 |
|
|
Jadilah
Kelompok Minoritas
|
|
Oleh: Ubaydillah,
AN
|
|
Jakarta,
20 Februari 2003
|
|
Dalam
kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua pandangan
masyarakat dalam menilai hidup seseorang yaitu
orang yang disebut sukses dan orang yang gagal. Meski
kriteria sukses atau gagal mungkin akan berbeda antara
individu yang satu dengan individu yang lain, namun tak
bisa dipungkiri bahwa ada sekelompok kecil orang
yang diakui oleh semua orang sebagai "manusia-manusia
yang sukses". Manusia sukses ini jumlahnya amat
sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang disebut
"manusia-manusia gagal". Jika dilihat dari
suatu gambar piramida maka orang yang sukses adalah
mereka yang berada pada bagian paling atas sekaligus
merupakan bagian yang paling kecil. Oleh karena itulah
mereka seringkali disebut kelompok minoritas.
|
|
Pertanyaan yang
mungkin timbul kemudian adalah mengapa jumlah orang yang
sukses sangat sedikit sementara orang-orang gagal bisa
ditemukan dimanapun kita berada. Bahkan dapat
dikatakan bahwa mayoritas penghuni planet bumi ini
adalah orang-orang gagal atau orang-orang yang merasa
dirinya gagal. Sebenarnya
faktor apa saja
yang membedakan karakteristik orang sukses dengan orang
yang gagal atau kata lain apa sih rahasia
manusia-manusia sukses?
|
|
|
Keahlian
dan Sikap Mental
|
|
Di
era tahun 1990-an, Harvard University mengadakan
penelitian yang difokuskan pada apa yang membedakan
antara orang yang sukses dengan ornag yang gagal di bidang
karir. Dari riset tersebut ditemukan bahwa 15 % dari
kesuksesan karir seseorang disebabkan oleh keahlian teknis
sementara sisanya yang 85 % disebabkan oleh sikap mental.
Keahlian teknis adalah job skill atau yang sering
disebut dengan hardware skill atau keahlian anda
memahami benda mati dan cara menghidupkannya. Sementara mental
skill adalah keahlian anda dalam hal memahami orang
dan cara kerja dunia. Katakanlah anda saat ini memiliki
keahlian di bidang web programming. Jika anda hanya
bertumpu pada keahlian itu semata tanpa keterlibatan
keahlian personality, karakter kerja, interaksi,
jaringan relasi maka bisa jadi keahlian itu hanya berguna
bagi diri anda atau orang lain yang anda kenal dengan
jumlah sangat terbatas dan tidak akan memberikan manfaat
besar bagi kehidupan orang lain.
|
|
|
Empat
Pilar
|
|
Greg
Phillips (2002), dalam artikelnya berjudul Create
Your Future (Ultimate Potential 2002), mencoba
membongkar rahasia di balik kesuksesan seseorang.
Kesimpulannya terdapat empat hal yang dapat menjadi
pembeda utama antara orang sukses dengan orang yang
gagal. Keempat pembeda tersebut terletak pada kualitas
tinggi dan rendahnya faktor yang dimaksud. Artinya baik
orang sukses maupun gagal pada dasarnya sama-sama
memiliki faktor tersebut tetapi kualitasnya tidak
sama.
|
|
|
1.
|
Harapan
|
|
|
|
Ekspektasi atau harapan terhadap apa yang
diinginkan masing-masing orang dari kehidupan ini
menjadi pembeda. Orang sukses memiliki harapan besar dan
bernuansa jangka panjang. Karena harapan yang besar maka
secara naluriah ia terdorong untuk meraih sesuatu yang
besar. Seperti yang katakan W. Somerset Maugham,
"Tidak selamanya anda mendapat apa yang anda
inginkan dari kehidupan ini tetapi anda akan mendapatkan
apa yang anda harapkan". Oleh karenanya taruhlah
harapan positif kepada diri anda, orang lain dan
lingkungan /dunia.
|
|
|
2.
|
Kontrol
|
|
|
|
Ada petunjuk di balik fakta ilmiah tentang apa
yang membentuk intelegensi manusia. Ditemukan bahwa
intelegensi manusia, 10%-nya dihasilkan dari faktor
heriditasi, warisan nenek moyang dan sisanya yang
90% dihasilkan dari faktor lingkungan. Dari bukti ini,
anda tidak perlu membeda-bedakan dari gen mana seseorang
dilahirkan sebab masih mempunyai kesempatan mengontrol
atau mengendalikan yang 90%-nya. Anda masih bisa
mengontrol sebab-sebab mayoritas untuk menjadi sukses,
misalnya:
|
|
|
|
-
Bagaimana anda menciptakan reaksi terhadap
tantangan. Apakah anda akan memilih menjadi korban
atau penentu reaksi secara tepat?
