|
|
 |
|
|
Memahami
Cara Mewujudkan Suatu Gagasan
|
|
Oleh: Ubaydillah,
AN
|
|
Jakarta,
18 Desember 2002
|
|
Setiap
individu pasti pernah memiliki gagasan atau ide. Bahkan
dalam kenyataan banyak ditemui bahwa satu orang mungkin
bisa memiliki puluhan gagasan sekaligus.
Tanpa memandang tingkat pendidikan dan status
sosial ekonomi sebuah gagasaan akan muncul manakah
seseorang dihadapkan pada suatu tantangan atau berada
dalam suatu lingkungan baru. Namun dari sekian banyak
orang yang memiliki gagasan, hanya sedikit saja yang
mampu mewujudkan gagasan tersebut menjadi suatu hasil
karya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungannya.
Pertanyaannya adalah mengapa tidak semua orang
bisa mewujudkan gagasan atau ide tersebut menjadi
kenyataan? Tahapan apa saja yang harus dilalui agar
gagasan yang cemerlang dapat terwujudkan dan berguna
bagi kesejahteraan individu? Artikel singkat ini ditulis
untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
|
|
Menjadi
Awal
|
|
Gagasan adalah bukan ‘sesuatu’ tetapi ia
menjadi awalnya. Mirip angka nol yang menjadi awal
seluruh hitungan tetapi ia tidak memiliki
makna hitungan apapun kecuali jika ia berasosiasi dengan
angka lain. Begitu juga dengan gagasan anda. Tanpa
diasosiasikan dengan perangkat lain, gagasan akan
tetap selamanya menjadi gagasan. Maka tugas anda yang
paling utama adalah menjadi pejuang gagasan anda, bukan
sekedar memilikinya.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah gagasan
ditempatkan sebanding dengan sesuatu hingga akhirnya
mengakibatkan gagasan tersebut menemui ajal sebelum
waktunya. Anda merasa cukup berhenti dengan memilikinya
tanpa perjuangan untuk mewujudkannya atau memilih untuk
membunuhnya sebelum dikeluarkan judgment
lingkungan bahwa gagasan anda tidak akan hidup.
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka
sembunyikan gagasan anda dari siapapun sebelum anda
menemukan cara bagaimana gagasan tersebut bisa
direalisasikan supaya tidak langsung menjadi santapan
virus lingkungan.
|
|
Tahapan
|
|
Bagian dari perjuangan terhadap gagasan adalah
memahami bagaimana ia bekerja sesuai dengan hukum
alamnya sehingga anda menjadi sadar (aware)
terhadap sesuatu yang terjadi pada diri anda selama
menjalani proses. Tanpa pemahaman yang cukup, maka akan
mengakibatkan bongkar pasang gagasan atau cepat tergoda
oleh gangguan eksternal yang menggerogoti kegigihan anda
memperjuangkan gagasan tersebut. Berikut adalah tahapan
proses yang ditempuh gagasan menuju realisasi fisiknya.
|
|
Tindakan
|
|
Jika gagasan masih berupa angka nol, bukan
sesuatu, maka tindakan adalah angka satu yang berarti
sesuatu. Temukan format tindakan tertentu yang menjadi
padanan fisik gagasan anda atau yang memperdekat ke arah
realisasi riilnya. Seluruh tindakan anda memiliki
fungsi bagi gagasan anda meskipun tidak semuanya
berhasil. Seperti orang yang sedang memecahkan batu
dengan jumlah pukulan yang tidak terhitung. Jika
anda mengatakan batu tersebut pecah oleh pukulannya yang
terakhir, jelas anda salah. Batu tidak pecah oleh
hanya satu pukulan, tetapi beberapa pukulan di mana
masing-masing pukulan memiliki maknanya sendiri. Tindakan memiliki daya tarik yang berfungsi untuk
mengangkut gagasan anda menuju padanan fisiknya ketika
tindakan tersebut sudah anda pahami sebagai habit
dalam bentuk aktifitas atau kesibukan. Persoalannya
adalah bagaimana anda menciptakan tindakan yang bernilai
tinggi bagi gagasan anda sebab terkadang tidak semua
tindakan punya relevansi dengan realisasi gagasan,
meskipun tidak berarti bahwa tindakan tersebut sia-sia.
Dalam hal ini masalahnya lebih pada suatu tindakan yang
efektivitas dan efisiensi. Agar tidak kehilangan relevansi, maka janganlah
menjadikan tindakan atau aktivitas atau kesibukan
sebagai tujuan, sebaliknya letakkan semua pada
perspektif masing-masing secara benar. Tujuan
adalah hasil sedangkan tindakan merupakan media untuk
mencapainya.Katakanlah jika anda sudah memiliki tujuan,
target atau tujuan mikro, dan tindakan, maka
pertanyaannya, sejauhmana masing-masing komponen
tersebut berfungsi mengarah pada titik fokus anda. Atau
lebih singkatnya, sejauhmana aktivititas anda mampu
menghasilkan asset bagi hidup anda? Tidak cukup dengan menjaga relevansinya saja,
tindakan pun perlu bahan bakar yang dihasilkan dari
kematangan spektrum emosi. Kuncinya terdapat pada
penggunaan pilihan positif bagi keyakinan, pikiran,
mental, sikap, atau perasaan anda. Dengan pilihan
tersebut anda mampu mengatasi tantangan atau godaan yang
mayoritasnya berupa keragu-raguan, pesimisme, rasa tidak
berdaya atau “The I cannot attitude”, malas,
pengecut, atau kekerdilan harga diri yang seringkali
muncul di tengah perjuangan hidup anda.
