|
| |
Tahapan
Perkembangan Kemampuan Bicara dan Berbahasa
Berikut
ini akan disajikan informasi seputar tahapan
perkembangan bahasa dan bicara seorang anak. Namun perlu
diperhatikan, bahwa batasan-batasan yang tertera juga
bukan merupakan batasan yang kaku mengingat keunikan
setiap anak berbeda satu dengan yang lain.
Menurut Dr. Miriam Stoppard (1995) tahapan perkembangan
kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi sebagai
berikut:
|
| |
0
- 8 Minggu
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Pada
masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba
mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya
itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan
mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang
dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi,
seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya
komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak
tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah
mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6
ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu,
ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang
dikenalinya.
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Semakin
dini orang tua menstimulasi anaknya dengan cara
mengajaknya bercakap-cakap dan menunjukkan sikap
yang mendorong munculnya respon dari si anak, maka
sang anak akan semakin dini pula tertarik untuk
belajar bicara. Tidak hanya itu, kualitas percakapan
dan bicaranya juga akan lebih baik. Jadi, teruslah
mengajak anak Anda bercakap-cakap sejak hari pertama
kelahirannya.
-
Jalinlah
komunikasi dengan dihiasi oleh senyum Anda, pelukan,
dan perhatian. Dengan demikian anak Anda akan
termotivasi untuk berusaha memberikan responnya.
-
Tunjukkanlah
selalu kasih sayang melalui peluk-cium, dan
kehangatan yang bisa dirasakan melalui intonasi
suara Anda. Dengan demikian, Anda menstimulasi
terjalinnya ikatan emosional yang erat antara Anda
dengan anak Anda sekaligus membesarkan hatinya.
-
Selama
menjalin komunikasi dengan anak Anda, jangan lupa
untuk melakukan kontak mata secara intensif karena
dari pandangan mata tersebutlah anak bisa merasakan
perhatian, kasih sayang, cinta, dan pengertian. Jika
sedang bicara, tataplah matanya dan jangan malah
membelakangi dia.
-
Jika
anak Anda menangis, jangan didiamkan saja. Selama
ini banyak bereda pandangan keliru, bahwa jika bayi
menangis sebaiknya didiamkan saja supaya nantinya
tidak manja dan bau tangan. Padahal, satu-satunya
cara seorang bayi baru lahir untuk mengkomunikasikan
keinginan dan kebutuhannya (haus, lapar, kedinginan,
kepanasan, kebutuhan emosional, kelelahan, kebosanan)
dia adalah melalui tangisan. Jadi, jika tangisannya
tidak Anda pedulikan, lama-lama dia akan frustasi
karena kebutuhannya terabaikan. Yang harusnya Anda
lakukan adalah memberinya perlakuan seperti yang
dibutuhkannya saat ia menangis. Untuk itu, kita
sebagai orang tua haruslah belajar memahami dan
mengerti bahasa isyaratnya. Tidak ada salahnya, jika
Anda seakan-akan bertanya padanya, seperti :”rupanya
ada sesuatu yang kamu inginkan,....coba biar Ibu
lihat...”
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
8
- 24 Minggu
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Tidak
lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar
mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat
lucu dan sederhana, seperti “eh”, “ah”,
“uh”, “oh” dan tidak lama kemudian ia akan mulai
mengucapkan konsonan seperti “m”, “p”, “b”,
“j” dan “k”. Pada usia 12 minggu, seorang bayi
sudah mulai terlibat pada percakapan “tunggal”
dengan menyuarakan “gaga”, “ah goo”, dan pada
usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara
seperti tertawa atau teriakan riang, dan bublling.
Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa
menyuarakan “ma”, “ka”, “da” dan sejenisnya.
Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa
seorang anak sudah mulai memahami apa yang orang tuanya
atau orang lain katakan. Lucunya, anak-anak itu akan
bermain dengan suaranya sendiri dan terus mengulang apa
yang didengar dari suaranya sendiri.
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Untuk
bisa berbicara, seorang anak perlu latihan mekanisme
berbicara melalui latihan gerakan mulut, lidah,
bibir. Sebenarnya, aktivitas menghisap, menjilat,
menyemburkan gelembung dan mengunyah merupakan
kemampuan yang diperlukan. Oleh sebab itu, latihlah
anak Anda baik dengan permainan maupun dengan
makanan.
-
Sering-seringlah
menyanyikan lagu untuk anak Anda dengan lagu-lagu
anak-anak yang sederhana dan lucu, secara berulang
dengan penekanan pada ritme dan pengucapannya.
Bernyanyilah dengan diselingi permainan-permainan
yang bernada serta menarik. Jadi, luangkan lah waktu
Anda untuk terlibat dalam kegiatan menarik seperti
itu agar kemampuan bicara dan berbahasa anak Anda
lebih berkembang.
