|
|
 |
Membangun
Optimisme Membumi
|
|
Oleh: Ubaydillah,
AN
|
|
Jakarta,
21 Januari 2003
|
|
Dalam kehidupan
sehari-hari sering sekali kita menemui orang-orang yang
memiliki optimisme begitu tinggi untuk meraih suatu prestasi tertentu dan
cenderung menganggap enteng segala tantangan yang
mungkin menghadang. Namun demikian, dibalik sikap
optimisme tersebut tidak jarang kita juga menemukan bahwa orang
tersebut cenderung tidak memiliki dasar atau landasan
kuat untuk mendukung optimismenya yang terefleksi dalam
bentuk minimnya persiapan dan rencana, ketekunan, keras keras,
kemampuan yang dimiliki, dst. Akibatnya ia tidak pernah
berhasil mencapai prestasi yang tadinya sangat diyakini
akan dapat dicapai. Bahkan banyak yang
berakhir dengan kekecewaan dan frustrasi mendalam. Jika
menilik kondisi diatas maka pasti akan timbul berbagai
pertanyaan dalam benak kita. Apakah salah jika seseorang
memiliki optimisme yang tinggi? Jika orang tersebut
telah memiliki optimisme, lalu hal-hal apa saja yang
bisa menghambatnya sehingga gagal mewujudkan cita-cita
atau impiannya? Hal-hal inilah yang akan dicoba untuk
dibahas dalam artikel ini.
|
|
Membumi
|
|
Selamanya anda tidak bisa melepaskan diri dari
keterikatan waktu. Masa lalu telah menjadi sejarah. Ia
memberi banyak pelajaran tentang suatu hal yang
membedakan tetapi jangan sampai anda hidup di dalamnya
dan terlilit belenggunya. Sementara masa depan masih
berupa wilayah yang penuh misteri dan keajaiban. Masa
lalu adalah peta tentang dari mana anda dan masa depan
merupakan wilayah tentang kemana anda. Maka tugas anda
adalah menggoreskan pena imajinasi tentang masa depan di
atas kertas sejarah masa lalu.
Optimisme akan masa depan tidak dibangun di atas
harapan utopis atau impian kosong karena harapan dan
impian seperti itu bersifat gratis dan bisa dimiliki oleh semua
orang dalam jumlah sebanyak mungkin. Kalau sekedar
bicara harapan dan impian, tentu semua orang ingin
makmur, hidup enak, berfoya-foya, terhormat dan
digolongkan ahli surga. Namun dalam kenyataan berapa
persen yang bisa mewujudkan impian tersebut? Anda pasti
tahu jawabannya.
Masa depan harus dibangun dengan optimisme
alamiah yang membumi dan hanya bisa dijawab oleh
kualitas pribadi anda untuk menggunakan masa sekarang
ini. Bagaimana cara anda mengisi hari-hari anda di
masa sekarang sebenarnya itulah sketsa paling reliable
untuk memahami masa depan anda.
|
|
Langkah
Alamiah
|
|
Bagaimana
caranya anda membangun optimisme yang membumi? Ikuti
langkah alamiah berikut:
|
|
|
1.
|
Keyakinan
|
|
|
Keyakinan seperti apakah yang dibutuhkan saat
anda mendesain masa depan? Anda membutuhkan
keyakinan faktual sebagai alasan mengapa anda
memiliki optimisme yang kuat. Dengan kata lain, jika anda
memahami tahapan persoalan dari konsepnya yang paling utuh,
berarti anda sudah memahami bagaimana persoalan tersebut
akan berakhir. Dale Carnegie menyebutnya ilmu
pengetahuan khusus, yaitu pemahaman menyeluruh tentang
suatu hal yang spesifik. Ilmu pengetahuan khusus inilah
yang menempati level hukum wajib untuk anda cari, yaitu
ilmu tentang keadaan hidup anda.
Oleh karena itu milikilah alasan-alasan yang dibutuhkan
untuk mencapai suatu hasil sehingga anda merasa layak untuk yakin.
Berilah diri anda alasan yang kuat, mengapa anda pantas
memiliki keyakinan tentang suatu hal. Batas anda untuk
yakin dan ragu-ragu terkadang lebih sering berupa batas
kemampuan anda untuk mengetahui bagaimana sesuatu
terjadi (how something
happens). Para pakar manajemen menyebutnya sebagai
kemampuan untuk memahami hasil akhir. Oleh karena itu
dibutuhkan data akurat, informasi perkembangan
operasional, dan standarisasi solusi bagi kerumitan
tekhnis. Dan terus terang, ketika sudah bicara
standarisasi, maka referensinya adalah pengalaman dan
pengetahuan. Layaknya makhluk lain, anda pun punya data
pengalaman tentang “power of story” yang dapat anda
jadikan sebagai referensi.
