|
|
 |
|
|
Membangun
Kepemimpinan Hidup
|
|
Oleh: Ubaydillah,
AN
|
|
Jakarta,
13 Maret 2003
|
|
Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak
lahir atau diciptakan melalui proses pembelajaran?
Perdebatan tersebut sebenarnya sudah berakhir dengan
kesimpulan bahwa seorang pemimpin harus diciptakan
melalui proses pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan.
Kesimpulan itu punya dalih sangat kuat termasuk salah
satunya berupa The Law of Universe bahwa setiap
orang akan dinobatkan menjadi pemimpin terlepas ia siap
atau tidak siap. Dalam kehidupan anda, yang paling
hampir bisa dipastikan, anda akan menjadi pemimpin
keluarga.
|
|
Setiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin
meskipun pada saat yang sama setiap orang membutuhkan
pemimpin ketika ia harus berhadapan untuk menciptakan
solusi hidup di mana kemampuan, keahlian, dan kekuatannya
dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam
posisinya sebagai bagian dari komunitas. Tidak saja negara
yang diwarnai demontrasi brutal, tetapi institusi keluarga
pun jika kepemimpinan tidak ditemukan, maka kesanggupannya
hanya melahirkan bayi-bayi biologis tanpa warisan nilai.
Seberat apapun tugas anda sebagai pemimpin,
terlepas dari formal - non formalnya atau skala besar -
kecilnya, maka yang perlu anda lakukan adalah
menciptakan persiapan sempurna menjelang peluang menjadi
pemimpin datang. Persiapan adalah bagian dari solusi
mental sebelum solusi konkrit harus anda lakukan. Bahkan
seringkali peluang apapun baru bisa anda dapatkan setelah
anda memiliki persiapan mental yang layak untuk
menerimanya. Sayangnya bagi sebagain besar individu
terkadang justru peluang yang dikejar habis-habisan
sementara persiapan mental tidak dilakukan. Contoh
kecil misalnya saja dalam pernikahan. Kenyataannya, faktor
yang menjadi tolak ukur bagi suatu pernikahan bukanlah
usia atau materi meskipun keduanya syarat mutlak,
tetapi tetapi lebih itu adalah persiapan untuk menerima moment
tersebut.
Menyangkut masalah persiapan maka pilihan
sepenuhnya berada di bawah kontrol anda; apakah anda
mempersiapkan diri sebagai pemimpin atau sama sekali tidak
mempersiapkannya. Moment tersebut akan
menjemput anda dan konsekuensinya tergantung dari pilihan
yang anda ciptakan. Karena kepemimpinan hidup berupa achievement,
bukan gift, maka yang perlu anda persiapkan adalah
melakukan perbaikan kepemimpinan dari dalam diri anda.
Tentang bagaimana proses alamiah yang harus anda jalani,
ikutilah beberapa langkah berikut:
|
|
|
1.
|
Belajar
Siap Dipimpin
|
|
|
|
Dalam hal kepemimpinan, dunia ini hanya
memberikan dua pilihan antara anda dipimpin atau
memimpin sesuai dengan kapabilitas, kualitas,
dan kekuatan anda. Kekacauan akan segera terjadi ketika
anda dipimpin tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya
dilakukan pemimpin atau sebaliknya.
Untuk menjadi pemimpin, maka anda harus mengawalinya
dengan kesiapan untuk mau dipimpin. Dalam organisasi,
bawahan yang tidak siap dipimpin akan kehilangan
kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana kelak ia
akan menjadi seorang pemimpin. Seluruh waktu dan
energinya dihabiskan hanya untuk menciptakan
reaksi-reaksi sesaat yang sia-sia. Di bidang politik
seringkali terjadi kepemimpinan yang diraih dengan cara
yang melupakan proses kesiapan dipimpin akan berakhir
dengan cara yang sama dengan ketika ia mendapatkannya.
Sebelum anda memimpin orang lain, maka
wujud dari kesiapan untuk dipimpin adalah begaimana
memimpin diri anda (Personal Mastery). Wilayah
yang harus anda kuasai adalah self understanding
(pemahaman diri) dan self management (pengelolaan
diri) yang meliputi perangkat nilai hidup, tujuan hidup,
misi hidup anda. Kedua kemampuan tersebut akan
mengantarkan anda menuju pola kehidupan beradab dan
efektif. Dengan kata lain, self understanding dan self
management pada saat anda dipimpin akan menciptakan
tradisi hidup sehat di mana fokus adalah tujuan akhir,
bukan lagi egoisme posisi jangka pendek tetapi realisasi
misi. Jika tujuan akhir anda adalah kemajuan dan
kebahagian, maka tinggalkan tradisi "Ngerumpi"
tentang begitu jelasnya kesalahan hidup yang dilakukan
oleh pemimpin anda sehingga akan menjadikan anda kabur
melihat sesuatu yang perlu anda lengkapi untuk
mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
|
|
|
2.
|
Belajar
Mampu Memimpin
|
|
|
|
Sebutan pemimpin terlepas dari perbedaan definisi,
perbedaan status formal dan non-formal, perbedaan strata
atau job title-nya, mengarah pada satu pemahaman sebagai
sumber solusi suatu urusan. Jadi pemimpin adalah orang
yang isi pikirannya berupa solusi bukan masalah yang ia
rasakan. Maka syarat mutlak yang bersifat fundamental
adalah memiliki paket keahlian dan paket kekuatan.
Paket keahlian merujuk pada kualitas personal yang
sifatnya internal mulai dari skill, knowledge,
attitude, atau lainnya sedangkan paket
kekuatan merujuk pada power yang bisa
berbentuk kekayaan, networking, atau mungkin
kekuatan fisik. Keahlian berguna untuk memimpin
kelompok ahli sementara kekuatan berguna untuk memimpin
khalayak umum.