-
Salah
satu cara seorang anak berkomunikasi di usia ini
adalah melalui tertawa. Oleh sebab itu,
sering-seringlah bercanda dengannya, tertawa,
membuat suara-suara dan ekspresi lucu agar kemampuan
komunikasi dan interaksinya meningkat dan mendorong
tumbuhnya kemampuan bahasa dan bicara.
-
Setiap
bayi yang baru lahir, mereka akan belajar melalui
pembiasaan atau pun pengulangan suatu pola, kegiatan,
nama atau peristiwa. Melalui mekanisme ini Anda
mulai bisa mengenalkan kata-kata yang bermakna pada
anak pada saat melakukan aktivitas rutin, seperti :
pada waktu mau makan, Anda bisa katakan
“nyam-nyam”
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
28 Minggu
- 1 Tahun
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Usia
28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan “ba”,
“da”, “ka” secara jelas sekali. Bahkan waktu
menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan
penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu
mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu
diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai
mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang
sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata
“tidak” dan mengikuti instruksi sederhana seperti
“bye-bye” atau main “ciluk-baa”. Ia juga mulai
bisa meniru bunyi binatang seperti “guk”, “kuk”,
“ck”
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Jadilah
model yang baik untuk anak Anda terutama pada masa
ini lah mereka mulai belajar meniru kata-kata yang
didengarnya dan mengucapkannya kembali. Ucapkan
kata-kata dan kalimat Anda secara perlahan, jelas
dengan disertai tindakan (agar anak tahu artinya
atau korelasinya antara kata yang Anda ucapkan
dengan tindakan kongkritnya), dan jangan lupa,
bahasa tubuh dan ekspresi wajah Anda juga harus pas.
-
Anak
Anda akan belajar bicara dengan bahasa yang tidak
jelas bagi Anda. Jadi, ini lah waktunya untuk Anda
berdua (Anda dengan anak) saling belajar untuk bisa
saling memahami keinginan dan maksud berdua.
Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk
permainan yang menyenangkan agar anak Anda tidak
patah semangat untuk terus mencoba mengucapkan
secara pas dan jelas. Namun, jika Anda malas
memperhatikan “suaranya”, apa yang dimaksudnya,
dan tidak mengulangi suaranya, atau bahkan ekspresi
wajah Anda membuat dirinya jadi enggan mencoba, maka
anak Anda akan merasa bahwa “tidak memungkinkan
baginya untuk mencoba mengekspresikan keinginan
karena orang dewasa tidak akan ada yang mengerti dan
mau mendengarkan”
-
Kadang-kadang,
ikutilah gumamannya, namun, Anda juga perlu
mengucapkan kata secara benar. Jika suatu saat ia
berhasil mengucapkan suatu suku kata atau kata
dengan benar, berilah pujian yang disertai dengan
pelukan, ciuman, tepuk tangan..dan sampaikan padanya,
“betapa pandainya dia”.
-
Jika
mengucapkan sebuah kata, sertailah dengan penjelasan
artinya. Lakukan hal ini terus menerus meski tidak
semua dimengertinya. Penjelasan bisa dilakukan misal
dengan menunjukkan gambar, gerakan, sikap tubuh,
atau pun ekspresi.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
1
Tahun - 18 Bulan
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Pada
usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua
atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia
juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang
diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai
bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan
sering didengarnya untuk kemudian mengekspresikannya
pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18 bulan, ia sudah
mampu menunjuk obyek-obyek yang dilihatnya di buku dan
dijumpainya setiap hari. Selain itu ia juga mampu
menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna.
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Semakin
mengenalkan anak Anda dengan berbagai macam suara,
bunyi, seperti misalnya suara mobil, motor, kucing,
anjing, dsb. Kenalkan pula pada suara-suara yang
sering didengarnya sehari-hari, seperti pintu
terbuka-tertutup, suara air, suara angin berdesir di
pepohonan, kertas dirobek, benda jatuh, dsb.
-
Sering-seringlah
membacakan buku-buku yang sangat sederhana namun
sarat dengan cerita yang menarik untuk anak dan
gambar serta warna yang “eye catching”.
Tunjukkan obyek-obyek yang terlihat di buku,
sebutkan namanya, jelaskan apa yang sedang
dilakukannya, bagaimana jalan ceritanya. Minta lah
padanya untuk mengulang nama yang Anda sebutkan, dan
jangan lupa, berilah pujian jika ia berhasil
mengingat dan mengulang nama yang Anda sebutkan.