Selain keyakinan faktual, anda membutuhkan
keyakinan mental terutama ketika anda sedang menghadapi
pekerjaan yang sifatnya start – up.
Mengapa anda membutuhkannya? Seluruh dalil
kehidupan menunjukkan “life is game”,
meskipun tidak berarti main-main atau sandiwara belaka.
Andalah sebagai pemain utama sekaligus penonton.
Ketika anda tidak memiliki keyakinan mental maka sangat
bisa dipastikan karakter yang anda presentasikan di atas
panggung kehidupan ini sulit menciptakan kepuasan
internal dan tidak memiliki daya tarik untuk merebut
apresiasi penonton.
Bagaimana orang lain memberlakukan anda diawali
dari bagaimana anda memberlakukan diri anda. Jika anda
tidak yakin bahwa anda memiliki kemampuan untuk bermain
secara utuh, maka karakter hidup yang anda peragakan
adalah karakter ragu-ragu untuk sukses. Dalam
teori Samurai, prajurit yang biasanya membunuh musuh
adalah prajurit yang punya persiapan penuh untuk mati.
Sebaliknya prajurit yang biasanya tertikam oleh pedang
musuh adalah mereka yang keyakinannya setengah-setengah.
Agama menyebutnya dengan istilah “faith” yang
berarti "substance" atau "the peach of real".
Keyakinan bahwa anda memiliki kemampuan meraih sukses
melahirkan pribadi yang puas terhadap kehidupan dan oleh
karena itu energi yang dihasilkan bersifat positif. Energi inilah
yang akan melindungi keyakinan anda dari virus yang
berupa keragu-raguan, rasa tidak berdaya, pesimisme
tidak beralasan, rasa khawatir yang berlebihan terhadap
tahayul ‘ jangan-jangan’ dan distraksi yang
menyebabkan anda terseret dari garis fokus hidup anda.
Anda menjadi mudah tergoda oleh banyaknya intimidasi
orang atau keadaan karena kaki anda belum sepenuhnya
menginjak di atas tanah realitas kehidupan. Selain itu,
karakter hidup yang tidak kental juga tidak memiliki
daya tarik terhadap orang lain. Pebisnis dengan
keyakinan tinggi terkadang bisa merebut pelanggan dengan
harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga yang
ditawarkan oleh pebisnis amatiran.
|
|
|
2.
|
Kontrol
Diri
|
|
|
Kontrol diri erat kaitannya dengan bagaimana anda
menggunakan pilihan hidup. Disadari atau pun tidak,
selama hidup anda selalu disodorkan sejumlah pilihan seiring dengan
detak jantung anda. Mana yang akan anda pilih, anda
jengkel karena keadaan semrawut atau karena anda
jengkel sehingga keadaan menjadi semrawut. Pilihan
seluruhnya di tangan anda. Anda berpikir negatif karena
keadaan yang negatif atau karena anda berpikir
negatif sehingga keadaan menjadi negatif. Terus terang
sebagai manusia biasa terkadang anda sering tergelincir
ke dalam situasi hidup bahwa realitas adalah monster
yang memberi anda kepastian sehingga di hadapannya anda
tidak sempat menyadari bahwa realitas adalah hasil
pilihan anda.
Ketika kontrol diri tidak lagi berada pada kesadaran bahwa
realitas adalah hasil dari akumulasi pilihan maka
optimisme mulai meninggalkan anda karena energi
yang bekerja membentuk format hidup anda berupa energi
negatif. Saat itulah anda tergoda untuk memilih
keyakinan bahwa lebih besar tentangan ketimbang
kemampuan; lebih banyak problem ketimbang solusi; hutang
melebihi jumlah pemasukan; keterbatasan
lebih berkuasa ketimbang keunggulan anda; dan semua yang
anda lakukan pantas dianggap kenihilan belaka.
