Baik secara pribadi atau organisasi, stabilitas hidup diciptakan dengan terus-menerus menciptakan perubahan internal sebagai jawaban dari siklus perubahan eksternal. Jawaban tersebut harus berupa reaksi yang cocok sebab kalau tidak, perubahan yang anda lakukan untuk menjawab bisa jadi justru berupa problem alias terjadi gap dan instabilitas. Kesimpulannya, kunci reaksi yang cocok tersebut terdapat pada keberanian meninggalkan sebagian norma lama yang tidak memadai dan sebagai gantinya, menciptakan norma baru yang lebih memadai. Lalu apa saja yang harus anda pahami agar terjaga stabilitas hidup anda?
Selama Perang berkecamuk antara tahun 1939 - 1945, sebuah investigasi oleh pakar militer Amerika menemukan sistem kontrol yang digunakan untuk mendeteksi serangan musuh yang disebut anti-aircraft. Tidak saja terhadap pesawat melainkan juga peralatan perang lainnya. Semula system ini hanya digunakan sebatas mengatur hubungan antara manusia dan peralatan perang serta bagaimana mereka mengoperasikan. Tetapi kemudian berkembang ke wilayah industri baik pada pribadi dan perusahaan yang kemudian dikenal lebih popular dengan sebutan The Science of Cybernetics.
Jika anda merasakan perubahan yang menuntut jawaban dalam bentuk reaksi yang cocok, maka pertama kali yang perlu anda lakukan adalah menangkap diri anda secara utuh. Menangkap adalah memiliki sense of ownership and responsibility. Anda adalah pemilik dari kehidupan yang anda rasakan saat ini, bukan menjadi bagiannya, dan karena sebagai pemilik maka andalah yang bertanggung terhadap segala hal yang menimpa. Terhadap keadaan hidup yang anda rasakan, pilihannya cuma dua yaitu menerima untuk mengubah atau menerima untuk membiarkan. Kendali kontrol pilihan tersebut sepenuhnya harus anda miliki. Kenyataannya, pilihan tersebut akan memberikan dampak berupa berupa benih-benih konsekuensi hidup sebesar sukses - gagal; benih-benih antara menjadi pencipta perubahan dan menjadi korban perubahan; benih-benih bahagia dan nestapa. Maka, anda harus dalam kondisi sadar dengan pilihan-pilihan itu. Dalam pengertian memiliki keputusan untuk melakukan sesuatu yang punya akses langsung terhadap situasi.
Agar stabilitas hidup bisa anda rasakan, maka anda perlu memahami apa saja wilayah hidup yang membutuhkan situasi stabil. Dan bagaimana anda meletakkan stabilitas hidup dalam perspective yang proporsional.
1. Wilayah Internal
Kalau dipukul rata, semua manusia akan menjadikan sejumlah wilayah hidup seperti fisik, mental, emosional, intelektual, spiritual, sosial dan finansial sebagai zone sentral. Jika keseimbangan tidak terjadi dapat dipastikan bahwa hidup akan mengalami kegoncangan. Sedangkan untuk menemukan kesimbangan harus diwujudkan ke dalam upaya untuk mengembangkannya sesuai porsi yang dibutuhkan baik secara pribadi atau organisasi.
2. Wilayah Eksternal
Seperkasa apapun pribadi atau organisasi tidak akan sanggup menghentikan perputaran siklus eksternal. Strategi manajemen bisa tiba-tiba dinyatakan tumpul oleh lingkungan dan persaingan. Dan andapun bisa saja tiba-tiba terkena mental block. Seluruhnya terjadi berada di wilayah yang di luar kontrol anda tetapi memiliki implikasi terhadap kehidupan pribadi atau organisasi. Contoh sepele adalah fenomena krisis moneter. Semula hanya orang tertentu yang merasa harus bingung menemukan pemecahannya. Tetapi karena belum ketemu, akhirnya berimbas ke mana-mana termasuk harga barang yang anda konsumsi setiap hari.
3. Kualitas Ideal
Stabilitas adalah kualitas hidup dan karena berupa kualitas, maka ia berada di alam ideal, bukan realita. Sama halnya seperti kebahagian, kesuksesan atau lainnya. Maksudnya apa? Jadikan ia sebagai acuan pencapaian atau bintang di langit yang anda gunakan cahayanya untuk melangkah di bumi realitas. Sebagai kualitas, maka ia adalah achievement process, bukan one-off target. Bukan wilayah di mana kaki anda akan berakhir, melainkan cara yang anda gunakan menempuhnya, the way of traveling. Ia diberangkatkan dari sebuah paradigma possibility, choice, perbaikan yang berkelanjutan bukan dogma pasti, keniscayaan, atau realitas sebagai kepastian absolut. Sebab kenyataannya, selain kematian tidak ditemukan bentuk masa depan yang pasti. Semoga bermanfaat.