-
Jika
sedang bersamanya, sebutkan nama-nama benda, warna
dan bentuk pada setiap obyek yang dilihatnya
-
Anda
mulai bisa mengenalkan dengan angka dengan kegiatan
seperti menghitung benda-benda sederhana yang sedang
dibuat permainan. Lakukan itu dalam suasana yang
santai dan nyaman agar anak tidak merasa ada tekanan
keharusan untuk menguasai kemampuan itu
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
18
Bulan - 2 Tahun
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Pada
rentang usia ini, kemampuan bicara anak semakin tinggi
dan kompleks. Perbendaharaan katanya pun bisa mencapai
30 kata dan mulai sering mengutarakan pertanyaan
sederhana, seperti “mana ?”, “dimana?” dan
memberikan jawaban singkat, seperti “tidak”, “disana”,
“disitu”, “mau”. Pada usia ini mereka juga mulai
menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan,
seperti “punya ani”, “punyaku”. Bagaimana pun
juga, sebuah percakapan melibatkan komunikasi dua belah
pihak, sehingga anak juga akan belajar merespon setelah
mendapatkan stimulus. Semakin hari ia semakin luwes
dalam menggunakan kata-kata dan bahasa sesuai dengan
situasi yang sedang dihadapinya dan mengutarakan
kebutuhannya. Namun perlu diingat, oleh karena
perkembangan koordinasi motoriknya juga belum terlalu
sempurna, maka kata-kata yang diucapkannya masih sering
kabur, misalnya “balon” jadi “aon”, “roti”
jadi “oti”
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Mulailah
mengenalkan anak Anda pada perbendaharaan kata yang
menerangkan sifat atau kualitas. Seperti “baik,
indah, cantik, dingin, banyak, sedikit, asin, manis,
nakal, jelek, dsb. Caranya, pada saat Anda
mengucapkan suatu kata tertentu, sertailah dengan
kualitas tersebut, misalnya “anak baik, anak manis,
anak pintar, baju bagus, boneka cantik, anak nakal,
roti manis”, dsb
-
Mulailah
mengenalkan padanya kata-kata yang menerangkan
keadaan atau peristiwa yang terjadi : sekarang,
besok, di sini, di sana, kemarin, nanti, segera, dsb
-
Anda
juga bisa mengenalkannya kata-kata yang menunjukkan
tempat : di atas, di bawah, di samping, di tengah,
di kiri, di kanan, di belakang, di pinggir; Anda
bisa melakukannya dengan menggunakan contoh gerakan.
Banyak model permainan yang dapat Anda gunakan untuk
menerangkan kata-kata tersebut, bahkan dengan
permainan, akan jauh lebih menyenangkan baginya dna
bagi Anda.
-
Yang
perlu Anda ingat, janganlah menyetarakan
perkembangan anak Anda dengan anak-anak lainnya
karena tiap anak mempunyai dan mengalami hambatan
yang berbeda-beda. Jadi, jika anak Anda kurang
lancar dan fasih berbicara, janganlah kemudian
menekannya untuk lekas-lekas mengoptimalkan
kemampuannya. Keadaan ini hanya akan membuatnya
stress
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
2
Tahun - 3 Tahun
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Seorang
anak mulai menguasai 200 – 300 kata dan senang bicara
sendiri (monolog). Sekali waktu ia akan memperhatikan
kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara
diam-diam. Mereka mulai mendengarkan pesan-pesan yang
penuh makna, yang memerlukan perhatian dengan penuh
minat dan perhatian. Perhatian mereka juga semakin luas
dan semakin bervariasi. Mereka juga semakin lancar dalam
bercakap-cakap, meski pengucapannya juga belum sempurna.
Anak seusia ini juga semakin tertarik mendengarkan
cerita yang lebih panjang dan kompleks. Jika diajak
bercakap-cakap, mudah bagi mereka untuk loncat dari satu
topik pembicaraan ke yang lainnya. Selain itu, mereka
sudah mampu menggunakan kata sambung “sama”,
misalnya “ani pergi ke pasar sama ibu”, untuk
menggambarkan dan menyambung dua situasi yang berbeda.
Pada usia ini mereka juga bisa menggunakan kata “aku”,
“saya” “kamu” dengan baik dan benar. Dengan
banyaknya kata-kata yang mereka pahami, mereka semakin
mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu,
masa kini dan masa sekarang.