-
Kepada kelompok mana anda berasosiasi. Apakah ke
kelompok orang sukses yang senantiasa memberikan
energi postif apda anda atau ke kelompok ornag yang
gagal yang justru akan menjadi perusak dan
penghambat bagi kemajuan anda?
-
Kebiasaan apa saja yang anda jalankan setiap hari
demi kepentingan kemajuan anda?
-
Dan lain-lain.
|
|
|
3.
|
Keyakinan
|
|
|
|
Rumus yang paling sahih tentang keyakinan adalah
bahwa anda tidak bakal mencapai sesuatu melebihi
keyakinan terhadap kemampuan anda untuk meraih. Artinya
keyakinan anda haruslah didasarkan pada hal-hal faktual
yang anda miliki. Terutama pada hal-hal yang bisa
diasumsikan secara rasio, anda wajib memiliki
keyakinan yang didasarkan pada hasil-hasil faktual.
Namun mengingat bahwa kehidupan ini tidak seluruhnya
bisa disentuh oleh asumsi rasional, maka di sisi lain
anda membutuhkan keyakinan mental. Keyakinan kedua ini
sangat berguna untuk menghadang virus keragu-raguan,
rasa tidak berdaya, rasa malas, takut menghadapi risiko.
|
|
|
4.
|
Kecerdasan
Bersikap
|
|
|
|
Seperti yang dikatakan Voltaire bahwa kehidupan
ini bisa disimbolkan menjadi sebuah game -
permainan kartu. Dalam suatu permainan maka setiap orang
harus menerima kartu yang diberikan lalu persoalan
menang dan kalah di babak akhir sepenuhnya tergantung
pada bagaimana anda menjatuhkan kartu. Inilah ilustrasi
sederhana tentang kecerdasan bersikap. Ia menyimpan
hubungan erat dengan persoalan bagaimana anda
memperlakukan diri anda dan orang lain kemudian dari
sinilah terjadi feedback yang setimpal bahkan
lebih dari orang lain dan lingkungan /dunia.
|
|
|
Atas perbedaan kualitas tersebut, maka Less Brown
dalam artikelnya Learn To Be Winner (dikutip
dari Top Achievement 2000) membagi manusia
menjadi tiga kelompok yaitu:
|
|
|
1.
|
Winner
|
|
|
|
Pemenang adalah orang yang hidup dengan
keunggulannya. Ia sudah mampu merealisasi dirinya dalam
kapasitas yang paling optimal. Winner inilah
yang menempati bagian dari kelompok yang
paling kecil. Jiwa-jiwa pemenang selalu menaruh harapan
untuk menang meskipun realitas temporer mungkin
mengkondisikan dirinya kalah. Ia memiliki keyakinan
tinggi terhadap hukum pembalasan akhir, memiliki kontrol
atas sesuatu yang bisa berpengaruh terhadap perkembangan
dirinya dan bersikap assertive terhadap manusia
lain serta mampu bertindak sesuai dnegan tuntutan
keadaan.
|
|
|
2.
|
Loser
|
|
|
|
Berbeda dengan karekteristik winner,
seorang loser (pecundang) hidup dengan
keterbatasan dan kelemahan. Dirinya adalah realisasi
dari intimidasi orang lain dan keadaan. Dalam hal
harapan, ia selalu dibayangi oleh rasa takut bahwa
hal-hal yang tidak diinginkan akan menimpanya. Dengan
tingkat dominasi yang terlalu tinggi, maka pada
akhirnya apa yang ia takutkan justru menjadi kenyataan.
Seperti kata W. Somerset: "Hidup ini lucu. Jika
anda menolak untuk menerima segala sesuatu selain
harapan baik, seringkali justru yang terjadi anda
harus menerimanya".
|
|
|
3.
|
Potential
Winner
|
|
|
|
Kelompok ini merupakan potret orang yang belum
menemukan dirinya secara utuh tetapi tidak berhenti
melakukan pencarian. Ia memiliki pondasi personal yang
masih labil, terkadang ia ingat dengan cita-cita dan
harapan optimis hari depan, keyakinan yang begitu
tinggi untuk mengalahkan tantangan, tetapi di saat yang
berbeda ia pun terkadang lupa dengan harapan dan
keyakinan untuk menaklukkan tantangan. Intinya kelompok
ini berada di tengah-tengah. Hanya pilihan dan
kegigihannya untuk terus maju yang bakal menobatkan
dirinya menjadi pemenang.
|
|
|
Beberapa
Saran
|
|
|
Merujuk pada dua pandangan di atas, maka jika
anda ingin berada pada kelompok minoritas maka ada
baiknya anda ikuti beberapa saran sebagai berikut:
|
|
|
1.
