|
Will
Rogers pernah mengatakan:
“walaupun anda saat ini sudah berada di jalur yang
benar tetapi kalau yang anda lakukan hanya diam saja,
maka perubahan akan membawa anda ke tempat yang tidak
aman.”
Pendapat ini bisa kita jadikan petunjuk bahwa
terlepas apakah kita sudah mendapatkan pekerjaan yang
kita cintai atau tidak, tetapi kalau dinamika kita
mandek, perubahan akan membawa kita pada konflik-diri.
Pembelajaran
yang mungkin kita lakukan untuk menyelamatkan diri kita
dari kemandekan (stagnasi) adalah menyusun Tangga
Dinamika yang sesuai dengan ukuran diri kita dengan
melakukan gerakan berikut ini:
1.
Menaikkan Keinginan
Kalau
dulu kita pernah punya keinginan untuk menjadi karyawan
atau keinginan untuk memiliki sesuatu – katakanlah
begitu – dan hari ini keinginan itu sudah kita
wujudkan, maka kita perlu menaikkan lagi standar
keinginan itu ke tingkat yang lebih atas yang kira-kira
secara rasional bisa kita capai, misalnya saja menjadi
supervisor atau manajer, supaya kemandekan tidak mudah
menguasai kita. Keinginan pada dasarnya adalah motivasi
penggerak yang mendorong niat kita untuk berprestasi.
Tetapi
yang perlu kita catat, adalah pentingnya kesadaran untuk
membuat manajemen aktivitas yang diarahkan untuk
mencapai sasaran yang diinginkan, baik jangka pendek (dan
rutin) maupun jangka panjang – serta aktivitas yang
diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
2.
Menaikkan Pengetahuan
Mungkin
kalau sekedar menaikkan keinginan untuk menjadi atau
untuk memiliki ini mudah dan sudah dilakukan oleh hampir
semua orang. Tetapi yang tidak dilakukan oleh hampir
semua orang atau bahkan hanya dilakukan oleh sedikit
orang adalah berusaha mencari pengetahuan yang cocok
untuk digunakan sebagai alat mewujudkan keinginan itu.
Merujuk
pada hasil temuan Aristotle, formula untuk berprestasi
itu ada dua yaitu: rumusan tujuan yang jelas tentang apa
yang kita inginkan untuk menjadi atau memiliki, dan yang
kedua, menemukan metode yang cocok. Metode ini banyak
dan salah satunya adalah ilmu pengetahuan yang tepat
untuk keadaan diri kita.
Fungsi
pengetahuan bagi keinginan kita adalah memberikan lebih
banyak pilihan strategi dalam mewujudkan keinginan yang
tidak hanya itu-itu saja. Selain itu, fungsi lain yang
dimainkan oleh bertambahnya pengetahuan di kepala kita
adalah memperbaruhi diri kita. Seperti kata Atkin, Ilmu
pengetahuan yang kita dapatkan tidak saja membuat kita
memiliki pengetahuan tetapi juga memperbaruhi definisi
kita tentang diri kita.
3.
Menaikkan
Kemampuan
Sudah
pasti akan ada gap (jurang pemisah) antara keinginan
ideal dan kemampuan faktual kita dan sudah pasti akan
ada gap antara pengetahuan yang baru kita dapatkan
dengan kenyataan
yang kita hadapi di bidang kita. Gap ini
menawarkan pilihan antara: apakah kita akan menggunakan
gap itu untuk mencerahkan diri kita atau kita akan
menggunakan gap itu untuk “menggelapkan” diri kita.
Supaya
gap itu bisa berfungsi mencerahkan, maka jalan yang
tersedia hanya satu yaitu menjalankan agenda
pembelajaran secara alamiah (sedikit demi sedikit tetapi
terus menerus). Gap antara kemampuan dan keinginan hanya
bisa dikuasai dengan cara menaikkan kemampuan. Kalau
kemampuan kita tidak bertambah sementara kebutuhan dan
keinginan kita terus bertambah, akhirnya konflik diri
melanda. Gap antara pengetahuan dan kenyataan hanya bisa
didamaikan dengan praktek yang mengikuti metode air
hujan yang menetes dari atas ke bawah atau dari konsep
ke praktek.
Walhasil,
kalau kita coba menghitung dengan kalkulasi dagang, akan
berbeda di tingkat keuntungan antara kita mencintai
pekerjaan lebih dulu dan menemukan pekerjaan yang kita
cintai dulu, meskipun keduanya benar. Mendahulukan cinta
akan memberikan keuntungan ganda buat kita, terlepas
apakah kita saat ini sudah menemukan pekerjaan yang kita
cintai atau belum. Sementara mendahulukan pekerjaan
hanya akan memberikan satu keuntungan dan itupun masih
dengan syarat: Asalkan kita bisa menemukan pekerjaan
yang kita cintai.
Herman
Chain akhirnya menyimpulkan: “Kesuksesan
bukanlah kunci kebahagian. Kebahagianlah yang menjadi
kunci kesuksesan. Jika kamu mencintai apa yang kamu
lakukan maka kamu akan sukses.” Puisi
cinta mengatakan: “Anda tidak mencintai gadis karena
dia cantik
tetapi
si dia menjadi cantik karena anda mencintainya.”
Benarkah begitu..?
|