Kedua paket tersebut yang menjadikan pemimpin
sebagai pemilik suatu urusan bukan lagi menjadi
bagiannya, mulai dari urusan pribadi, khalayak, system,
atau kiblat hidup orang banyak. Karena sebagai pemilik
urusan, maka harga seorang pemimpin senilai dengan harga
jumlah orang - orang
yang dipimpinnya. Satu Mahatma Gandhi atau satu Soekarno
nilainya sama dengan jutaan manusia yang mengkuasakan
urusan kehidupan kepadanya.
Di dunia ini tidak ditemukan calon pemimpin yang
siap pakai. Tetapi bisa diselesaikan dengan cara belajar
mengembangkan diri. Pemimpin yang berhenti mengembangkan
keahlian dan kekuatannya maka akan muncul fenomena di
mana tantangan kepemimpinan lebih besar dari
kapasitasnya
sehingga akan cepat sampai pada titik di mana ia harus di-disqualified-kan
untuk segera diganti. Mengapa? Karena semua keputusan
yang dihasilkan dari kepemimpinannya ibarat bumbu ayam
goreng yang hanya dipoleskan pada permukaan sehingga
rasanya tidak menyeluruh atau meresap hingga ke dalam
daging ayam tersebut.
Setiap orang tua pernah menjadi anak-anak, setiap
atasan pernah menjadi bawahan tetapi tidak semua orang
tua dan atasan mampu memimpin ketika ia dinobatkan
menjadi pemimpin. Banyak alasan mengapa hal itu terjadi
yang antara lain karena keputusan kepemimpinannya
kehilangan konteks
atau keahlian dan kekuatan memimpin yang digunakan sudah
tidak lagi berlaku pada zamannya alias sudah kadaluwarsa.
Ketika anda memimpin pahamilah isi pikiran anda ketika
menjadi bawahan; ketika anda menjadi atasan jangan
lantas melupakan bagaimana anda dahulu menjadi bawahan.
Selain itu gunakan keahlian dan kekuatan yang masih relevan
untuk kondisi saat itu.
|
|
|
3.
|
Materi
Kepemimpinan
|
|
|
|
Institusi atau organisasi apapun yang anda pimpin,
termasuk kehidupan anda, membutuhkan materi yang bisa
dipelajari untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang
anda pimpin. Karena semua orang sudah ditakdirkan
menjadi pemimpin, maka secara pasti anda memiliki
materi kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan.
Kendalanya, di manakah file materi hidup itu anda
simpan? Filing materi yang tidak sistematik akan
menyulitkan anda untuk me-recall-nya ketika materi
tersebut harus anda ajarkan. Karena tidak anda temukan
file-nya, maka setiap kesalahan orang yang anda pimpin
akhirnya diselesaikan tergantung mood.
Kenyataan membuktikan, ketika orang tua tidak
menemukan file materi untuk diajarkan kepada
putra-putrinya; ketika atasan tidak menemukan file
materi untuk diajarkan kepada bawahannya, maka
putra-putri atau bawahan anda akan diajar oleh pihak
lain. Hal ini tidak menjadi masalah selama pengajaran
pihak lain mendukung harapan anda, tetapi bagaimana
kalau pengajarannya bertentangan seratus persen dengan
nilai, keyakinan, visi, misi anda? Bukan lagi
sekedar persoalan yang pantas disalahkan tetapi juga
terkadang memalukan. Putra-putri perlu dididik, bukan
sekedar diberi makan; bawahan perlu diberdayakan, bukan
sekedar diawasi sebab anda di mata mereka adalah
pemimpin yang berarti "The world".
Di bidang bisnis anda pasti sudah mengenal produk
perusahaan raksasa bernama Coca Cola, di mana Roberto
Goizueto menjadi CEO-nya. Sebagai CEO, ia dikenal
sebagai sosok yang sering menceritakan kepada bawahan
mengenai bagaimana kehidupan pribadinya di masa muda
bersama sang kakek yang menekankan pentingnya cash
flow dan kesederhanaan. Begitu juga Phil Knight, CEO
dan Chairman NIKE, yang selalu mengobarkan semangat
kemenangan perusahaan yang dipimpinnya itu. Di bidang
politik, Martin Luther yang dengan pidatonya
berjudul "I Have a Dream" telah
memobilisasi power image mengenai kesetaraan
kulit hitam dan putih di Amerika. Noel M. Tichy
dalam artikel yang diterbitkan oleh The Drucker
Foundation and Jossey-Bass, Inc, 1997, menyebutnya
dengan istilah "The Power of Story
Telling".
Bagi orang tua, materi yang anda ajarkan kepada
putra-putri itu punya daya akses langsung ke karakter
melalui alam bawah sadar. Inilah sebenarnya makna yang
harus dipahami ketika anda setuju bahwa keluarga
punya peranan penting membentuk karakter anak. Terkadang
anda tertipu dengan rule of habit yang sudah
habis masa berlakunya yang mengatakan bahwa buah akan
jatuh tidak jauh dari pohonnya. Padahal ada angin
kencang yang membawa buah itu jatuh ke tempat yang jauh
dari pohonnya. Ini berlaku juga untuk wilayah lain mulai
dari bisnis, politik, pendidikan dan lain-lain. Oleh
karena itu siapkan diri anda dengan materi dan file yang
baik sehingga akan menghasilkan buah yang baik pula.
Semoga berguna (jp)
|
| |
_____________________________
|
|