunia, yakni flu burung dan SARS.

§         Pengawasan Hewan : Sejak virus tersebut diketahui menginfeksi burung, langkah pertama yang terpenting dalam menghentikan flu burung adalah mengidentifikasi dan mencegah penyebaran virus tersebut pada burung. Departemen pertanian dan kehewanan nasional melakukan kerja sama erat dengan FAO, Organisasi untuk Kesehatan Hewan (OIE), WHO, Bank Dunia dan lain-lainnya untuk segera menetapkan dan memperkuat sistem pengawasan yang dengan cepat mengidentifikasi burung-burung yang sakit dan memusnahkan mereka. Penggabungan pengawasan (surveilan), karantina, pemusnahan burung-burung yang sakit dan vaksinasi unggas merupakan beberapa langkah yang kini tengah dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Pengawasan Kesehatan Manusia : WHO mengkoordinasi tindakan internasional PBB di bidang ini. Karena flu burung dan flu pandemik keduanya merupakan ancaman bagi orang-orang, WHO bekerja sama dengan pemerintah dan mitra-mitra lainnya untuk meningkatkan pemantauan terhadap virus flu dan infeksi pada orang-orang, peningkatan ketersediaan obat-obat antiretroviral dan pengurangan waktu yang diperlukan untuk membuat vaksin flu burung, serta pengembangan beberapa rencana darurat (contingency plan).

 

 

Mengapa orang-orang khawatir akan flu burung?

 

Virus H5N1 biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, pada tahun 1997, kasus pertama penularan virus dari burung ke manusia terjadi selama wabah flu burung pada unggas di Hong Kong. Virus tersebut menyebabkan penyakit pernapasan parah pada 18 orang, 6 di antaranya meninggal.

Sejak saat itu, telah terjadi kasus-kasus infeksi H5N1 yang lain pada manusia. Yang paling akhir, kasus manusia yang terinfeksi virus H5N1 telah terjadi di Thailand, Vietnam dan Kamboja selama perjangkitan H5N1 yang luas pada unggas. Tingkat kematian untuk kasus ini kira-kira 50 %. Sebagian besar dari kasus ini terjadi karena kontak dengan unggas yang terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi. Namun, diperkirakan bahwa terdapat sedikit kasus penyebaran virus H5N1 dari manusia ke manusia yang telah terjadi.

Selama ini, penyebaran virus H5N1 dari orang ke orang jarang terjadi. Karena semua virus flu memiliki kemampuan untuk melakukan mutasi, para ilmuan merasa khawatir bahwa virus H5N1 suatu saat nanti mungkin dapat menginfeksi manusia dan menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain. Karena virus ini biasanya tidak menginfeksi manusia, maka hanya ada sedikit atau tidak ada perlindungan kekebalan terhadap virus tersebut pada manusia.

Jika virus H5N1 dapat menginfeksi orang dan menyebar dengan cepat dari orang ke orang, maka "pandemi flu" (penularan penyakit di seluruh dunia) dapat terjadi. Tidak seorangpun dapat meramalkan kapan pandemi akan terjadi. Namun, para pakar dari seluruh dunia sedang mengamati situasi H5N1 di Asia dengan sangat teliti. Terjadinya pandemi strain flu baru, terakhir terjadi pada tahun 1968.

 

Pastikah bahwa virus flu burung akan menyebabkan pandemik global?

 

Bisa ya dan tidak, karena tidak setiap orang yang melakukan kontak dengan virus tersebut akan mengembangkan flu. Secara khusus, flu menginfeksi antara 15 – 40% dari mereka yang melakukan kontak dengan virus tersebut. Selain itu, virus flu burung yang berkembang saat ini kemungkinan harus berubah sifat ( mutasi), sehingga penularan dari orang ke orang dapat terjadi. Bahkan untuk kasus tersebut, pandemi global sampai sekarang  masih menjadi kondisi yang belum pasti, meski ada kemungkinan untuk terjadi.

Di samping itu, meskipun belum terbukti, tetapi diyakini bahwa obat antiviral oseltamavir (Tamiflu) dapat mencegah sakitnya orang-orang yang ber-kontak dengan virus tersebut dan mengobati orang-orang yang terinfeksi.

 

Bagaimana cara mengobati flu burung pada manusia?

 

Virus H5N1 yang berkembang sekarang ini nampaknya sensitif terhadap dua obat antiviral, oseltamavir dan zanamavir, yang memiliki efek langsung terhadap virus flu. Banyak (tetapi tidak semua) virus yang ada sekarang nampak resisten terhadap dua obat antiviral yang berbeda. Meskipun oseltamavir dan zanamivir akan efektif jika digunakan lebih awal, tetapi baru sedikit pengalaman langsung dengan obat-obat ini dalam mengobati orang-orang yang sakit dengan virus H5N1.