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
|
-
Pada
usia ini, anak Anda akan lebih senang bercakap-cakap
dengan anak-anak seusianya dari pada dengan orang
dewasa. Oleh sebab itu, akan baik jika ia banyak
dikenalkan dengan anak-anak seusianya dan dilibatkan
pada lingkungan sosial yang bisa memfasilitasi
kemampuan sosial dan berkomunikasinya. Salah satu
tujuan para orang tua memasukkan anaknya dalam
nursery school adalah karena alasan tersebut, agar
anaknya bisa mengembangkan kemampuan komunikasi
sekaligus sosialisasi. Meskipun demikian, bahasa dan
kata-kata yang diucapkan masih bersifat egosentris,
namun lama kelamaan akan lebih bersifat sosial
seiring dengan perkembangan usia dan keluasan
jaringan sosialnya.
-
Sering-seringlah
menceritakan cerita menarik pada anak Anda, karena
sebenarnya cerita juga merupakan media atau sarana
untuk mengekspresikan emosi, menamakan emosi yang
disimpannya dalam hati, dan belajar berempati. Dari
kegiatan ini pula lah anak Anda tidak hanya belajar
berani mengekspresikan diri secara verbal tapi juga
belajar perilaku sosial.
-
Ceritakan
padanya cerita yang lebih kompleks dan kenalkan
beberapa kata-kata baru sambil menerangkan artinya.
Lakukan ini secara terus menerus agar ia dapat
mengingatnya dan mengenalinya dengan mudah ketika
Anda mengulang cerita itu kembali di lain waktu.
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
3
- 4 Tahun
|
| |
|
| |
Perkembangan
Kemampuan Berbicara dan Bahasa |
| |
Anak
mulai mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah;
hal ini juga menunjukkan adanya rasa percaya diri yang
kuat dalam menggunakan kata-kata dan menguasai keadaan.
Mereka senang sekali mengenali kata-kata baru dan terus
berlatih untuk menguasainya. Mereka menyadari, bahwa
dengan kata-kata mereka bisa mengendalikan situasi
seperti yang diinginkannya, bisa mempengaruhi orang
lain, bisa mengajak teman-temannya atau ibunya. Mereka
juga mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan,
kesempatan, dengan “andaikan”, “mungkin”, “misalnya”,
“kalau”. Perbendaharaan katanya makin banyak dan
bervariasi seiring dengan peningkatan penggunaan kalimat
yang utuh. Anak-anak itu juga makin sering bertanya
sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka, seperti
“kenapa dia Ma ?”, “sedang apa dia Ma?”, “mau
ke mana ?”
|
| |
|
| |
Tindakan
yang Dapat Dilakukan Orangtua |
| |
-
Hindari
sikap mengkoreksi kesalahan pengucapan kata anak
secara langsung, karena itu akan membuatnya malu dan
malah bisa mematahkan semangatnya untuk belajar dan
berusaha. Anda bisa mengulangi kata-kata tersebut
secara jelas seolah Anda mengkonfirmasi apa yang
dimaksudkannya. Dengan demikian, ia akan memahami
kesalahannya tanpa merasa harus malu.
-
Pada
usia ini, seorang anak sudah mulai bisa mengerti
penjelasan sederhana. Oleh sebab itu, Anda bisa
mulai mencoba untuk mengajaknya mendiskusikan
soal-soal yang sangat sederhana; dan tanyakan apa
pendapatnya tentang persoalan itu. Dengan cara itu,
Anda melatih cara dan proses penyelesaian masalah
pada anak Anda setahap demi setahap. Hasil dari
tukar pendapat itu sebenarnya juga mempertinggi
self-esteem anak karena ia merasa pendapatnya
didengarkan oleh orang dewasa.
-
Mulailah
mengeluarkan kalimat yang panjang dan kompleks, agar
ia mulai belajar meningkatkan kemampuannya dalam
memahami kalimat. Untuk mengetahui apakah ia
memahami atau tidak, Anda bisa melihat respon dan
reaksinya; jika ia melakukan apa yang Anda inginkan,
dapat diartikan ia cukup mengerti kalimat Anda.
-
Anak-anak
sangat menyukai kegiatan berbisik karena hal itu
permainan mengasikkan buat mereka sebagai salah satu
cara mengekspresikan perasaan, dan keingintahuan.
-
Pakailah
cerita-cerita dongeng dan fabel yang sebenarnya
mencerminkan dunia anak kita dan memakainya sebagai
suatu cara untuk mengajarkan banyak hal tanpa
menyinggung perasaannya. Dengan mendongeng, Anda
mengenalkan padanya konsep-konsep tentang moralitas,
nilai-nilai, sikap yang baik dan jahat, keadilan,
kebajikan dan pesan-pesan moral lainnya. Jadikanlah
saat-saat bersama anak Anda sebagai masa yang
menyenangkan, ceria, santai dan segar. Buatlah ini
menjadi kebiasaan di waktu-waktu tertentu, seperti
sebelum tidur atau di waktu sore hari. (jr)
|
| |
Kembali ke atas
|
| |
|
| |
|
|