|
|
Interaksi
|
|
Jika tindakan berupa angka satu, maka interaksi
adalah angka dua. Maksudnya, anda harus menemukan
pasangan dari kelompok yang anda pilih untuk
merealisasikan gagasan anda. Alasannya sangat
jelas, bahwa pertama, anda tidak bisa menjadi hebat di
atas gagasan anda dengan seorang diri, dan kedua, semua
yang ingin anda wujudkan dengan gagasan tersebut berada
di tangan orang lain. Itulah betapa penting peranan
interaksi.
Riset international membuktikan bahwa
keberhasilan suatu gagasan seseorang ditentukan oleh
keahlian tekhnis dan keahlian bagaiman anda menciptakan
interaksi. Keahlian tekhnis memegang peranan lima belas
sampai dua puluh lima persen dan sisanya interaksi.
Tanpa interaksi maka mustahil diciptakan kreasi
atau prestasi dari gagasan anda. Oleh karena itu
keberhasilan suatu gagasan tidak bisa didasarkan dari
sudut merah-putih, atau benar-salahnya akan tetapi dari
cara bagaimana gagasan itu diinteraksikan ke pikiran
orang lain. Interaksi menciptakan experiencing dalam
hal business of selling yang di dalamnya
mengandung the skill of leadership, the art of
networking, marketing, dan promotion yang
dibutuhkan layaknya seorang pejuang. Bisa dibayangkan
jika Soekarno atau Mahatma Gandhi tidak didukung oleh
rakyatnya, bahkan Bill Gate pun bukan manusia
pengecualian jika penemuannya tidak mendapat sambutan
dari orang banyak untuk sama-sama merealisasikan
penggunaan software komputer yang digagasnya.
|
|
Kreasi
|
|
Kreasi adalah moment of “Aha”
yang merupakan angka tiga di mana gagasan anda telah
menemukan padanan fisiknya atau sudah bisa bekerja
untuk kehidupan anda. Kemerdekaan yang diciptakan Gandhi
adalah kreasi termasuk juga putra-putri anda atau
pekerjaan yang sekarang menopang hidup anda. Semua itu
tercipta setelah muncul gagasan, tindakan, dan interaksi
entah dalam bantuk polarisasi, integrasi atau
kontradiksi [baca: paradoks] seperti seorang bayi yang
pasti dilahirkan dari proses interaksi lawan jenis.
Di jagat raya ini hampir tidak ada yang menyamai
kedahsyatan gagasan yang telah menemukan padanan
fisiknya. Untuk memperoleh pemahaman ini anda tidak
perlu harus membuka lembaran sejarah yang telah
dipenuhi prestasi spektakuler para nabi yang berjuang
dengan gagasannya ratusan tahun lalu dan hingga kini
masih diperjuangkan pengikutnya, ilmuan atau industrian
yang hasil jerih payahnya telah dimasukkan ke dalam
asset dunia, atau nenek moyang keluarga kerajaan Inggris
dan Saudi yang seakan-akan direlakan oleh bangsanya
untuk memiliki suatu negara tanpa batas. Di
sekeliling anda masih banyak manusia yang asal mulanya
biasa-biasa tetapi kemudian dibedakan dengan kreasinya
sehingga ia tidak hanya sekedar menjadi someone
bagi someone akan tetapi menjadi "world"
bagi banyak someone. Banyak kepala keluarga
yang menjadi world bagi putra-putrinya,demikian
pula seorang pengusaha sukses yang menjadi world
bagi banyak karyawannya. Sekali lagi, itulah
gagasan yang telah menemukan padanan fisiknya.
Tetapi jangan berpikir ke tahap kreasi jika anda
sudah memilih takdir untuk menjadi pejuang gagasan orang
lain alias pengikut. Kedahsyatan kreasi ditentukan oleh
seberapa dalam kreasi tersebut menjadi representasi dari
orisinilitas anda sehingga ia memiliki akar kokoh ke
tanah terlepas di bidang apapun kreasi anda
diimplementasikan. Dengan kata lain, kreasi adalah
tahapan dari self – realization dan self -
actualization yang ditandai dari start di
mana kaki anda tidak ragu-ragu lagi menginjak di atas
tanah realitas atau di mana keyakinan anda sepenuhnya
diberangkatkan dari dalam ke luar.
Dengan memahami bagaimana cara mewujudkan sebuah
gagasan maka diharapkan gagasan-gagasan yang ada di
kepala anda dapat segera terwujudkan. Dengan perwujudan
tersebut mudah-mudahan dapat memberikan sumbangan bagi
bangsa kita yang memang kaya akan gagasan tetapi sangat
miskin realisasinya. Semoga berguna. (jp)
|
| |
_____________________________
|
|