 

Apakah ada vaksin untuk melindungi manusia dari virus H5N1?

 

Belum ada. Saat ini para ilmuan dan dokter sedang bekerja keras untuk mengembangkan vaksin untuk melindungi manusia dari virus H5N1. Kajian riset kini dilakukan di beberapa negara sehubungan dengan masalah ini.

 

Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi saya dan keluarga saya?

Kebanyakan orang memiliki risiko kecil terkena infeksi virus flu burung. Staf PBB dan keluarga mereka secara khusus tidak ber- risiko terkena flu burung, kecuali pakar kesehatan hewan (sebagian besar petugas kesehatan dan pertanian) yang melakukan kunjungan ke sarana-sarana atau laboratorium dimana dilakukan percobaan terhadap diagnosa flu, dan petugas medis yang mengunjungi rumah sakit dimana kasus-kasus manusia sedang diobati.

Sekarang ini, langkah terpenting adalah menghindari sentuhan langsung dengan burung-burung yang mati atau sakit atau permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh sekresi atau kotoran dari burung-burung ini tanpa perlindungan yang memadai. Jika terjadi kontak seperti itu, sebaiknya anda segera mencuci tangan dan bagian tubuh anda yang terpapar ke burung tersebut dengan menggunakan sabun dan air. Jika memungkinkan, adalah sesuatu yang bijak pula untuk menghindari daerah-daerah pemeliharaan unggas dan jangan pernah makan unggas yang tidak matang atau setengah matang.

Obat antiviral oseltamivir (Tamiflu) efektif mencegah penyakit jika diminum segera setelah terpapar (prophilaksis) dan efektif mengurangi kehebatan penyakit pada orang-orang yang terinfeksi. Obat ini tidak dianjurkan kecuali seseorang mungkin telah terpapar ke flu burung. PBB merencanakan untuk mengadakan persediaan Tamiflu di semua negara bagi para staf PBB. (Silakan melihat pada bagian akhir dari dokumen ini, sebuah catatan yang berjudul "Rekomendasi untuk Menghindari Flu Burung")

 

Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa seekor burung mengidap flu burung?

 

Tanda-tanda flu burung sangat berbeda-beda. Pada beberapa kumpulan burung, satu-satunya bukti infeksi adalah dari pemeriksaan serologis, yakni burung-burung mengembangkan antibodi yang dapat dideteksi. Flu burung dapat juga menjelma sebagai penyakit sistem pernapasan, enterik, reproduksi dan jaringan. Berkurangnya konsumsi makanan dan penurunan produksi telur adalah di antara beberapa tanda penyakit yang paling dini dan dapat diprediksi. Tanda-tanda termasuk batuk, bersin, bulu mengkerut, kepala bengkak, tanda-tanda gugup seperti depresi dan diare dapat terjadi secara bersama-sama atau satu per satu.

Dalam beberapa kasus, burung mati dengan cepat tanpa menunjukkan tanda-tanda klinis penyakit. Untuk informasi lebih lanjut tentang hal ini: http://www.vetmed.ucdavis.edu/vetext/INF-PO_AvianInfluenzaFS.html

 

Mengapa pemerintah mengalami kesulitan untuk menghentikan flu burung pada burung-burung?

 

Tugas ini sulit dilakukan karena :

§         Cara-cara penyebaran virus ini antara burung-burung piaraan dan burung-burung liar sangatlah tidak jelas, sehingga lebih menyulitkan untuk mengembangkan strategi pengawasan yang sangat efektif.

§        Karena banyak orang di negara-negara yang sekarang ini terpengaruh oleh H5N1 memelihara unggas di rumah dan halaman mereka, dan tergantung pada burung-burung ini untuk kebutuhan makan, penularan dan kematian pada unggas dalam kumpulan kecil ini terlambat dilaporkan dan sangat sulit dipantau dan diawasi.

§        Di banyak negara, sistem nasional untuk memantau kesehatan hewan seringkali lemah dan kurang dana. Sistem tersebut seringkali tidak menjangkau produsen skala kecil dan penyakit dapat disebar-luaskan tanpa deteksi dini.

§       Burung-burung yang melakukan migrasi berbagi air, kadang-kadang makan dan dengan cara demikian dapat terinfeksi oleh virus baru. Sebelum burung-burung sakit parah, burung-burung ini dapat terbang dengan membawa virus dan menyebarkannya melalui kotoran di air dan melalui kontak dengan burung-burung piaran lainnya di tempat lain.