Kondisi
tersebut mungkin persis seperti yang pernah dirasakan oleh seorang presiden Amerika
ketika negaranya nyaris amburuk tertimbun
krisis. Napoleon Hill, sang penasehat pribadi dipanggil
untuk berbicara tentang solusi. Saran pertama yang
keluar dari mulut pengarang legendaris ini adalah agar
sang presiden mengeluarkan “Undang-Undang Wajib
Optimisme” melawan krisis. Bahwa bangsa Amerika adalah
bangsa besar dan punya asset yang besarnya melebihi
krisis sehingga tidak ada alasan sedikit pun yang
membenarkan untuk menyerah. Undang-undang tersebut harus
disosialisasikan melalui media massa, lembaga swasta dan
pemerintah agar rakyat Amerika menjadi "pede" menatap
masa depannya. Napoleon-lah yang akhirnya menulis:
“Effort only fully releases its reward after a person
refuses to quit". Jangan heran jika keturunan
Amerika sampai kini punya self – confidence lebih
besar dari bangsa lain.
Merujuk nasehat Napoleon yang punya andil besar
terhadap SDM Amerika, maka kesadaran yang anda
butuhkan untuk membangun optimisme berupa kesadaran The
Law of Farmer (Hukum Petani). Hukum Petani memberi isyarat
bahwa tidak ada effect tanpa cause yang bukan sembarang
cause tetapi cause yang didukung oleh pengetahuan anda
tentang bibit unggul, tanah yang subur dan kecocokan musim
selain juga dibutuhkan sistem perawatan. Rawatlah
benih yang anda taburkan di atas tanah yang sudah anda
yakini kesuburan dan kecocokan musimnya dengan
menaburkan pupuk dan pengairan yang cukup. Untuk diri
anda, berilah pupuk
yang mereknya bernama fokus, komitmen pada tujuan akhir,
konsistensi, atau determinasi. Setelah semua anda
berikan, istirahatah yang cukup.
|
|
|
3.
|
Kohesi
|
|
|
Lingkungan memiliki energi, roh, atau power untuk
membentuk anda meskipun akhirnya keputusan tetap di
tangan anda. Lingkungan bagaikan penasehat tanpa jabatan.
Sayangnya, anda secara alami cenderung terbawa larut
oleh lingkungan tanpa keputusan yang kuat untuk
menciptakan seleksi. Akibatnya anda menjadi sosok yang
diciptakan oleh lingkungan. Sehingga jadilah anda sosok
yang biasa-biasa saja dan tidak pernah menempati wilayah
posisi decision maker meskipun untuk persoalan
anda sebagai the person.
Tidak semua energi yang dikeluarkan lingkungan
memiliki daya tarik ke hal-hal negatif tetapi kesalahan
tentang lingkungan terjadi ketika anda mengabaikan
prinsip dasar kebenaran alamiah bahwa dunia ini
diciptakan dari hukum partnership, kerja sama
bukan sama-sama kerja atau hukum Salome,
satu piring untuk semua orang. Maksudnya jika anda
hanya memiliki satu lingkungan yang sangat terbatas,
maka lingkungan itulah yang menjadi identitas anda.
Ibaratnya, seperti katak di dalam tempurung. Padahal
satu gagasan hidup menuntut aplikasi sekian perangkat di
mana masing-masing perangkat ikut andil sesuai
kekuatannya.
Terhadap lingkungan, pilihan yang paling bijak
adalah, mulailah untuk menemukan lingkungan kondusif
untuk pengembangan anda dan jika anda belum atau tidak
menemukannya, maka ciptakan sendiri, meskipun
keberadaanya di dalam diri. Ciri umum yang menonjol
untuk lingkungan kondusif adalah ketika kohesi yang
membentuknya didasarkan pada kebenaran alamiah baik cara atau
substansinya dan semangat yang dikobarkan adalah
perjuangan gagasan yang berarti kesadaran terhadap hukum
petani.
Sekokoh apapun konstruksi lingkungan jika substansinya melawan kebenaran
alamiah maka hasil akhirnya tidak jauh dengan lingkungan yang
dikelola dengan cara-cara melawan kebenaran
meskipun bersubstansi benar. Di samping itu lingkungan
yang tidak menaruh dukungan utuh terhadap
perkembangan anda, sama artinya dengan belenggu. Jika
anda tidak menemukan celah yang terbuka untuk
mematangkan gagasan perjuangan hidup di rumah,
carilah sahabat seperjuangan di luar rumah. Jika sahabat
anda tidak bisa menjadi sumber kekuatan untuk
pengembangan profesi atau karir atau keuangan, temukan
pasangan di tempat lain.
|
|
Dengan memahami cara-cara di atas,
maka
penulis berharap bahwa anda dapat membangun optimisme
yang membumi sehingga tidak terjadi frustrasi karena
anda gagal mencapai apa yang anda inginkan. Selamat
mencoba dan semoga berguna. (jp)
|
| |
_____________________________
|
|