|
Mengasah
potensi
|
|
|
|
Anda sudah diberi potensi dasar mulai dari fisik,
intelektual, emosional, spiritual, akses dukungan
eksternal, mental, material, visual, moral atau potensi
lain yang sudah anda rasakan eksistensinya di dalam diri
anda dan masih ditambah dengan potensi lain yang mungkin
saat ini belum anda ketahui. Sadari dan syukurilah bahwa
anda telah diberikan begitu banyak potensi. Persoalannya
kemudian adalah anda tidak cukup hanya menyadari dan
mensyukuri keberadaan potensi tersebut sebab potensi
dasar tersebut masih merupakan bahan baku - Gold Mine
yang hanya 15% - 10% peranannya. Contoh: jika fisik anda
kuat tidak berarti secara otamatis (take for granted)
anda menjadi atletik ternama. Untuk menjadi atletik anda
membutuhkan sentuhan Gold Mind yang peranannya
menurut survey dari Harvard University mencapai 85 % -
90%. Artinya potensi dasar harus diasah atau
dikembangkan melalui berbagai cara misalnya pendidikan,
kursus, sosialisasi, dsb.
|
|
|
2.
|
Jangan
jadikan kelemahan sebagai belenggu
|
|
|
|
Dari sekian potensi dasar yang anda miliki
tersimpan kadar yang bervariasi. Dalam bahasa yang lebih
umum, kadar potensi dasar yang rendah cenderung
diartikan sebagai kelemahan sebaliknya jika kadarnya
tinggi diartikan sebagai keunggulan. Contoh: sebagian
dari anda diberi kadar intelektual tinggi tetapi kadar
materi rendah sehingga nalurinya untuk menjadi 'pedagang'
tidak tajam. Dalam menghadapi hal seperti ini maka tugas
anda adalah mengoptimalkan keunggulan. Jangan jadikan
kelemahan sebagai alasan yang membelenggu karena
kelemahan adalah pasangan yang menyertai keunggulan.
Jangan takut jika anda menemukan bahwa dri anda memiliki
berbagai kelemahan. Biasanya semakin tinggi optimalisasi
keunggulan, kian bertambah mencolok kelemahan seseorang.
Paradoknya orang yang kelemahannya tidak menonjol
biasanya ia pun tidak memiliki keunggulan yang menonjol.
Sama seperti kata orang bijak bahwa orang yang tidak
pernah salah adalah orang yang tidak pernah melakukan
apa-apa.
|
|
|
3.
|
Ambil
kendali penyelesaian konflik
|
|
|
|
Secara umum kesuksesan dapat didefinisikan
sebagai proses realisasi diri secara optimal
sesuai dengan perkembangan yang anda capai. Pada
dasarnya, semua manusia berpotensi untuk
merealisasikan keunggulan dirinya. Jika kemudian
fakta menunjukkan lebih banyak orang yang gagal
ketimbang jumlah orang yang sukses, maka hal itu
terletak pada kontrol terhadap environmental factors yang
tidak memadai, seperti yang dikemukakan Greg Phillip di
atas.
Bagaimana proses itu terjadi? Penjelasannya adalah
sebagai berikut: Ketika masih bayi anda adalah sosok
yang visioner, abundant mentality, positive
thinking, lucu, lugu, dan bisa merasakan bahwa
life is a game. Saat itu anda adalah The Only
You. Ketika mulai berinteraksi dengan orang lain
yang bisa jadi dengan pola polarisasi, konfrontasi,
paradoksal, interaksi partnership, dan sebagainya
maka dari sini mulai terjadi proses konflik antara anda
dan orang lain serta lingkungan / dunia. Di satu sisi
anda membutuhkan proses untuk saling menyentuh demi
kemajuan anda tetapi di sisi lain anda perlu membuang negative
side-effect yang ditimbulkannya. Pada saat seperti
ini anda bukan lagi The Only You melainkan The
Conflicted You. Dari konflik inilah akhirnya
tercipta apa yang disebut kemenangan (sukses) dan
kekalahan (gagal) yang pada akhirnya akan menjadi The
Real You. Jika anda memilih mengambil kendali
kemenangan dengan cara menyelesaikan setiap konflik
sedini mungkin sehingga tidak mempengaruhi energi
positif yang ada dalam diri anda, maka akan dapat
dipastikan bahwa andalah yang menjadi pemenang.
Sebaliknya jika konflik terus anda biarkan bahkan anda
izinkan untuk memimpin atau mengendalikan hidup anda
maka anda akan menjadi sosok yang diinginkan oleh
konflik tersebut yang akhirnya cepat atau lambat akan
membawa anda menuju kegagalan.
|
|
|
Akhir
kata, jika anda ingin menjadi kelompok minoritas maka
milikilah karakteristik sebagai seorang pemenang. Pilihan seluruhnya di tangan
anda. Semoga berguna. (jp)
|
| |
_____________________________
|