 

Dimana saya bisa mendapatkan informasi tentang flu burung?

 

Ada sejumlah website tentang flu burung dengan berbagai link yang diperbarui secara tetap. Beberapa contoh informasi meliputi hal-hal berikut ini:

§         WHO: http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/en/

§         Centers for Disease Control and Prevention (CDC) HTUhttp://www.cdc.gov/flu/avian/gen-info/facts.htmUTH

§         World Organization for Animal Health (OIE): HTUhttp://www.oie.int/eng/AVIAN_INFLUENZA/home.htmUTH

 

Rekomendasi untuk Menghindari Flu Burung

 

Rekomendasi berikut mungkin akan sangat berguna bagi anda dan keluarga yang melakukan perjalanan atau tinggal di daerah-daerah dimana terdapat laporan tentang penularan flu burung H5N1 pada unggas atau kasus manusia yang terinfeksi. Rekomendasi ini dapat direvisi mengingat semakin banyaknya informasi yang ada.

§       Untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi, anda sebaiknya mengikuti langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan anda. Secara khusus, orang-orang yang seringkali bepergian sebaiknya menghindari sentuhan dengan unggas yang masih hidup atau sudah mati (misalnya ayam, itik, angsa, merpati, burung puyuh) atau burung-burung liar atau kotorannya, dan menghindari tempat-tempat dimana kemungkinan terdapat unggas yang terinfeksi H5N1, seperti peternakan ayam komersial atau peternakan ayam yang ada di halaman belakang rumah dan pasar unggas.

§        Hindari makan daging unggas atau produk unggas / telur yang tidak matang atau kurang matang, termasuk makanan yang terbuat dari darah unggas yang tidak matang.

§        Seperti halnya penyakit menular lainnya, salah satu langkah preventif yang paling penting adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan bersih. Membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air (atau tanpa air : membersihkan tangan dengan alkohol jika tidak ada sabun dan tangan tidak kelihatan kotor), membersihkan dari kulit anda zat-zat yang dapat menyebabkan penularan dan membantu mencegah penularan penyakit

 

Pada Saat Menyiapkan Makanan:

§        Pisahkan daging mentah dari makanan matang atau makanan yang siap dimakan. Jangan menggunakan papan pemotong atau pisau yang sama untuk menyiapkan daging mentah dan makanan matang atau makanan yang siap dimakan.

§        Setelah memegang makanan mentah, jangan memegang makanan matang sebelum mencuci tangan anda.

§        Jangan menaruh kembali daging yang telah dimasak pada piring atau tempat yang digunakan untuk menaruh daging tersebut sebelum dimasak.

§        Semua makanan dari unggas, termasuk telur dan darah unggas harus dimasak sampai matang. Kuning telur tidak boleh masih encer atau cair. Karena virus flu burung mati jika terkena panas, temperatur masak untuk daging unggas sebaiknya diatas 70P 0PC (158 F).

§       Cucilah kulit telur dalam air bersabun sebelum menggunakan dan memasak, dan setelah itu cucilah tangan anda.

§         Jangan menggunakan telur mentah atau setengah matang dalam makanan yang tidak akan dimasak.

§         Setelah memegang daging unggas mentah atau telur, cucilah tangan anda dan semua permukaan serta peralatan dengan bersih dengan mengunakan sabun dan air.

Jika anda merasa yakin bahwa anda mungkin telah terpapar (terekspose) ke flu burung, lakukan langkah- langkah preventif sebagai berikut:

§         Pantaulah kesehatan anda selama sepuluh hari.

§        Jika anda sakit demam dan berkembang menjadi batuk atau kesulitan bernapas, atau jika terjadi perkembangan penyakit pada anda selama masa 10 hari ini, konsultasikan dengan petugas pelayanan kesehatan. Sebelum anda mengunjungi tempat pelayanan kesehatan, katakan kepada petugas pelayanan kesehatan hal-hal berikut ini :1) gejala yang anda alami, 2) apakah anda telah melakukan kontak langsung dengan unggas, dan 3) dimana anda bepergian.

§         Jangan pergi kemana-mana selama anda sakit, dan batasi kontak dengan orang lain sebanyak mungkin untuk membantu mencegah penyebaran penyakit menular yang manapun.

  ______________________________
 


Copyright (c) 2000, e-psikologi.com. All rights reserved
Situs ini didesain oleh
e-psikologi.com